FKIC STIUDA: Muslim yang Kaffah Perspektif NDP HMI

oleh -527 views
FKIC STIUDA, Muslim, Kaffah, Perspektif, NDP, HMI
FKIC STIUDA Cabang Bangkalan mengadakan kajian dengan tajuk "Dialog Akal Sehat"

LEAD.co.id | Forum Kajian Insan Cita (FKIC) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan mengadakan kajian dengan tajuk “Dialog Akal Sehat”, di Gedung Auditorium Pondok Pesantren Darussholah Pusat An-Nawawiyah, pada Senin, 28 September 2020. Acara ini bertema “Upaya Menjadi Muslim yang Kaffah: Perspektif NDP HMI”, dihadiri oleh Kader HMI dan Mahasiswa STIUDA.

Kajian yang bersifat umum sekaligus sebagai rutinitas Kader HMI STIUDA tersebut, turut dihadiri oleh beberapa Kader dari Organisasi Ekstra (ORMEK) yang berbeda, diantaranya kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Baca :  Muslim India Mengalami Diskriminasi Terkait Hukum Kewarganegaraan

Acara yang dimulai pada 09:30 dan selesai pada 11:15 tersebut berjalan dengan khidmat, ditandai dengan antusias peserta kajian yang hadir berkisar lebih dari 80 orang.

Dalam sambutannya Baharuddin selaku koordinator kajian mengucapkan terimakasih atas antusias segenap kader juga simpatisan yang berkenan menghadiri kajian tersebut.

Pengisi Kajian tersebut disampaikan oleh Muhammad Ali Wafa, Formatur/Ketua Umum Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Pamekasan.

Dalam awal penyampaiannya ia panjang lebar menjelaskan tentang Lafad Fi al Silmi Kaffah. Ia menegaskan bahwa umat Islam haruslah Kaffah dalam menjalankan tuntunan Syariat.

Baca :  HMI Cabang Payakumbuh Tuntut Kongres Bersama

“Islam Itu Ibarat Wadah, dan kita harus masuk kepada Islam itu bukan setengah-setengah, tetapi Menyelamlah.”Jelasnya.

Ia menambahi bahwa yang terpenting dalam Islam adalah Velio, nilai yang ditampakkan umat Muslim harus berdasarkan Islam.

Kemudian ia menjelaskan secara global tentang NDP I, II dan III HMI tentang Dasar-Dasar kepercayaan, Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan, Kemerdekaan Manusia dan Keharusan Universal, sebagai bagian jembatan pengaplikasian Muslim yang Kaffah.

Dalam kesimpulan materi yang disampaikan ia menjelaskan bahwa untuk menjadi Muslim yang kaffah secara Absolut adalah dengan tetap berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Hadis, sebagaimana kedua hal tersebut merupakan landasan utama ideologi HMI sebagai jalan keselamatan.

Baca :  Dinilai Ingkar Janji, HMI Duduki Kantor Walikota Bogor

Kontribusi: Abdul Hakim
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *