Gempa Sukabumi: Beberapa Orang Terluka dan Puluhan Rumah Rusak

oleh -331 views
Bangunan Rusak, Gempabumi, Sukabumi, BMKG
Bangunan rusak akibat guncangan Gumpabumi di Sukabumi, Selasa (10/3/2020)

LEAD.co.id | Gempabumi tektonik M=4,9 yang mengguncang Wilayah Sukabumi pada hari Selasa 10 Maret 2020, pukul 17.18.04 WIB, menyebabkan puluhan bangunan rusak dan beberapa orang terluka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan, sedikitnya tiga warga mengalami luka ringan pascagempabumi bermagnitudo 4,9 di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Ketiga warga tersebut yaitu Hanna (Laki-laki), Mimin (Perempuan), dan Andi Maulana (Laki-laki) yang diketahui sebagai warga Kalapa Nunggal, Sukabumi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo juga merilis dari laporan BPBD Kabupaten Sukabumi bahwa, gempa tersebut menyebabkan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal, 2 unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.

Baca :  Penentu Awal Ramadhan, BMKG: Prakiraan Hilal 12 April 2021

Selain Sukabumi, BPBD Kabupaten Bogor juga telah memverifikasi bahwa terdapat rumah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Masing-masing 1 unit rumah di Desa Gunung Bunder, 1 unit rumah di Desa Cibunian, 6 unit rumah di Desa Purwabakti, 1 unit rumah di Desa Cibitung Kulon dan 1 unit rumah di Desa Pasarean.

Berdasarkan laporan, gempa terasa di sejumlah wilayah meliputi; Kota Bogor sekitar 4-6 detik, terasa sedang hingga kuat di Kota Sukabumi sekitar 4-5 detik, terasa lemah di Kabupaten Lebak, Banten dan terasa lemah di Jakarta sekitar 5-8 detik dan terasa sedang di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Baca :  Hatur Nuhun dan Harga Diri Samudera Tour D'Sukabumi

Sementara ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi telah menuju ke Kecamatan Kalapa Nunggal untuk melakukan kaji cepat. Menurut laporan, kendala sementara di lapangan adalah padamnya listrik di dua desa. Namun hal itu merupakan bagian dari prosedur keamanan yang dilakukan oleh PLN terkait gempa. Di sisi lain, TRC BPBD Kabupaten Bogor juga bergerak menuju ke Kecamatan Pamijahan untuk kaji cepat.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, pusat gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi pada pukul 17.18 WIB tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Baca :  BMKG : Siaga dan Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault).

Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Sumber : BMKG/BNPB

Reporter: A. Rojak
Editor : Fardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *