HNW Sosialisasikan 4 Pilar, Ibu-Ibu Kagumi Peran Ulama Bangun NKRI

oleh -199 views

LEAD.co.id | Ibu-ibu Kecamatan Johar Baru mengagumi perjuangan ulama saat memperjuangkan NKRI dan takjub atas besarnya hati dalam menerima konsensus bersama menjadikan “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai sila pertama Pancasila. Hal itu disampaikan usai menghadiri kegiatan sosialisasi 4 Pilar oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, di Kecamatan Johar Baru, Jakarta, Senin malam (10/2/2020).

Salah seorang ibu-ibu asal kelurahan Johar Baru, Rukdiati, menyampaikan bahwa ia kini lebih mengerti peran besar ulama dalam pembentukan NKRI. Ia merasa selama ini peran ulama cenderung tidak dimunculkan dalam buku-buku sejarah. Oleh karena itu, penting baginya slogan jas hijau terus dikemukakan.

Baca :  Kuatkan Mutu Kaderisasi dan Berperan Aktif Menjaga NKRI

“Pak Hidayat menyampaikan kepada kami bahwa tidak cukup dengan Jas Merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah), tapi juga Jas Hijau (jangan sekali-kali menghilangkan jasa ulama)”, ujarnya.

Melly Wijaya, ibu-ibu dari kelurahan Tanah Tinggi, menyatakan kekhawatirannya akan anak-anak zaman sekarang yang mungkin sudah lupa dengan sejarah. Oleh karena itu ia merasa sosialisasi 4 pilar dapat memahamkan kembali proses perjalanan bangsa hingga jadinya NKRI, termasuk peran besar ulama di dalamnya.

“Dari pemaparan Pak Hidayat, saya menjadi paham bahwa dulu NKRI ini tidak lepas atas perjuangan ulama”, terangnya

Baca :  Pimpin Wingday A-97, Kasau: Airmanship dan Attitude Faktor Utama Menjadi Perwira Sejati

Dalam kegiatan tersebut, Hidayat Nur Wahid menerangkan bahwa Ulama memang bukan satu-satunya yang berjuang membentuk NKRI, tapi peran besar Ulama dan umat islam tidak bisa ditiadakan begitu saja.

Ia menyampaikan, jangan sampai terjadi Islamopobhia karena mengira umat Islam tidak punya jasa pada Indonesia sehingga mereka dituduh dan dipojokkan. Tapi jangan juga Umat Islam menjadi anti terhadap dirinya sendiri (Indonesiaphobia). Menurutnya, Pancasila memberi kesempatan untuk menghidupkan kehidupan beragama, termasuk agama Islam.

“Dulu Ulama berjuang di garda terdepan, misalnya melalui resolusi jihad, untuk membela keutuhan NKRI. Oleh karena itu umat islam memiliki saham besar atas negeri ini dan jangan dituduh radikal”, tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *