Ditolak Masuk, Singapura Sebut Somad Sebarkan Ajaran Ekstremis

oleh -374 views
Ditolak Singapura, Singapura, Ustadz Abdul Somad, UAS Dideportasi, Ajaran Ekstremis
Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan informasi ditolak pihak Singapura [File: IG Ustadzabdulsomad_official]

JAKARTA (Lead.co.id) – Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) menyampaikan alasan penolakan terhadap Ustadz Abdul Somad. Pihaknya menilai Somad telah menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima dalam masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” tulis pernyataan MHA yang diterbitkan pada Selasa (17/5/2022).

Abdul Somad sebelumnya menyampaikan informasi bahwa dirinya ditolak masuk ke Singapura. Dia mengaku berada di ruangan seperti penjara sebelum dideportasi oleh Singapura.

“UAS di ruang 1X2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapore,” tulis Somad dalam akun instagramnya.

Baca :  Petugas Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura

MHA memastikan bahwa, Somad tiba di Terminal Feri Tanah Merah Singapura, pada 16 Mei 2022 dari Batam dengan enam pendamping perjalanan. Somad diwawancarai, setelah itu kelompok tersebut ditolak masuk ke Singapura dan kembali ke Batam.

Pihak Singapura mengungkapkan ajaran ekstremis dan segregasi yang disebarkan Somad diantaranya bahwa “bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi ‘syahid’”.

Dia juga dinilai telah membuat komentar yang merendahkan agama lain seperti Kristen, dengan menggambarkan salib sebagai tempat tinggal “orang kafir” dan jin. Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai “kafir”.

Baca :  Jokowi Bertemu PM Singapura, Bahas Kerja Sama Pemulihan Ekonomi

MHA menyampaikan bahwa, masuknya pengunjung ke Singapura bukanlah otomatis atau hak. Setiap kasus dinilai berdasar kemampuannya sendiri. Sementara Somad dinilai telah berusaha memasuki Singapura dengan pura-pura untuk kunjungan sosial.

“Pemerintah Singapura memandang serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *