Penertiban Jalan Dewi Sartika Diwarnai Tangisan Para PKL

54
0

LEAD.co.id | Sebanyak 200 lapak pedagang kaki lima (PKL) jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, berhasil dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Namun, penertiban ini diwarnai isak tangis para PKL yang tidak ingin lapaknya dibongkar.

Maria Manurung, salah satu pedagang yang mengaku lulusan Universitas ternama di Kota Bogor ini pun menyesalkan Pemkot Bogor membongkar lapaknya karena sudah puluhan tahun berjualannya. Atas hal itu, Walikota Bogor Bima Arya, dinilai yang hanya mementingkan tanaman atau kebun kota.

“Kalau saya tangapi, dengan program barunya pak Bima, saya hanya bisa tersenyum, apalagi ddngan menghiasi Kota Bogor, sementara di sisi lain, masyarakat kecil tertindas dengan lapak PKL kami dibongkar,” kata dia kepada tim redaksi LEAD.co.id, Senin (2/12/2019).

Baca :  Polisi Periksa Saksi Kekerasan Terhadap Aktivis
Para PKL jalan Dewi Sartika menangis saat lapaknya dibongkar Pemkot Bogor, Senin (2/12/2019).

Ia menjelaskan, dulu dirinya ini meminta kepada orangtuanya untuk meneruskan berjualan sepatu sandal. Lalu, dari jualan sepatu sandal, ia melanjutkan sekolah di perguruan tinggi, hingga lulus.

“Wajar kalau saya menolak, karena dengan berjualan saya bisa kuliah, hingga saya bisa memperkejakan orang untuk menjaga lapaknya, kalau saya disuruh pindah dengan membeli harga yang tinggi saya tidak mampu, bahkan tempatnya itu di lantai yang paling tinggi, nah nanti siapa yang mau belinya,” jelas dia.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor, Dedie. A Rachim mengatakan, Pedagang yang lapaknya sudah ditertibkan itu pun tidak dibiarkan begitu saja, melainkan di relokasi ke tempat yang lebih baik, yang sudah disediakan oleh Pemkot Bogor.

Baca :  Buntut Penahanan Angkot, Puluhan Supir Geruduk Dishub Kota Bogor

“Yang terdaftar ada 200 lebih PKL, yang sudah menempati puluhan tahun, dengan pendekatan yang dilakukan, peningkatan PKL menjadi pemilik kios di pasar, dengan dibantu program KUR dari beberapa perbankan, jadi bagian proses pencarian solusi penertiban PKL yang terkena dampak penertiban, yang nantinya lokasi ini akan dijadian alun-alun Kota Bogor,” pungkas dia. (Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here