Gelombang Kerusuhan di Berbagai Daerah, Mahasiswa Ajak Memandang Jernih Persoalan Bangsa

oleh -223 views
Muhammad Azrin, Demonstrasi, Demo Istana Bogor

JAKARTA (Lead.co.id) – Gelombang demonstrasi yang merebak di berbagai daerah hari ini meninggalkan catatan serius bagi perjalanan demokrasi Indonesia. Benturan antara massa aksi dan aparat keamanan memang menimbulkan keresahan publik, namun di balik itu ada pesan yang lebih mendasar: rakyat tengah berusaha mencari kembali ruang representasinya.

Muhammad Azrin, Presiden Mahasiswa Universitas Binaniaga Indonesia periode 2024–2025, menegaskan bahwa apa yang terjadi bukan sekadar ledakan emosi sesaat. Menurutnya, kerusuhan hanyalah gejala dari krisis politik yang lebih dalam.

“Kita sedang berhadapan dengan persoalan representasi yang gagal dipenuhi. Partai politik tidak menyiapkan kader yang benar-benar berkapasitas mewakili rakyat di parlemen. Itu akar dari kegelisahan hari ini,” ujarnya.

Baca :  Konsolidasi, Puluhan Mahasiswa Evaluasi Kinerja Walikota Bogor

Meski demikian, Azrin mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan dengan cara yang tertib dan bermartabat. Baginya, demonstrasi adalah ruang untuk menyampaikan pikiran, kritik, dan harapan, bukan ajang untuk melampiaskan amarah.

“Kita tidak boleh membiarkan aspirasi luhur rakyat tereduksi menjadi keributan semata. Menjaga ketertiban justru akan membuat suara kita lebih didengar,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya melihat persoalan bangsa dengan nalar yang jernih dan perspektif persatuan. Menurutnya, konflik horizontal hanya akan memperlemah rakyat dan menguntungkan kelompok elite yang selama ini abai terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca :  APK Dirusak, Bawaslu Kota Bogor Minta Satpol PP Inisiatif

“Hari ini kita diuji. Apakah kita akan membiarkan perbedaan pendapat menjadi pemicu perpecahan, atau justru menjadikannya energi untuk memperkuat solidaritas kebangsaan,” tutur Azrin.

Dalam kesempatan ini, mahasiswa menegaskan bahwa mereka hadir bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan untuk menjaga kewarasan demokrasi. Aspirasi rakyat harus disampaikan dengan cara yang menguatkan, bukan merusak.

“Kami tidak menutup mata terhadap keresahan masyarakat. Tetapi perjuangan ini harus dijaga dengan tertib agar martabat kita sebagai bangsa tetap terpelihara,” jelasnya.

Azrin juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa ini dibangun oleh semangat persatuan, bukan perpecahan. Perlawanan terhadap ketidakadilan selalu lahir dari kekuatan kolektif rakyat yang bergerak bersama, tanpa kehilangan kendali.

Baca :  Minta Buka Draf RKUHP, Mahasiswa Bakar Ban di Istana Bogor

“Jangan sampai perjuangan kita terdistorsi oleh tindakan yang melemahkan, sebab sejarah menunjukkan bahwa perubahan sejati hanya lahir dari kesadaran kolektif yang terarah,” katanya.