Gagalnya Proses Transformasi Pendidikan Keluarga

oleh -159 views
Apendi Arsyad, Paradoks, Anomali, Pilpres 2024

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Wow wah bagus sekali Artikel yang ditulis.by om Tatang (?) dishare di WAG KAHMI PT atau maaf penulisnya “anonim”?. Artikelnya lumayan panjang, yang berjudul “Kisah dibawah Pohon Mangga”

Setelah saya AA membaca artikel tsb, kesan atau opininl saya adalah disamping narasi dengan penuturan kata dan bahasanya enak dibaca, sehingga mudah dipahami, akan tetapi bermakna mendalam yang mengisahkan sebuah pengalaman hidup yang mereka jalani dalam dinamika kehidupan yg begitu komplek multi aspek dan dimensi.

Ppenulis menguraikan sebuah fenomena kehidupan sosial dengan plus-minus kehidupan baik bagi dirinya, bersama para sahabatnya, para kolega tempat kerjanya dan termasuk juga pengalamannya sebagai ortu bersama anggota keluarganya, terutama Artikel “kisah dibawah pohon mangga” mengangkat persoalan sosial budaya ada yang “anomali and paradoks” yang mereka rasakan di dalam kehidupan keluarga.

Baca :  Selamat Milad ICMI ke 30 tahun 2020

Oleh karena itu karena Artikel ini mengandung pesan yang menarik menjadi sebuah pelajaran (a lesson learned), maka saya AA merekomendasikan, Artikel yang bagus ini separutnya dibaca, simak pesan moral dan etiknya, yang kemudian menjadi materi perenungan kita baik di masa dahulu (jaman doeloe), memasuki masa sekarang zaman Now era milineal, dan bersiap-siaplah menghadapi kehudupan masa depan, di hari tua (lansia) dengan segala perubahan sosial penuh dengan ketidakpastian (social change based destruption).

Singkat kata, menurut pendapat saya AA, semoga tak keliru, penulis mengkritik “life style and gusture” selama ini hidup dalam kemewahan (hedonist) dengan jabatan tinggi, akan tetapi lupa diri, akibat berbagai kesibukan (very busy) sehingga berdampak negatif dengan melahirkan keturunan (zuriath) yang aneh bin ajaib (paradoks dan anomali). Mereka melihat dengan matanya dan dirasakan di kalbunya sendiri selalu orangtua.

Baca :  Integrated DAS Kuansing Management

Wah kaget.. wow kok jadi begini, dimana anak-anaknya sudah “lupa” akan best characters ayah-ibu kandungnya sendiri, akibat gagalnya proses transformasi nilai-nilai, norma dan kaidah sistem pendidikan di dalam keluarganya (miseducated of your family).

Ada kalimat dalam Artikel tersebut, ayah dan ibunya baru tiba di tempat tinggal anaknya, kemudian belum lama berselang anaknya bertanya, kapan ortunya pulang. Padahal sang ayah dan ibunya yang sudah lansia-tua renta datang dari tempat yang jauh, kampung halaman, dalam keadaan kesehatah sudah lemah, berjalan terhoyong-hoyong berangkat keluar negeri untuk menjenguk anak kesayangannya, akan tetapi sayang, belum selesai ortu melepas kerinduannya kepada putera-puterinya, anaknya “mengusirnya” untuk segera balik, kembali ke rumahnya di kampung-negerinya bernama Indonesia.

Baca :  Kucing Jepang yang Mirip si Eco di Rumah Kita

Selamat membaca, semoga bermanfaat. Mohon maaf, sekiranya ada hal yang kurang berkenan di hati. Akhirul kalam, semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menolong hambaNya yang beriman dan bertaqwa, hendaknya janganlah sampai gagal melakukan edukasi- transformasi sosial di lingkungan keluarganya untuk misi mulia agar menjadi keluarga yang berkasih sayang antar sesamanya (sakinah mawaddah warohmah /samarah family) Aamiin-3 YRA

Gallery and Ecofunworkshop, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel. Sindangsari Botim City, West Java Senin 13/4-2026

Penulis adalah Dosen, Konsultan, Pegiat, Pengamat dan Kritikus Sosial dalam tulisan-tulisannya di media sosial