Gelar Demonstrasi, Ormas BBRP Minta Pemkot Bogor Bereskan Gank Motor

41
0

LEAD.co.id | Berawal dari kejadian pembacokan yang menimpa dua orang warga di wilayah Kecamatan Tanah Sareal beberapa pekan yang lalu akhirnya berbuntut panjang. Tidak kurang dari 500 anggota Ormas Barisan Benteng Raya Padjajaran ( BBRP ) datangi Balaikota Bogor untuk melakukan aksi damai untuk meminta kepada Pemerintah Kota Bogor turut serta dalam penanganan dan juga memperhatikan persoalan kasus itu, Senin (2/12/2019).

Seusai menerima perwakilan Ormas BBRP diruangannya untuk dilakukan dialog, Wakil Walikota Dedie A Rachim menyampaikan dihadapan ratusan Balad Padjajaran, terkait kasus yang menimpa dua orang warga dan termasuk dari anggota BBRP itu sudah dalam penanganan pihak kepolisian Polresta Bogor Kota.

“Mari kita serahkan seluruh proses kepada pihak kepolisian dan sesuai prosedur yang dijalankan kepolisian, dan berharap kepada seluruh anggota BBRP untuk tetap bisa menahan diri dengan menunggu penanganan dan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Dirinya menekankan, kita harus tunggu penanganan dari pihak polisi dan juga mengajak kepada semuanya untuk tetap menjaga keamanan lingkungan,” ucapnya.

Baca :  Tagih Realisasi Kinerja 1 Tahun, IMM Gerudug Kabupaten Bogor

Diwaktu yang sama, Ketua umum DPP BBRP Ki Atma Wirya menegaskan, bahwa wilayah Bogor khususnya sudah mulai tidak aman dengan keberadaan geng motor. Sudah sekian kali peristiwa menimpa warga hingga mengalami luka yang terkena bacokan senjata tajam, dan yang terakhir ini dua orang warga yaitu bapak dan anaknya dibacok oleh geng motor.

“Dengan keberadaan geng motor ini sudah sangat meresahkan dan kami meminta perhatian yang serius dari pihak Pemerintah Kota Bogor, ormas BBRP siap dilibatkan oleh Muspida Kota Bogor dalam melakukan pengamanan wilayah ataupun patroli rutin di Kota Bogor. Peristiwa pembacokan yang menimpa warga jangan dibiarkan begitu saja, pelakunya harus ditindak tegas karena Kota Bogor sekarang ini sangat rawan dan banyak warga biasa menjadi korban,” ungkapnya.

Baca :  Datangi DPR, Aliansi Mahasiswa Bogor Dukung Pengesahan UU KPK

Sekalipun sedang dalam tahap proses penanganan pihak kepolisian, Ki Atma mengaku bahwa pihaknya juga akan memonitoring dan mengawal kasus pembacokan itu hingga tuntas. Karena dua orang korban yang dibacok itu merupakan anggota BBRP juga, sehingga sebagai bentuk solidaritas inilah ormas BBRP meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap kasus tersebut.

“Saya juga meminta kepada pihak kepolisian juga untuk mengaktifkan kembali patroli rutin dan menyisir wilayah wilayah rawan dengan geng motor. Kota Bogor sebenarnya masuk dalam kategori rawan geng motor, jadi harus digerakan pengamanannya oleh pihak kepolisian. Jangan kalau sudah ada korban jiwa, baru dilakukan patroli, justru harus dilakukan sedini mungkin dalam meminimalisir serta penanganan yang serius,” tandas Ketua DPP BBRP yang didampingi oleh Sekjen Angga Satria serta ketua DPC Kota Bogor Umar Dani.

Baca :  Aksi Blokir Jalan, LKBHMI Tuntut Kapolres Kendari Dicopot

Setelah orasi dan perwakilan dari pihak ormas BBRP diterima oleh Wakil Walikota Dedie A Rachim kemudian menyampaikan semua tuntutannya, ratusan dari ormas BBRP meninggalkan area Balaikota Bogor dengan aman dan kondusif.(SM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here