Gawat, Pemerintah Rancang Pemulangan WNI eks ISIS

oleh -219 views
Pemerintah, Kemenko Polhukam, Pemulangan WNI
Akun Twitter resmi Kemenko Polhukam, Rabu (5/2/2020).

LEAD.co.id | Pro-kontra pemulangan WNI eks ISIS (Islamic State for Iraq and Suriah) bagai bola panas yang menggelinding. Sebagian pihak menolak, dan sebagian lagi menuntut Pemerintah memulangkan dengan alasan kemanusiaan.

Terkini, Presiden Joko Widodo menyebut masih akan membahas persoalan ini dalam rapat terbatas (Ratas). Ungkapan itu merespon pertanyaan para awak media tentang rencana pemulangan WNI eks ISIS di Timur Tengah, yang sudah membakar paspornya.

“Kalau saya saja sih, ya saya akan bilang: tidak. Tapi tentu saja ini, masih akan dibahas dalam rapat terbatas,” tulis akun Twitter Resmi Presidan Jokowi, Kamis (6/2/2020).

Baca :  Presiden: Manfaatkan APBN dan APBD dengan Cermat

Sementara, Menteri Koordinator (Menko) Polhukam, Mahfudz MD melalui akun resminya juga berkicau, pemerintah tengah merancang dua alternatif terkait Warga Negara Indonesia (WNI) eks ISIS, atau yang disebut foreign terrorist fighter (FTF).

“Ada dua alternatif yang sedang dibuat yakni keputusan untuk memulangkan atau tidak memulangkan para FTF tersebut,” ungkap Mahfudz, Rabu (5/2/2020).

Pemerintah, Presiden Jokowi, Pemulangan WNI eks ISIS
Tangkapan layar Akun Twitter Resmi Presidan Jokowi, Kamis (6/2/2020).

Bermula dari Menag dan BNPT

Wacana yang juga memicu polemik di jagad “Netizen +62” ini mulai berkembang ketika Menteri Agama Fachrul Razi menyebut BNPT akan memulangkan 600 WNI eks ISIS dari Timur Tengah.

Baca :  Pemerintah Sepakat Tunda Pembahasan RUU Cipta Kerja Klaster Ketenagakerjaan

“Sekarang mereka terlantar di sana dan karena kepentingan kemanusiaan akan dikembalikan ke Indonesia,” ungkap dia, di Jakarta, Sabtu pekan lalu (1/2).

Merespon hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Jenderal Pol. Suhardi Alius mengaku masih membahas penanganan WNI yang menjadi FTF, atau terduga teroris lintas-batas dari Indonesia ke Suriah.

“Saat ini, hal itu masih dibahas di Kemenko Polhukam bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk langkah tindak lanjut ke depannya,” ungkap Suhardi, di Jakarta, Senin (3/2).

Menteri Agama kemudian mengklarifikasi lagi pernyataannya, bahwa, Pemerintah melaui Menko Polhukam masih mengkaji rencana pemulangan itu.

Baca :  Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden ADB

“Tentu ada banyak hal yang dipertimbangkan, baik dampak positif maupun negatifnya,” kata Fachrul melalui siaran pers, Selasa (4/2).

Terkait itu, kata dia, pihak BNPT juga menyarankan pentingnya pembinaan terhadap WNI eks ISIS jika nantinya jadi dipulangkan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *