LEAD.co.id | Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Barat (Sumbar) menyayangkan “Dualisme” kepengurusanan di tubuh PB HMI yang tanpa kejelasan sampai saat ini.
“Dualisme yang berlarut-larut menjadi preseden buruk bagi organisasi HMI yang sudah punya nama besar dan sejarah panjang,” ungkap Ketua Umum Badko HMI Sumbar, Wendi Juli Putra melalui siaran pers yang diterima LEAD.co.id, Sabtu (18/1/2020).
Menanggapi persoalan tersebut, pihaknya menghimbau kepada Badko HMI Se-Indonesia agar ikut berperan dalam penyelesaian sengketa yang berlarut larut ini.
“Jalan pintas mengatasi persoalan ini adalah dengan adanya poros kendali yang ketiga, yakni Badko Se-Indonesia,” terang Wendi.
Menurutnya, saat ini peran Badko se-Indonesia sebagai mediator, sangat diharapkan untuk merekonsiliasi kedua belah pihak.

Karenanya, lanjut Wendi, rencana Silaturahmi Nasional Badko HMI Se-Indonesia harus segera direalisasikan mengingat semakin memanasnya manuver kelompok elit organisasi yang saling menjatuhkan.
Ada HMI Games Jakarta-Palembang ?
Melihat situasi kepengurusan PB HMI saat ini, Wendi merasa khawatir dengan keberlangsungan organisasi. Karenanya, dengan merawat konflik ini akan berdampak pada kemunduran organisasi HMI secara keseluruhan.
“Bahkan PB HMI saat ini menjadi olok-olokan dengan munculnya meme tentang Kongres HMI Games Jakarta-Palembang,” keluh Ketum Badko HMI Sumbar.
Atas hal itu, Badko HMI Sumbar menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah Silaturahmi Nasional (Silatnas) Badko Se-Indonesia untuk merekonsiliasi dualisme kepengurusan PB HMI.
“Momen Milad HMI 5 Februari 2020 ini merupakan momen yang tepat untuk menyatukan pandangan, menyatukan pendapat untuk kepentingan bersama. Kepentingan organisasi diatas kepentingan segalanya,” terang dia. (Red)





