Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan

0
Apendi Arsyad, Pengamat, Koperasi, Dosen, Universitas Djuanda
Dr. H. Apendi Arsyad (Pengamat Koperasi, Dosen Universitas Djuanda Bogor)

Oleh: Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

Bagus sekali isi postingan ini “Aku Lahir Hasil Perkosaan Terhadap Ibuku Buta dan Tuli”. Ceritanya sangat menyedihkan, kisah seorang anak dari seorang ibu yang malang, cacat fisik (buta dan tuli), dan miskin, lahirlah seorang anak “haram” yang tidak berdosa yang diberi nama Azie Taylor Morton oleh ibunya. Sang anak ini menjalani hidup yg luar biasa susahnya, begitu banyak ujian dan cobaannya yang dia terima di.masa bocah dan remaja.

Salah satu cobaan yang amat berat adalah dia tidak tahu dan tidak kenal siapa ayahnya yang sebenarnya. Sampai2 dia hampir frustasi menjalani hidup yg keras diantara akibat sanksi sosial (dikucilkan) yang diperlakukan teman2 sebayanya dalam pergaulan di sekolah dan masyarakat tempat dia tinggal bersama ibunya di sebuah perkebunan di Amerika, karena status “anak haram” yang melekat pada dirinya, tersebut. Tapi sang anak bocah dan remaja ini tetap tegar dan sabar menjalani tahap2an kehidupannya yang pahit untuk terus maju untuk terlepas dari penderitaan hidup dan “sanksi” sosial yang dia terima

Sang Anak yang malang ini, yang hampir frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya, setelah mendapat nasehat dari seorang pemuka agama (Rohaniawan), memberi nasehat kepadanya bahwa: “…hidup ini adalah pilihan dan manusia bebas memilih jalan sesat atau jalan lurus.. “. Kira2 pesan moral Rohaniawan ini bisa kira narasikan begini: Bahwa jalan hidup yang sesat misalnya kita terus meratapi nasib, mengeluh dan menyesali takdir Tuhan dan akhirnya menyalahkan Tuhan bahwa Tuhan tidak adil etc. Sedangkan jalan lurus adalah jalan keselamatan dan pembebasan diri dari kezholiman, misalnya berjuang, bekerja keras untuk mendapat penghasilan dengan hudup yang layak, tegar dan sabar menghadapi berbagai cobaan hidup, dan memaafkan orang2 yang mencibiri, menghina kita etc. Singkat kata jalan yang lurus itu, kita harus menampilkan sikap dan perbuatan dengan sifat2 mulia (akhlaqul karimah) dalam hidup keseharian kita.

Baca :  "The Circular Economy" dan Peran SG - CEO Kencana Group

Akhirnya Azie Taylor Morton terinpirasi pilihan cara yang kedua yaitu Dia memilih jalan lurus, jalan keselamatan dan berusaha membebaskan diri belenggu kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan serta ketertindasannya. Mulailah si remaja Azie Taylor Morton bekerja sambil belajar (bersekolah) yang tekun dan rajin, serta sabar dan tegar menghadapi godaan2, cobaan2 yang datang dari lingkungan sosialnya, dan kepada mereka2 yang berbuat jahat kepadanya dihadapinya dengan penuh kesabaran, dan memaafkannya serta mendoakan para pejahat/penzholim diberikan petunjuk dan keselamatan sesuai ajaran dan moralitas agama yang dianutnya. Sikap hidup jalan lurus itulah yg dikerjakan dan diamalkan Azie Taylor Morton, seorang bocah dan remaja yg tumbuh, dia jalani dengan segala penuh liku2 kehidupannya. Singkat cerita akhirnya Si anak yang malang dan anak “haram” begitu terus dipanggil dan diejek teman2 sebayanya di sekolahnya, kini dia telah berhasil mengatasi segala rintangan, dan meraih hidup yang sukses luar biasa menjalani kehidupan, ekonomi terus membaik sehingga bisa mensejahterakan dan membahagiakan ibunya, sang Janda tanpa suami yg jelas. Kemudian dia pun berhasil menapaki karier kehidupan sosial tahap demi tahap, dan bahkan karier politik yang diraihnya begitu cemerlang dan berprestise tinggi: Mrs.Azie Taylor Morton berhasil menduduki jabatan terhormat dan bergensi sebagai Menteri Keuangan, di negara adidaya Amerika Serikat di zaman Pesiden Jimmy Carter.

Dari pengalaman hidup yang pahit getir dan menjadi sukses, kita bisa memetik pelajaran (iktibar, lesson learned) bahwa keberhasilan seseorang tidak ditentukan genetik siapa keturunan yang melahirkannya, tetapi kesuksesan seseorang itu terdapat pada usaha dan ikhtiar manusia (apa yg mereka kerjakan dan amalkan, baca Al Quran surat AnNajm 39) dan barangtentu kerja disertai doa meminta kepada Tuhan untuk meraih nasib dan takdir yang baik.

Baca :  Janganlah Kultuskan Bung Karno

Dalam hal ini kita harus ingat dalam ajaran Islam dalam Al Quran Allah..firman:
“,,Kun.. paya…Kun”…jika Allah berkehendak maka jadilah….Subhanallah walhamfulillah wallahu akbar. Dan Allah juga mengingatkan kita manusia..”sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,..Maka apabila kamu selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh2 (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap..” ( QS Alam Nasyrah 6-8).

Jadi pesan moral dari ayat tersebut, jika kita sudah selesai mengerjakan sesuatu pekerjaan bersegera berganti dengan pekerjaan yang lain, kerjakan dengan serius, bersungguh-sungguh, dengan selalu berdoa dengan penuh harap kepada Allah SWT untuk mendapatkan keberhasilan dan kemaslahatan. Inilah langkah dan strategi kehidupan yang pernah dijalankani oleh mereka2 yang telah sukses, antara lain yang dijalani Menteri Keuangan Amerika, Mrs.Azie Taylor Morton, manusia hebat dari Amerika.

Memang di dunia ini banyak manusia hebat dan sukses, memiliki latar belakang hidup yg sulit dan berasal dari orang2 miskin dan menderita’ serta terzholimi. Tetapi dengan sikap yang teguh pendirian (istiqomah), terus bekerja keras dan ‘berjuang’ untuk melepaskan hidupnya dari kesangsaraan, dan mereka tempuh dengan cara dan jalan yang baik dan benar (haq, kemaslahatan) dan menjauhi-menghindar dari perbuatan batil (kemudaratan). Akhirnya, mereka diakhir perjuangannya husnul khotimah (akhir yang baik), yang dibuktikan tadinya hidup manusia susah, sengsara dan terhina, kemudian diujung ceritanya menjadi orang2 sukses dan hebat serta hidup terhormat dan mulia.

Dalam memahami fenomena perubahan status sosial dari rendah menjadi tinggi martabatnya, ingat firman Allah SWT dalam Al Quran dalam surat Al.Qasos… bahwa..” Yang Haq itu pasti datang dan menang, sedangkan Yang Batil pasti binasa .” Dengan analogi yang lain, dalam cerita sandiwara atau sinetron atau film persilatan, seorang pendekar-pembela kebenaran, yang melawan para penjahat dengan musuh2nya yang begitu banyak dan penuh rintangan. Diakhir (the end) sebuah cerita pastilah si pendekar-pembela kebenaran tadi menjadi Pemenangnya (the winner) ini sesuai hukum Allah (Sunnatullah) dan fitrah manusia. Itulah sebuah narasi yang dibuat Sutradara yg profesional dan benar dalam menulis sebuah karya sastra untuk hiburan sandiwara/ sinetron/film yang bermutu.

Baca :  Lesson Learn Bupati Nganjuk dan Harapan kepada Kaban Riau, Jakarta

Pada umumnya atau kebanyakan orang2 hebat seperti para pejuang, pahlawan bangsa, dan para pemimpin masyarakat, bangsa dan negara yang sukses, dan bahkan berkelas dunia sering terlahir dari mereka yang menjalani pahit getirnya hidup dan kehidupan. Menurut catatan sejarah peradaban manusia, mereka2 yang berasal dari keluarga yang menderita akibat dizholimi, akhirnya memperoleh kemenangan dan hidup berbahagia, karena mereka selalu sadar mengenai arti dan makna hidup, serta paham jalan perjuangan yang baik dan benar yang harus ditempuh, seperti Menteri Keuangan USA ini, Mrs. Azie Taylor Morton yang terlahlr dari ayah ‘tidak jelas’ karena ibunya dihamili dengan paksa, diperkosa manusia bejat dan tidak bertanggungjjawab.

Dari kisah sedih ini menarik sekali 6untuk kita dapatkan suatu pelajaran tentang makna hidup dan arti perjuangan sebagaimana diulas diatas, serta semangat hidupnya Sang Menkeu USA begitu mencengangkan kita, dan barang tentu sangat sarat dengan nilai edukasi ketauladanan dalam perjuangan hidup yang bermartabat.

Semoga narasi singkat ini bisa menginspirasi kita semua yg kini tengah berjuang dan memperjuangkan hidup pada jalan yang lurus (sirotol mustaqiem) untuk mendapatkan keadilan, kebenaran, keselamatan dan hidup berbahagia di dunia dan juga di akhirats kelak setelah kita mati. Amin3 YRA. Wassalam.

Penulis adalah Pendiri-Dosen Senior Universitas Djuanda, Konsultan dan Aktivis Ormas di Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here