Disdik Kota Bogor Serahkan 150 Juta untuk Korban Erupsi Semeru

oleh -282 views
Disdik Kota Bogor, Bantuan Korban Semeru, Korban Erupsi Semeru, Erupsi Semeru

BOGOR (LEAD.co.id) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menyerahkan bantuan untuk korban erupsi Semeru, di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, pada Kamis (6/1/2022). Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati merasakan semangat kegotong-royongan saat Lumajang diuji bencana.

“Inilah Indonesia, kegotong-royongan kekeluargaannya sangat kami rasakan saat kami diuji oleh Allah, dari Sabang sampai Merauke datang. Di tengah ujian kami bersyukur kami tidak sendiri, banyak saudara kami,” ujar Bunda Indah, sapaan akrab Wakil Bupati Lumajang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi menjelaskan, total donasi yang terkumpul dari siswa-siswi dan wali murid untuk korban bencana Erupsi Gunung Semeru itu sebesar Rp 150 Juta.

Baca :  Bima Arya Buka Thrift for Semeru, Rekreasi Sambil Donasi

Dia mengatakan bahwa, setiap bencana pasti ada hikmahnya. Dia juga berharap, warga Lumajang bisa masyarakat kembali bangkit setelah terjadi bencana.

“Kami atas nama Disdik Pemkot Bogor turut prihatin atas musibah yang terjadi. Tentu doa dari Kota Bogor untuk saudara kita di Lumajang, harapan kita masyarakat kembali eksis setelah pasca bencana,” pungkasnya.

Tim Peduli Semeru dari Kota Bogor itu berangkat menuju Lumajang, pada Rabu (5/1/2022). Tim yang terdiri dari PWI, Polmas Bogor Raya, Perumda Tirta Pakuan, dan Pemkot Bogor itu menyalurkan bantuan untuk korban Erupsi Semeru.

Baca :  JNE Bogor Kirim Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru melaui ACT

Wakil Wali Kota Dedie A Rachim melepas rombongan tim itu dengan melakukan doa bersama. Dia mengingatkan, peristiwa bencana alam bisa datang kapan saja, namun dengan kolaborasi dan sinergitas maka semua permasalahan bisa dihadapi bersama.

“Mudah-mudahan berangkat sehat selamat dan kembali pulang sehat selamat, masyarakat yang dibantu juga sehat selamat. Kita doakan juga warga yang terdampak tentu akan segera pulih,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Bunda Indah menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh siswa-siswi dari Kota Bogor yang turut berempati membantu masyarakat Lumajang.

Baca :  Penyelewengan Dana PIP, Disdik Kota Bogor Akan Berhentikan Pelaku

Bunda Indah menyampaikan, ada sekitar 30-40 persen dari total pengungsi adalah anak-anak usia sekolah. Sehingga, untuk memastikan pendidikan tetap berjalan, Pemkab Lumajang mendirikan Sekolah Tenda karena banyak sekolah yang rusak karena tertutup material lahar.

“Kami di beberapa titik membuat sekolah tenda di dekat lahan pengungsian, tidak hanya anak-anak pengungsi, tetapi anak-anak di sekitar pengungsi karena sekolahnya ditempati pengungsi, sehingga mereka ikut bersekolah di sekolah tenda,” katanya.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *