Tim Peduli Semeru Berangkat ke Lumajang, Bangun MCK hingga Mushola

oleh -272 views
Peduli Semeru, Erupsi Semeru, Lumajang, Bangun MCK, MCK, Mushola

BOGOR (LEAD.co.id) – Tim Peduli Semeru dari Kota Bogor telah berangkat menuju lokasi korban terdampak Erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, pada Rabu (5/1/2022). Pelepasan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, di Kantor Sekretariat PWI, Jalan Tirto Adhie Soerjo, Kecamatan Tanah Sareal.

Tim itu diantaranya terdiri dari elemen PWI Peduli Kemanusiaan (PEKA), Polmas Bogor Raya, Perumda Tirta Pakuan, dan Pemkot Bogor. Keberangkatannya menuju Lumajang dalam rangka menyalurkan bantuan dari para donatur untuk pemulihan pasca Erupsi Semeru.

Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Utama Surbakti mengatakan, pelepasan Tim Peduli Semeru diawali dari pengumpulan donasi dan pembentukan sumber daya yang ada, baik penggalan dana ataupun yang berangkat langsung untuk menyalurkan bantuan.

Baca :  Presiden ke Lokasi Erupsi Semeru, Pastikan Penanganan Berjalan Baik

“Orientasi kita di sana bukan untuk memberikan bantuan kedaruratan, tapi lebih kepada pemulihan. Di sana kita akan membangun MCK dan sarana ibadah mushola,” ungkap Arie, sapaan akrabnya.

Dedie A Rachim yang juga sebelumnya telah memberikan bantuan tambahan untuk operasional tim peduli Gunung Semeru itu mengapresiasi semua pihak yang telah ikut membantu. Menurutnya, jika berniat baik maka akan dimudahkan.

“Kebaikan itu datang dari kebaikan sebelumnya, jadi InsyaAllah kalau niat baik pasti semuanya akan dimudahkan,” ujar Dedie.

Pada kesempatan itu, Dedie melepas rombongan dengan melakukan doa bersama. Dia mengingatkan bahwa, bencana alam bisa datang kapan saja, namun dengan kolaborasi dan sinergitas maka semua permasalahan bisa dihadapi bersama.

Baca :  Pencarian Korban Hilang Akibat Erupsi Semeru Ditargetkan Satu Minggu

“Mudah-mudahan berangkat sehat selamat dan kembali pulang sehat selamat, masyarakat yang dibantu juga sehat selamat. Kita doakan juga warga yang terdampak tentu akan segera pulih,” harapnya.

Gunung Semeru itu meletus dengan guguran awan panas, pada Sabtu (4/12/2021). Guguran awan panas itu terjadi mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

Plt Kepala Pusdatinkom BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, per tanggal 11 Desember 2021, tercatat 46 jiwa korban meninggal akibat letusan Semeru, sebanyak 9 jiwa masih dinyatakan hilang, 18 jiwa luka berat dan 11 jiwa luka ringan.

Baca :  Disdik Kota Bogor Serahkan 150 Juta untuk Korban Erupsi Semeru

Akibat bencana itu, sebanyak 9.118 jiwa warga telah mengungsi di 115 titik pos pengungsian. Pemerintah Daerah Lumajang telah mengaktivasi pos komando (Posko) di Kecamatan Pasirian.

Pos logistik bantuan dipusatkan di Pendopo Bupati Lumajang, sedangkan Pos Pendukung Lapangan berada di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *