Diskominfo Kota Bogor Bahas Peran Influencer di Program Kehumasan

oleh -396 views
Diskominfo Kota Bogor, Influencer, Program Kehumasan, Program, Humas

BOGOR (LEAD.co.id) – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bogor menggelar Diskusi Virtual Perhumas dengan tema “Peran Influencer di Program Kehumasan”, pada Rabu (22/12/2021). Kegiatan ini dilakukan secara rutin dalam rangka berbagi informasi dan motivasi.

“Diskusi ini juga untuk meningkatkan kerja sama dan kolaborasi dalam memberikan informasi yang terbaik ke masyarakat,” ujar Kepala Diskominfo Kota Bogor, Rahmat Hidayat.

Rahmat mengatakan, tema diskusi perhumas ini mengintip peran Influencer di program kehumasan. Tema ini dipilih mengingat di era media sosial saat ini pengguna handphone atau gadget di Indonesia sudah hampir mencapai 98 persen dan peran Influencer dinilai cukup berpengaruh untuk penyebaran informasi ke masyarakat.

Baca :  BTPN Syariah Gandeng DMC Dompet Dhuafa, Gulirkan Program Tepat Peduli

“Sebelumnya Influencer ini banyak digunakan di dunia usaha, kami mencoba membawanya ke ranah pemerintah, bagaimana peran Influencer dapat membantu pemerintah menyebarkan informasi ke masyarakat,” terang Rahmat.

Diskominfo Kota Bogor baru saja mendapatkan tiga penghargaan bidang kehumasan di Humas Jabar Award 2021. Kecamatan Bogor tengah menjadi terbaik kedua di kategori tingkat kecamatan se-Jabar dan kelurahan Mulyaharja menjadi terbaik kedua tingkat kelurahan/desa se-Jawa barat.

“Prestasi ini hadiah akhir tahun 2021 dan merupakan hasil kerja keras teman-teman bidang IKP dibawah kepemimpinan Kabid IKP Manan Tampubolon yang sering berkeliling ke wilayah. Semoga tahun depan bisa juga jadi terbaik satu kecamatan dan kelurahan tingkat Jabar,” imbuhnya.

Baca :  IPB Awarding Day 2020, YAPI Mitra Terbaik Program Beasiswa

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, ini merupakan tema penting dan menarik. Pasalnya, saat ini dihadapkan pada satu tren dimana jika tidak piawai mengelola kehumasan bisa tenggelam. Di sisi lain, banyak yang sudah sadar tapi lebih banyak lagi yang tidak tahu caranya.

“Saya sampaikan teori saya tentang kehumasan yang efektif. Kehumasan yang efektif itu ditentukan dari 5K,” ujarnya.

Bima Arya mengatakan, pertama yang paling penting dan basik adalah konten. Kalaupun medianya canggih tapi konten tidak ada, tidak akan bisa. Namun, seringkali menjadi persoalan jika kebanyakan konten, sehingga harus dipilih konten mana yang menarik.

Baca :  Polisi Ungkap Penipuan Program Investasi Alkes

“Substansi konten itu penting, kita mau mencitrakan kota seperti apa. Kehumasan harus memancarkan realita yang ada,” ujarnya.

Kemudian, kedua yakni kanal. Kanal apa yang digunakan itu penting, mainstream, non mainstream, media sosial, cetak, online dan radio semua punya segmennya masing-masing. Ketiga yakni kemasan. Menurutnya, kehumasan perlu terus menimba ilmu dan terus belajar agar bisa mengemas konten secara menarik.

“Keempat yakni komunikator. Harus hati-hati dengan selebgram yang banyak follower belum tentu citranya positif dan kelima kolaborasi. Kolaborasi ini bisa dalam bentuk sharing ide,” katanya.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *