FISIP Universitas Brawijaya Gandeng JPD Kuatkan Kapasitas Politik Perempuan Desa

0

LEAD.co.id | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya bersama Jaringan Perempuan Desa (JPD) gelar penguatan kapasitas politik perempuan di Desa Gedangan, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dibuat sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan dalam kapasitas politik.

Kegiatan yang diresmikan langsung oleh aparatur pemerintah desa ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat tersebut diterima dan diapresiasi sangat baik oleh pemerintah desa dan masyarakat.

“Ibu-ibu, pemudi desa memang seharusnya diberikan pelatihan-pelatihan pemberdayaan agar semakin mampu secara kualitas SDM, gunanya juga untuk kebaikan dan kemajuan Desa Gedangan,” ujar Sutisno selaku Sekretaris Desa Gedangan (09/08/2020).

Pentingnya meningkatkan keterlibatan perempuan dalam politik di Desa menjadi dasar Dosen FISIP Universitas Brawijaya bersama JPD untuk menggelar kegiatan ini sebagai upaya penguatan kapasitas politik perempuan.

Juwita Hayyuning Prastiwi, S.IP, M.IP yang merupakan dosen Ilmu Politik Universitas Brawijaya mengungkapkan, bahwa Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini merupakan salah satu kewajiban sebagai upaya pengejahwantahan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian kepada Masyarakat.

“Harapanya output dari kegiatan pemberdayaan masyarakat ini ada praktik-praktik pengambilan kebijakan publik yang memperhitungkan kebutuhan perempuan,” sampainya.

Koordinator Penggerak JPD, Agnia Addini mengungkapkan, agenda utamanya untuk pendidikan politik perempuan. Menurutnya, politik bukan hanya mensoal kontestasi kekuasaan, namun juga kesadaran perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya yakni turut andil dalam mendorong kebijakan-kebijakan yang berpihak terhadap perempuan.

“Kerja sama ini sangat baik karena ada keterlibatan lembaga akademis yang juga berkewajiban untuk melakukan pemberdayaan masyarakat,” paparnya.

Selain berbicara mengenai politik, agenda tersebut juga memberikan wawasan terkait perempuan dan lingkungan.

Dalam penyampaiannya, Resya Famelasari S.Sos., M.Soc.Sc., salah satu dosen FISIP UB mengatakan, saat ini perempuan harus menggeser paradigma dalam melihat alam, banyak pembangunan yang merusak alam.

“Sebagai daerah bagian selatan yang kaya akan sumber daya alamnya, kita bisa membuka pariwisata tanpa harus merusak alam. Harapanya perempuan desa menjadi aktor yang tidak hanya sadar namun juga berperan aktif dalam menjaga pelestarian lingkungan, misalkan terkait persoalan sampah popok bayi dan pembalut perempuan yang perlu diminimalisir penggunaanya,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan, Anggota JPD, PKK, Karang Taruna, Ikatan Pelajar NU serta pemudi Desa Gedangan.

Kontributor : A Dirso
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here