BOGOR (LEAD.co.id) – Pemkot Bogor akan kembali mengaktifkan Posko Logistik sebagai respons munculnya varian Omicron. Hal itu dibahas oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rapat koordinasi (rakor) penanganan Covid-19, di Balai Kota Bogor, pada Senin (24/1/2022).
Rakor yang juga diikuti para kepala perangkat daerah serta pimpinan aparatur wilayah itu membahas perkembangan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 di Kota Bogor dengan munculnya varian Omicron.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan bahwa, gudang sebagai Posko Logistik akan kembali diaktivasi. Adapun surveillance akan diperkuat, termasuk akselerasi vaksin dan booster, serta sosialisasi yang masif terkait kriteria isolasi.
“Kepada Diskominfo agar menyampaikan pesan sosialisasi kepada warga terkait situasi yang tidak biasa. Tampilkan update angka-angka yang jelas dan singkat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, terkait aktivitas gudang logistik sebaiknya ditetapkan sebagai sinyal kondisi kedaruratan yang sedang dihadapi.
Dia menegaskan bahwa, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) akan dipercaya kembali mengingat kemampuannya untuk melakukan konsolidasi logistik.
Adapun untuk internal di Pemkot Bogor, Bima Arya meminta mengatur kembali rapat-rapat tatap muka, kunjungan kerja, acara-acara dan yang lainnya, demikian juga untuk pihak lainnya.
“Kita sampaikan kepada publik kondisinya seperti apa dan kita bertindak, berkoordinasi sesuai dengan aturan sampai ada arahan terkait perubahan kebijakan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Di samping itu, Bima menginstruksikan aparatur wilayah menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap mempedomani ketentuan, salah satunya status level yang ada.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan, data kasus Covid-19 pada 14-23 Januari 2022 dengan konfirmasi tertinggi (22/1) ada 36.
Kasus terbanyak berasal dari klaster keluarga sebesar 51,52 persen, aktivitas perjalanan luar kota sebesar 33,33 persen dan Non klaster atau tidak ada riwayat kontak dengan kasus positif dan merasa tidak bepergian sebanyak 13,13 persen.
Menurutnya, sampai saat ini Covid-19 varian Omicron belum terdeteksi, tetapi ada indikasi. Dinkes Kota Bogor tengah melakukan Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap lima kasus.
“Hari ini kami juga sudah follow up ke LIPI namun belum ada hasilnya sehingga kami masih menunggu. Hari ini rencananya kami juga mengirimkan 9 sampel kasus dari rumah sakit untuk diperiksa WGS,” kata Retno sapaan kadinkes.
Retno merinci, berdasar data per 17-23 Januari 2022, menunjukkan jumlah kasus positif naik 1.000 persen dibanding pekan lalu, dari 9 menjadi 99 kasus. Jumlah kasus sembuh turun 50 persen dibanding pekan lalu, dari 6 menjadi 3 kasus. Jumlah kematian naik dari 0 menjadi 3 dibanding pekan lalu.
Sementara, jumlah kasus aktif (masih sakit) naik dibanding pekan lalu dari 10 menjadi 103 kasus, angka kesembuhan turun dibanding pekan lalu dari 98,58 persen menjadi 98,32 persen, Case Fatality Rate (CFR) masih sama pekan lalu, dari 1,40 persen dan persentase kasus aktif (masih sakit) naik dari 0,03 persen menjadi 0,27 persen.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro berharap, pihak imigrasi dan kantor Kemenag Kota Bogor dilibatkan dalam rakor selanjutnya guna mendukung data yang akan digunakan dalam penanganan Covid-19.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi





