Hipakad Peringati Hari Pahlawan dan Hari Jadi Museum Perjuangan

oleh -437 views
Hipakad, Hari Pahlawan, Museum Perjuangan

BOGOR (LEAD.co.id) – DPC Himpunan Putra-putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) melaksanakan upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-76 dan Hari Jadi Museum Perjuangan ke 64, pada Rabu (10/11/2021).

Upacara yang dilaksanakan di depan Museum Perjuangan, Kota Bogor ini diikuti oleh anggota Hipakad, ormas PSI 1922, PPM, FKPPI, P3AU, dan Padepokan Sunda Galuh Pakuan.

Ketua Hipakad Kota Bogor, Dede Suhendar dalam Amanat Upacara mengatakan bahwa, Museum Perjuangan Bogor merupakan wahana yang tidak boleh hilangkan sejarahnya untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Karenanya, kata dia, kebijakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) sebagai upaya peningkatan kualitas diharapkan mampu untuk memberikan visualisasi, pelaksanaan, aplikatif, melalui bagian mana saja yang bersejarah, salah satunya Museum Perjuangan Bogor.

Baca :  Mengingatkan Kepahlawanan Moehammad Jasin dalam Gaya Kepemimpinan Listyo

Dede juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mengikuti kegiatan ini, khususnya kepada seluruh anggota Hipakad Kota Bogor.

“Saya mengucapkan terima kasih khususnya Anggota Hipakad Kota Bogor yang ada di dalamnya, setiap pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan aman,” terangnya.

Hipakad, Hari Pahlawan, Museum Perjuangan

Menurut Dede, peserta kegiatan ini memiliki komdisi ideal dan mewakili sebagian besar wilayah serta dijadikan contoh bagi Jajaran Ormas lainnya dalam menghadapi perkembangan situasi, kondisi dan permasalahan di masyarakat yang semakin kompleks.

Sementara itu, Benyamin selaku Pengurus Museum Perjuangan menyampaikan agar mengumandangkan amanat para pejuang terdahulu kepada para generasi pejuang.

Baca :  Si Polisi Jujur Layak Jadi Pahlawan: Jenderal Hoegeng dan Keteladanannya yang Melegenda

“Kumandangkan lah kita sebagai generasi penerus sesuai dengan amanat para pejuang terdahulu. Pejuang sejati mengatakan beri aku darahku, matiku, untuk merdeka dengan ridho yang maha kuasa,” ujarnya.

Dia berharap, para generasi penerus agar tidak terlena dengan keadaan yang tidak bermanfaat. Selain itu, dia meminta mengokohkan langkah yang positif untuk membimbing generasi karena sekarang pendidikan sejarah sudah mulai tenggelam.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *