GMKI Bogor Sesalkan Klaim Sepihak Bima Arya

oleh -295 views
GMKI, Klaim, Bima Arya, Omnibus Law
Para Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cupayung Plus saat demonstrasi Tolak Omnibus Law di sekitar Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (8/10/2020).

LEAD.co.id | Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bogor angkat bicara terkait kehadiran Wali Kota Bogor Bima Arya dalam aksi demonstrasi tolak Omnibus Law di depan Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (8/10/2020) kemarin.

Brian Samosir selaku Ketua GMKI Cabang Bogor menegaskan bahwa, tidak ada perwakilan mahasiswa dalam aksi yang menemui ataupun ditemui oleh Bima Arya. Hal itu merespon berita yang dirilis media Kumparan bertajuk “Bima Arya Bubarkan Massa Aksi Tolak Omnibus Law di Istana Bogor”.

“Tidak satupun pimpinan Kelompok Cipayung sebagai koordinator dari masing-masing organisasi yang ditemui oleh Walikota Bima Arya. Termasuk saya sendiri,” kata Brian melalui keterangan pers, Jumat (9/10/2020).

Baca :  Festival HAM 2021, Bima Arya Cerita Kebersamaan Guan Tjo dan Pak Oo 

Dia menjelaskan, pada hari Kamis (8/10) kemarin, GMKI Cabang Bogor yang tergabung bersama Kelompok Cipayung Plus melakukan aksi demonstarasi penolakan terhadap Omnibus Law. Aksi berjalan dangan cukup kondusif. Meski begitu, ada sebuah pemberitaan yang menyatakan Bima Arya hadir dan menghentikan aksi demonstrasi.

Laman resmi Pemkot Bogor menyebut, Bima Arya turut memantau aksi unjuk rasa mahasiswa yang melakukan penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Istana Bogor.

Selain melakukan pemantauan melalui CCTV di Balai Kota Bogor, Bima Arya juga terjun langsung dan berkoordinasi dengan Kapolresta Bogor Kota dan Dandim 0606/Kota Bogor di halaman Istana Bogor.

Baca :  Gereja GKPS Purwakarta Disegel, GMKI: Diskriminatif

Menurut Brian, pada waktu itu kelompok aksi memang akan membubarkan diri. Maka dari itu pihaknya meminta diberikan ruang untuk menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan aksi.

“Tiba-tiba, hari ini (9/10) saya dikirim link berita dan ternyata beliau ada disamping kami (dalam foto yang beredar) saat pembacaan tuntutan, yang kami sendiri tidak mengetahui kehadiran beliau,” lanjut Ketua GMKI Cabang Bogor.

Atas dasar itu, lanjutnya, GMKI Cabang Bogor memberikan klarifikasi, agar jangan sampai terbangun persepsi publik yang menganggap Walikota Bima Arya datang bak pahlawan menghentikan aksi demonstrasi yang diinisiasi Kelompok Cipayung.

Baca :  Puncak Hari Kesehatan, Bima Arya: Jangan Terkuras Terhadap Isu Pandemi

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *