Jokowi Bertemu PM Singapura, Bahas Kerja Sama Pemulihan Ekonomi

oleh -207 views
Jokowi, PM Singapura, Singapura, Kerja Sama, Bilateral, Pemulihan Ekonomi
Pertemuan Bilateral Presiden Jokowi dengan PM Lee di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, pada Selasa, 25 Januari 2022 [File: BPMI Setpres/ Muchlis Jr]

BINTAN (LEAD.co.id) – Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong, di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Selasa (25/1/2022). Pertemuan ini membahas upaya penguatan kerja sama di berbagai bidang, terutama pemulihan ekonomi.

Dalam penguatan kerja sama pemulihan ekonomi, Jokowi menyebut bahwa Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia. Menurutnya, investasi Singapura di Indonesia pada Januari sampai September 2021 senilai USD7,3 miliar.

“Pertemuan retreat mencatat adanya investasi baru senilai USD9,2 miliar, antara lain di bidang energi baru terbarukan di sekitar Batam serta Pulau Sumba dan Manggarai Barat, NTT, serta pembangunan hub logistik di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Jokowi dalam pernyataan bersama.

Baca :  Warga Puncak Bogor Deklarasi Dukung Jokowi - Ma'ruf

Dia menjelaskan, investasi di bidang energi dan energi terbarukan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam rangka memajukan ekonomi hijau dan berkelanjutan. Untuk mendukung itu, telah ditandatangani Nota Kesepahaman atau MoU Kerja sama Energi serta Pengembangan Ekonomi Hijau dan Sirkular.

Untuk terus menjaga stabilitas finansial dan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi, telah ditandatangani kerja sama Keuangan. Pada November 2021, kerja sama Local Currency Bilateral Swap Agreement (LCBSA) dan Bilateral Repo Line (BRL) juga telah diperpanjang satu tahun.

“Saya juga berharap agar MOU antara Bank Sentral terkait inovasi pembayaran, anti pencucian uang, dan pencegahan pendanaan terorisme dapat segera ditandatangani,” imbuhnya.

Baca :  Jokowi Dapat Rumah dari Negara Setelah Tak Jadi Presiden

Selain itu, untuk mendukung mobilitas manusia yang aman, kedua negara saat ini sedang memfinalisasi kerja sama pengakuan vaksin dan penyelarasan inter-operabilitas platform pelacakan dan perlindungan yang dimiliki kedua negara.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *