PAMEKASAN (LEAD.co.id) – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pamekasan menggelar Festival Senam di Eks Rumah Sakit jalan Kesehatan, Pamekasan, pada Minggu (7/11/2021). Festival ini digelar untuk mendukung Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXIX tingkat Jawa Timur.
Adapun peserta senam dari berbagai sanggar senam se-Kabupaten Pamekasan. Setidaknya ada 12 sanggar senam yang memeriahkan acara tersebut.
Ketua Bidang Olahraga dan Rekreasi, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Nanik Riskiyah dalam laporannya mengatakan, Festival Senam ini digelar untuk mendukung pelaksanaan MTQ XXIX tingkat Jawa Timur.
Menurutnya, festival senam ini digelar guna meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat dan meningkatkan, meningkatkan tingkat kebugaran jasmani dan rohani masyarakat Pamekasan, sehingga meningkatkan tingkat imunitas tubuh.
“Yang pada akhirnya dapat mendukung pelaksanaan MTQ XXIX tingkat Jawa Timur. Lebih kondusif, berjalan lancar dan sukses,” katanya.
Adapun maksud dan tujuannya, lanjut Nanik, pertama, menambah wawasan tentang senam. Kedua, mempererat hubungan kekeluargaan antara pecinta senam. Ketiga, meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
“Kemudian keempat, menyalurkan kreativitas dan imajinasi para pecinta senam. Kelima, meningkatkan kebugaran jasmani dan rohani. Dan yang keenam, menjaga tubuh agar selalu sehat dan kuat,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Disporapar Pamekasan, Syaiful Haq Ramli dalam sambutannya menyampaikan, tujuan dilaksanakannya festival senam ini dalam rangka mendukung pelaksanaan MTQ XXIX Tingkat Jawa Timur.
“Jadi, Disporapar ini pun ikut mendukung dan mensukseskan pelaksanaan MTQ XXIX tingkat Jawa Timur. Tidak hanya festival senam, tapi juga ada festival-festival lain yang oleh OPD kita, kita dukung,” ujarnya.
Selain itu, festival senam ini ditujukan peda para pecinta senam se-Kabupaten Pamekasan yang kemajuannya luar biasa. “Ini adalah bentuk penghargaan kepada ibu-ibu semua para sanggar senam di Kabupaten Pamekasan,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Syaiful juga menyampaikan untuk saat ini, hanya ada 12 sanggar senam yang mengikuti festival senam tersebut, namun untuk tahun depan diharapkan sebanyak 25 sanggar senam se-Kabupaten Pamekasan dapat dilibatkan semua.
“Kalau kita lihat di Kabupaten sebelah, melintasi Suramadu, tiap Jumat dan Sabtu itu di kampung-kampung ada senam. Saya ingin, di Pamekasan juga seperti ini,” katanya.
“Sehingga tidak hanya di kota, tapi juga tersebar di kecamatan-kecamatan, itu yang kami harapkan kedepan. Jika setiap Minggu di Pamekasan ada senam, itu tandanya olahraga tradisional Pamekasan sangat maju,” tandasnya.
Untuk diketahui, festival senam yang diikuti 12 sanggar senam dan masyarakat umum itu menerapkan protokol kesehatan ketat.
Reporter: Kholisin Susanto
Editor: Moh Hasanuddin





