BOGOR (Lead.co.id) – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melaksanakan Forum Group Discussioun (FGD) dengan tema “Bersatulah Segera Marhaen Pasti Menang Mengganyang Imprealisme”, di gedung KNPI Kota Bogor pada Sabtu – Minggu, 23-24 April 2022.
Kegiatan itu diinisiasi oleh 4 Cabang GMNI dari provinsi yang berbeda, yaitu Sukabumi Raya, Jakarta Selatan, Bogor, dan Tanggerang Selatan, sebagai ajang silaturahmi dan bentuk kritik terhadap kejenuhan dinamika di tubuh GMNI.
Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 80 peserta dari berbagai Cabang GMNI di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat. Aditya Pratama, Ketua GMNI Cabang Bogor menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bogor, Bima Arya yang sudah membuka kegiatan tersebut.
“Terimakasih juga kepada Abangda Anto Siburian selaku Ketua Bidang Organisasi KNPI Kota Bogor dan Bang Vayireh Sitohang selaku Guru Kader GMNI,” tambah Aditya.
Menurutnya, FGD itu adalah bentuk kelas kajian dalam menyikapi kondisi dan situasi Pemerintah Republik Indonesia. Dia berharap, bisa menjadi bekal untuk menyikapi situasi yang terjadi.
“Di tengah ketegangan situasi internal organisasi, kami tetap mampu melaksanakan ruang ruang silaturahmi dan ruang ruang kajian untuk kawan kawan GMNI,” tambah dia.
Dalam kegiatan kelas kajian marhaenis itu, kata dia, bertujuan agar tidak terkooptasi oleh kepentingan oligarki. Pihaknya juga mendorong persatuan gerakan rakyat untuk berangkat dari kemauan rakyat marhaen.
“#BersatulahSegeraMarhaenPastiMenang merupakan jargon perjuangan harus kita gaung demi memenangkan pertarungan rakyat marhaen melawan borjuasi,” papar dia.
Sementara itu, ketua DPC GMNI Jakarta Selatan, Deodatus mengatakan bahwa, GMNI harus sudah mulai menjadi pelopor gerakan rakyat marhaen dengan menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 dan Reforma Agraria Sejati dengan membangun industri nasional.
Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Anggi Fauzi menjelaskan, FGD ini merupakan ajang silaturahmi dan konsolidasi kita untuk menyikapi persoalan bangsa yang terjadi hari ini, juga sebagai momen agar kaum marhaenis bisa merefleksikan semangat persatuan GMNI secara utuh.
Hal itu karena masyarakat hari ini membutuhkan GMNI untuk menyampaikan aspirasinya terhadap negara. Hal itu untuk mewujudkan cita cita Revolusi, sebagai solusi dari persoalan yang terjadi.
“Seperti apa yang pernah diucapkan oleh Bung Karno bahwa kita hadir di bumi ini sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia untuk mewujudkan cita cita Revolusi 17 Agustus 1945, sebagai solusi dari persoalan yang terjadi hari ini,” kata dia.
Sri wulansari, Ketua DPC GMNI Tangerang Selatan menyampaikan, FGD ini untuk meningkatkan daya kritis atau kepekaan kader-kader GMNI terhadap keadaan perekonomian Indonesia saat ini.
Menurutnya, stabilisasi kehidupan masyarakat dengan segenap kesengsaraannya, rakyat diganyang habis-habisan dengan maraknya harga bahan pokok yang kian melambung tinggi menjelang hari besar umat Islam (Idul Fitri).
“Sehingga GMNI harus menjadi garda terdepan membela kaum yang dimiskinakan oleh rezim,” kata Sri Wulandari menambahkan.

