LEAD.co.id | Massa dari Gerakan Aktivis Nusantara (GENTAR) menggelar demonstrasi di depan gedung Pimpinan Pusat Bank DKI, JL. Suryopranoto, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020). Mereka memprotes kejadian pembobolan yang mengakibatkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2019, menurun secara signifikan.
Koordinator Gentar, Muqaddam mengatakan, berdasarkan data dan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, serta melalui kajian akademis yang dilakukan, Gentar menduga terjadi kejahatan Perbankan pada bank DKI yang dilakukan secara sistematis.
Pembobolan bank DKI ini, lanjut dia, diduga melibatkan oknum IT Bank DKI yakni “R” dan “U” sebagai satelment yang mengakibatkan kelemahan pada system automatic teller machine (ATM). “Kejahatan ini diduga dilakukan atas unsur kesengajaan yang merugikan negara hingga triliunan rupiah,” tambah Muqaddam.
Atas hal itu, dalam aksinya, massa dari Gentar menuntut agar mengungkap aktor intelektual pada bank DKI yang mengakibatkan defisit pendapatan anggaran daerah provinsi DKI Jakarta. Selain itu, Zainudin Mapa selaku direktur utama bank DKI harus bertangung jawab atas pembobolan bank DKI.
“Tangkap semua pelaku Kejahatan Perbankan yang di lakukan pada Bank DKI,” tegasnya.
Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, pungkas Muqaddam selaku koordinator Aksi, pihaknya akan menggelar aksi jillid II setelah melakukan konsolidasi kepada seluruh kampus di Jakarta.





