Doa dan Perenungan buat Ongaku EA

oleh -465 views
Doa dan Perenungan, Renungan, Ongaku EA, Apendi Arsyad

Oleh: Apendi Arsyad

Bismillahir Rahmanir Rahiem

Alhamdulillah, wasyukurillah..
Subhanallah, adinda AA telah menyimak isi pesan WA japrinya onga EA, sehingga menjadi paham apa yang onga EA sekeluarga alami dan rasakan. Adinda AA turut berduka, prihatin dan ikut sedih. Akan tetapi dalam suasana hati yang terkadang gundah, kita tidak boleh larut dalam kesedihan. Namun kita tetap optimis bahwa Allah SWT adalah tempat berlindung dan memohon pertolongan dalam menjalani kehidupan di dunia fana ini.

Dalam kontek dan perspektif inilah, izinkan adinda AA bernarasi sejenak, insyaAllah onga EA selalu dianugerahi rahmat, karunia dan hidayahNya Allah SWT. Amiin-3 YRA.

Kata orang bijak (ustadz, ulama, dan orang-orang sholeh) hidup di dunia ini memang penuh dengan dinamikanya, beraneka perubahan, terjadi pasang- surut gelombang kehidupan, yang Allah SWT ciptakan secara berpasang-pasangan. Seperti yang kita alami, ada sehat versus (vs) sakit, ada senang vs susah, ada suka vs duka, ada laki-laki vs perempuan, ada siang vs malam, ada kufur vs syukur, dan ada surga vs neraka etc etc..Ini namanya hukum Allah (Sunnatullah).

Semoga kita, makhluk manusia yang berakal dan berqalbu (punya otak dan hati) ini, hendaknya bisa menjalani semua proses dinamika itu dengan adaptasi melalui jalan ikhtiar, akal-budi, hikmah dan bijaksana untuk meraih keselamatan hidup di dunia maupun di akhirats, kelak di kemudian hari.

Allah SWT selaku Al Khalik Maha Pencipta dan Pemilik alam jagat raya (bumi dan langit beserta isinya) ini, hanya berpesan dalam berbagai firmanNya dalam Al Quran, hanya orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah lah, percaya adanya hari akhirats/kiamat, dan gemar berbuat kebajikan dan menabur kebaikan semasa hidupnya yg termasuk manusia yang beruntung (vs kezholiman), insyaAllah mereka akan dijadikan penghuni di tempat penuh kebahagiaan, Surgajannatunnaim vs, bukan kesengsaraan Neraka jahannam.

Baca :  Lesson Learn Bupati Nganjuk dan Harapan kepada Kaban Riau, Jakarta

Seandainya, kita hamba-hamba Allah ini pernah lupa akan kebesaran Allah SWT dan lupa pula bersyukur kepadaNya atas segala nikmat yang pernah kita peroleh dan nikmati, kemudian banyak pula berbuat salah dan bahkan dosa-dosa seperti mencuri, merampok, suap menyuap, korupsi, manipulasi, dan lain-lain harta haram, yang pernah lakukan, maka Allah SWT dengan sifat Yang Maha Pengasih dan Penyayang (Rahman dan RahiemNya, Allah) masih membuka pintu pemaafan kepada hambaNya yang sholeh/sholehah.

Dengan cara bagaimana? Jawabannya, dengan banyak-banyak minta ampun, beristiqfar hanya kepada Allah SWT semata, dengan cara taubatan nasuha, benar-benar bertaubat. Dan Allah SWT bisa mengembalikan dan membalikan semuanya itu. Kun Fayakun, yang tadinya kita manusia sakit menjadi sehat, yang tadinya duka menjadi suka, yang tadi susah menjadi senang, yang tadi ingkar (kafir) menjadi orang sholeh (mukmin sejati), su’ul-khotimah menjadi husnul-khotimah, etc etc.

Dengan nasib onga EA dan kakak Hj.Surati (kak Sur) diberikan sakit seperti saat ini, melalui beberapa kasus kecelakaan yang menimpa. Itu semua merupakan ujian, cobaan dari Allah SWT.

Pertanyaannya, apakah kita ini sadar bahwa ini semuanya dari Allah atau tidak? Dinilah letak persoalan krusialnya dari semua musibah berupa kasus kecelakaan, yang mungkin pernah kita hadapi. Ada hambaNya yang ingat (berzikrullah) dan atau ada juga yang lupa (kafir) kepada Allah SWT, menolak dan mengingkari ayat-ayat suci dalam Al Quran.

Adinda AA pernah mendapat pengetahuan spiritual keagamaan dari sejumlah tausyiah yang diceramahkan para ulama, bahwa diberikan sakit menahun (lama) oleh Allah SWT adalah salah satu bentuk ujian, apakah manusia bisa bersabar atau mengupat? Jika manusia itu bersabar, beristighfar dan rajin-khusuk beribadah sholat (fardu dan sunnah), maka sakitnya itu adalah sarana pembakaran dosa-dosa yg pernah diperbuat selama ini.

Baca :  Ayah Hebat dalam Rangka Hari Anak Nasional

Kemudian dosa-dosa yang ada selama ini akan terkurangi bahkan dihapus Allah SWT. InsyaAllah akan berakhir “husnul khotimah”, dan sebaliknya jika manusia itu “mengupat” terus atas sakit yang dideritanya, maka dosa-dosanya pun semakin bertambah-tambah, sehingga berakhir “suulkhotimah”, nauzubillahi minzalik.

Dalam kontek pemahaman ajaran agama Islam ini, adinda AA sangat meyakini bahwa onga EA sebagai kader didikan yang mengesakan Allah (tauhidullah), yakni pernah digembleng ormas Islam Muhammadyah di masa kecil tempo doeloe di Cerenti, kampung halaman kita yang agamis-religius, dengan Sekolah Mualimin Muhammadyahnya pada thn 1950-an.

Maka sekali lagi adinda AA berkeyakinan bahwa onga EA akan termasuk golongan orang-orang yang tetap teguh berpendirian (istiqomah), beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, menjadi mukmin sejati, dan harapannya kita terhindar dari golongan orang-orang yang sesat dan menyesatkan itu, yang dalam kitab suci Al Quran disebut dengan istilah: kaum kafirun, munafiqun, fasikun dan musriqun. Ya Allah Ya Rabb, tunjukanlah kami ke jalan yang lurus (sirotol mustaqiem) yang diridhoi Allah SWT. Amiin YRA.

Sikap yang elok dan bijak dalam menghadapi berbagai musibah sakit, yaitu semua kejadian tersebut hanya datangnya dari Allah SWT, dan hanya kepada Allah SWT kita kembali, dan menyembah, mengadu, bermunajat- meminta perlindungan dan pertolongan (habluminallah wani’akmal wakil, minnalmaula wani’akman natsir) kepada Allah SWT.

Menurut adinda AA, ketika onga EA dan kak Sur sedang mendapatkan musibah-sakit akibat kecelakaan ini, terjatuh dan tertabrak kenderaan bermotor dan dijarahnya harta di villa tempo hari, kemudian onga EA sadar bahwa ini ujian dan telah merespon dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan banyak beristighfar dan tekun beribadah seperti sholat sepertiga malam, sholat tahajud, bertadharus, shalawat atas nabi dan rasul Muhamad SAW, bersedekah ilmu dan harta, maka ongaku EA sudah berada pada jalan yang benar (on the track), insyaAllah kita berharap akan berakhir yang baik (husnul khotimah), dan dipulihkan kesehatannya kembali oleh Allah SWT, karena Allah SWT sayang kepada mereka yang menegakan sholat, berdoa dengab khusuk dan tawaduak, dan bersabar serta tak lupa terus beristigfar.

Baca :  Lagu Melayu Riau Tempo Doeloe, Enak Betul

Sekian, harap maklum, dan adinda AA mohon maaf, apabila ada hal-hal ungkapan yang kurang berkenan di hati atas narasi ini. Ini hanya sekedar menyegarkan kembali ingatan dan memperbaiki kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Tetaplah bersemangat dan optimis onga EA (80 thn) dan Kak Sur (72 thn) menjalani hidup ini dengan segala cobaan, insyaAllah onga EA dan kakak kembali bisa sembuh dan sehat walaffiat, selanjutnya semakin rajin beribadah, mendirikan sholat, bersedekah, shaum dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT semata.

Sebagai sebuah perenungan dan mawas diri (introspeksi) bahwa sebagaimana janji Allah dalam Al Quranul kariem, semua makhluk ciptaanNya yang bernyawa (biotik) di muka bumi ini, pasti akan mengalami kematian, nyawanya dicabut malaikat maut, dan semuanya akan kembali kepadaNya, Allah SWT selaku pencipta dan pemilikNya.

InsyaAllah, onga EA dan Kak Sur yang kini terbaring sakit, apabila memang ajal sudah tiba, yang tak bisa dimajukan dan tak bisa ditunda waktunya, ingat itu rahasianya Allah, innalilahi wainna illahi rojoun, maka adinda mendoakan semoga Kakanda husnul khotimah dan menjadi hambaNya yg sholeh dan sholehah yang disayangi Allah SWT, berada di tempat mulia, Surgajannatunnaim, Amiin-3 YRA.

 

Penulis adalah Pendiri, Dosen-Assoc Professor Prodi Agribisnis Faperta Universitas Djuanda Bogor, Konsultan, Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor; Pendiri dan Ketua Wanbin Yayasan Arsyada Cerenti Madani, dan Pegiat/Pengamat Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *