Gaza Dibombardir usai Kesepakatan Israel, UEA dan Bahrain

0
Israel, Bombardir, Gaza, Kesepakatan, Gedung Putih
Pesawat tempur Israel menembakkan rudal ke Jalur Gaza, Rabu malam, 16 Februari 2020. [Foto: Wafa via Al Jazeera]

LEAD.co.id | Militer Israel membombardir jalur Gaza melalui serangan udara, pada Rabu malam (16/9/2020). Serangan ini dilakukan usai penandatanganan kesepakatan antara Israel dengan UEA dan Bahrain.

Menurut, kantor berita Palestina (Wafa), pesawat tempur Israel menembakkan rudal ke sebuah situs di Beit Lahiya di jalur utara. Mereka juga menargetkan wilayah di Deir al-Balah, sebuah kota di Gaza tengah, serta sebagian Khan Younis di Gaza selatan. Tidak ada korban yang dilaporkan.

Hamas, kelompok yang mengatur Jalur Gaza memperingatkan bahwa, Israel “akan membayar harga untuk setiap agresi terhadap rakyat kami atau situs perlawanan dan tanggapannya akan langsung”.

Baca :  Diamkan Rencana AS, Erdogan Sebut Negara Arab Khianati Bangsanya

“Kami akan meningkatkan dan memperluas tanggapan kami sejauh pendudukan bertahan dalam agresinya,” katanya, seperti dikutip Al Jazeera dari kantor berita Palestina.

Tanpa menyebut faksi tertentu, kelompok Jihad Islam Palestina di Gaza mengatakan dalam menanggapi serangan udara Israel, “perlawanan” menembakkan roket ke Israel.

Sebelumnya, pada Selasa malam, setidaknya dua roket ditembakkan dari Jalur Gaza, salah satunya dicegat oleh sistem anti-rudal Iron Dome Israel, sementara yang lain menghantam kota Ashdod di pesisir Israel, melukai dua orang.

Roket tersebut ditembakkan bersamaan dengan penandatanganan perjanjian diplomatik antara Israel, Uni Emirat Arab dan Bahrain di Gedung Putih di Washington.

Baca :  Pertemuan OKI, RI Akan Cegah Rencana Israel

Tentara Israel menyatakan, telah melakukan 10 serangan udara terhadap posisi Hamas sebagai tanggapan atas roket yang ditembakkan ke Israel.

Langkah normalisasi oleh UEA dan Bahrain dengan Israel ini telah memicu demonstrasi di wilayah Palestina pada hari Selasa.

Warga Palestina memandang kesepakatan yang ditengahi AS sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan mereka.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan bahwa, kesepakatan tersebut tidak akan mencapai perdamaian di Gaza, Palestina sampai AS dan Israel mengakui hak rakyatnya atas sebuah negara.

“Perdamaian, keamanan dan stabilitas tidak akan tercapai di kawasan itu sampai pendudukan Israel berakhir,” pungkasnya.

Baca :  Pengadilan Israel Perintahkan Pembongkaran Masjid di Yerusalem Timur

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Al Jazeera dan Wafa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here