BOGOR (LEAD.co.id) – Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Cabang Bogor mengajak organisasi kemahasiswaan untuk menjadi penggiat literasi keuangan. Hal itu disampaikan dalam momentum Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Hari Anti Korupsi Sedunia merupakan sebuah kampanye global untuk memerangi korupsi. Di Indonesia, korupsi telah menyerang fondasi lembaga-lembaga demokrasi dengan mendistorsi proses Pemilu, memutar-balikkan supremasi hukum dan menciptakan rawa-rawa birokrasi yang satu-satunya alasan keberadaannya adalah suap.
Merespon itu, Bendahara Pimpinan Cabang (PC) KMHDI Bogor I Gede Yoga Widnyana mengatakan bahwa, korupsi adalah fenomena sosial, politik dan ekonomi yang merusak institusi demokrasi.
“Korupsi adalah fenomena sosial, politik dan ekonomi yang kompleks yang mempengaruhi semua negara. Korupsi merusak institusi demokrasi, memperlambat pembangunan ekonomi dan berkontribusi pada ketidakstabilan pemerintahan,” paparnya.
Menurut dia, adanya “budaya” korupsi seperti itu karena kurangnya kesadaran masyarakat berinvestasi sosial dalam hal ini literasi keuangan.
Edukasi dan sosialisasi nilai-nilai anti korupsi sudah dilakukan oleh KPK dan mulai dilaksanakan oleh lembaga pendidikan dengan mengintegrasikan dalam pembelajaran tertentu, misal Pendidikan Kewarganegaraan, Agama, Ekonomi, dan lainnya. Namun, edukasi literasi keuangan masih dilakukan oleh pihak OJK bersama PUJK saja.
Dia menambahkan, edukasi mengenai literasi keuangan dan nilai-nilai korupsi merupakan salah satu bentuk investasi sosial untuk meningkatkan modal manusia Indonesia ke depan yang hendaknya dapat dilaksanakan juga oleh masyarakat dan dunia pendidikan.
“Saya mengajak seluruh bendahara agar menjadi bendahara yang amanah dan bertanggung jawab dan menjadi penggiat literasi keuangan. Organisasi harus menjadi lokomotif gerakan anti korupsi di kalangan millenial. Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia !,” pungkasnya.
Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

