Oleh: Dr Apendi Arsyad
Berita duka saya terima dan baca di beberapa WAG tadi malam (Rabu 19/5/2021) bahwa senior KAHMI kita, dosen kita dan guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University telah berpulang kerahmatullah untuk menghadap Sang Khalik Allah SWT dengan tenang dan damai, diketahui berita dukanya ada dan muncul di beberapa WAG. Beberapa menit kemudian, setelah almarhum menghembus napas terakhir pada pukul 20.13 Wib di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, dan tak berapa lama kemudian saya juga di WA japri dan sekaligus ditelepon oleh adinda Dr. Doni Yusri, MSc, Sekum MD KAHMI Bogor, mas Doni memberitahu bahwa sesepuh KAHMI Daerah Bogor telah wafat beberapa menit yang lalu. Terus terang saya sedih menerima informasi duka tersebut.
Sebagai hamba Allah SWT yang bertaqwa kepadaNya, barang tentu kita hanya dapat berucap sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Baqarah 156, yaitu bagi orang-orang yang apabila ditimpa musibah (seperti peristiwa kematian ini), mereka berkata :
Inna lillahi wa inna illahi roji’un
(artinya: sesungguhnya kami milik Allah, dan kepadaNyalah kami kembali). Hal ini merupakan, salah satu keyakinan ketauhidan kita selaku kaum mukmin-mukminat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Maha Esa, Allah SWT bahwa semua ciptaanNya di bumi yang bernyawa (makhluk hayati) pasti akan mati, dicabut nyawa oleh Malaikat Maut. Dan kita juga mengimani adanya kehidupan setelah mati yakni kehidupan akhirat dan hari kiamat, dimana setiap arwah manusia akan dibangkitkan dan suatu waktu akan menghadap Sang Khalik, Allah SWT di yaumilakhir nanti, dibangkitkan dari alam kuburnya (barzah), kemudian di hari kiamat nanti semua ruh manusia sebagai hamba-2 ciptaanNya dalam kuburannya pasti akan dibangkitkan dan dikumpulkan di padang mahsar, ditimbang amal-pahala dan dosa-2 atas segala perbuatannya di dunia. Pada hari akhirat nanti setiap individu aķan mengalami proses pengadilan (mizan) dan pembalasan serta penghisapan.
Itulah keyakinan akidah Islamiyah yang ada dalam otak dan hati (qalbunsalim) setiap kaum mukminin dan mukminat yang masih hidup di muka bumi ini.
Lebih jauh, kita yang mempercayai, apabila waktu kematian setiap insan itu tiba, sudah sampai ajalnya, maka peristiwa kematian tidak bisa dimajukan maupun ditunda sedikit pun. Dalam beberapa surat dan ayat dalam Al Quran dinyatakan .. setiap makhlukNya yang bernyawa pasti akan menemui ajal dan mengalami kematian. Pada beberapa ayat Al Quran yang lain, Allah SWT berfirman bahwa kapan waktunya dan dimana tempatnya peristiwa kematian itu, tidak ada satupun manusia yang tahu tentang kapan dan dimana wafatnya. Kematian itu adalah sunatullah yang bersifat ghoib, hanya Allah SWTlah yang maha tahu.
Kita hanya bisa pasrah, berserah diri hanya kepada Allah SWT yang Maha Agung (Allahuakbar) yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang (Bismillahirrahmanirrahiem), yang selalu memohon agar dianugerahi akhir hayat yang baik (husnul khotimah). Dengan peristiwa kematian ini yang merupakan sunnatullah, akan mengingatkan (eling) setiap diri kita yang masih hidup ini untuk selalu mempersiapkan diri dengan menunaikan sagala kewajiban dan menjauhi segala larangan yang diperintahkan Allah SWT, dan senantiasa berbuat kebajikan dengan menambang sebanyak-banyaknya pahala dan mengurangi bahkan menihilkan (zero) perbuatan dosa-2, sebagai bekal perjalanan panjang kehidupan akhirats kelak. Kita wajib percaya seyakin-yakinnya atas wahyu/firman Allah ini bahwa ada kehidupan akhirat pasti ada sebagaimana janji Allah dalam Al Quran. Durasi kehidupan akhirat menurut ayat-2 Al Quran tersebut waktunya lebih lama dan tak terbatas (unlimited) ketimbang usia manusia hidup didunia yang sangat terbatas (very limited).
Ada yang pernah mencoba “menghitung” perbandingan hidup di dunia dibandingkan hari akhirat, jika umur manusia di dunia hanya lk 70 tahun, berarti hidup kita hanya lk 8 jam jika dikonversi dengan waktu kehidupan akhirat. Karena terdapat dalam beberapa ayat dalam Al Quran (al surat As Sajadah)..” sehari lamanya di akhirat sebanding seribu tahun lamanya pada kehidupan di dunia..”. Kehidupan di dunia (alam fana) hanyalah sementara, hanya transit untuk menuju perjalanan panjang, sedangkan kehidupan yang kekal abadi (alam baka) adalah kehidupan akhirat setelah manusia wafat, tapi sayang banyak manusia alfa dalam memahami siklus ini, kecuali mereka yang berimtaq kepada Allah SWT.. Wallahua’lam bissawab.
Dengan berita duka wafatnya Bapak/dan Kanda Prof.AA Mattjik, sekali lagi mengingatkan kita selaku hamba Allah yang dhoip untuk bersiap diri, dengan gemar beramal terbaik agar bekal kita di akhirat kelak. Kita berupaya agar tidak mengalami defisit pahala dan surplus dosa (neraca pahala dan dosa defisit). Jika Itu yg terjadi, berarti pertanda kita menjadi orang yang merugi, dan akan masuk ke dalam golongan kiri yang wajahnya muram, gelap, dalam kesedihan yg kemudian menjadi calon penghuni neraka: Jahannam, yang penuh dengan penyesalan dan ingin kembali ke dunia untuk beramal walaupun sekejab, Allah SWT tidak mengizinkannya (baca Al Quran surat As Sajadah).
Sebaliknya dan atau seharusnya apabila kita mendengar dan menyaksikan peristiwa kematian, maka kita mengintrospeksi diri. Apakah memang yang kita cari dan kerjakan saat ini, semasa hidup dimana nyawa kita masih di kandung badan agar senantiasa mengupayakan secara maksimal berbuat kebajikan (amal sholeh) yang diridhoi Allah yang terus diusahakan diperbanyak ibadahnya untuk mendapatkan pahala dari Allah sebanyak-banyaknya. Hal ini sekaligus mereduksi perbuatan salah dan dosa sekecil-kecilnya, atau diupayakan dinihilkan dengan “taubatan nasyuha”, sehingga jika ajal menjemput, kita sudah berada pada suatu akhir yang baik (husnul khotimah). Inilah kecerdasan spiritual yang tinggi tingkatannya yang harus kita perjuangkan dalam hidup di dunia ini.
Dalam Al Quran dan hadist Rasullullah Muhamad SAW, banyak dijelaskan. Mereka yang gemar berbuat amal sholeh dan kebajikan antar sesama manusia; makhluk yang lain, manusia menjaga hubungan baik dengan Allah (hamlumminallah, hablumminnas dan hamblumminallami) semasa hidupnya di dunia, maka insyaAllah mereka itulah dalam kehidupan akhiratnya termasuk golongan kanan (orang-2 sholeh), orang yang beruntung. Wajah mereka berseri-seri (bercahaya), tetap muda dikelilingi bidadari yg cantik, yang hidupnya di yaumilakhir, penuh kenikmatan dan kesenangan karena hidup dimuliakan dalam Surganya Allah: Surgajannatunnaim.
Demikianlah sekelumit narasi (perspektif) siklus kehidupan manusia yang ada dalam ajaran agama Islam (Dinnul Islam, QnS), yang wajib kita yakini dan harus terus kita ingat-2 (eling) dan agar kita senantiasa lebih dekat dengan Allah SWT.
Dengan kepergian almarhum Bapak dan Kakanda Prof. AA Mattjik menghadap Allah SWT, hendaknya menjadi pembelajaran (ikhtibar) untuk kita agar selalu tetap ingat dan dekat dengan Allah SWT (zikrullah). Kita mendoakan, semoga Allah SWT menempatkan almarhum ke dalam golongan kanan, golongan orang-2 soleh penghuni SurgaNya Allah…Amiin-3 YRA.
Atas wafatnya bapak dan Kanda Prof.AA Mattjik, kita semua turut berduka cita yang mendalam atas kepergiannya untuk selama-lamanya. Kita sangat mengenal almarhum sebagai orang baik (khair, cerdas, ramah-santun), taat beribadah/menjalankan syari Islamiyah, vigur orangtua yang baik, seorang sosok pemimpin yang sukses mewariskan kebaikan. Semasa hidupnya, almarhum bekerja keras, profesional, berkeahlian dan mengamalkan iptek secara ikhlas, orangnya mudah bergaul dengan banyak kalangan, termasuk dengan saya yang masih yunior di masa itu. Jika diberi amanat, beliau melaksanakan sungguh tugasnya dengan penuh pengabdian dan berdedikasi tinggi, terutama dalam pengembangan pendidikan (refornasi kurikulum mayor-minor) dan pemberdayaan sosial untuk kemajuan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Karya pengabdian begitu banyak inovasi yang bersifat monumental, yang pernah almarhum lakukan dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan mutu pendidikan tinggi di Indonesia serta reformasi penguatan sistem organisasi dan kelembagaan IPB.
Sebut saja misalnya karya inovasi kepemimpinannya yg terukur, spektakuler dan membawa manfaat sosial hingga kini, seperti almarhum sukses merubah kultur (mindset) IPB dalam mensinergikan berbagai program dan aktivitas dikjar, risbang dan inovasi-bisnis. Walaupun waktu itu banyak ditentang sebagian elemen kampus, tapi beliau tetap jalan, konsisten, sehingga IPB menjadi pelopor BHMN PT yang memiliki Botani Square yang dikelola PT Bogor Life Science and Technology (BLST) yang kantornya diTecknopark Taman Kencana Bogor yang memiliki unit-2 usaha bisnis yg kian berkembang hingga saat ini. Saya tahu, karena waktu “kemelut” pengelolaan asset negara yang ada dan dikelola di PTN menjadi bentuk usaha bisnis sebagai sumber income generating belum populer dan bahkan kelembagaan hukum belum begitu terang. Ketika kepemimpinan IPB di era alm. Prof. AA Mattjik, sering terjadi protes/”demontrasi” mempersoalkan dan menggugat adanya perubahan “mindset”, cultural seperti itu mengapa bisa terjadi?.
Alhamdulillah saya waktu itu diminta untuk mengajak, memediasi dan menghubungi sahabat akrab saya yang ahli/profesor hukum (bapak Prof.Dr.H.Abdul Gani Abdullah.SH) yang kebetulan pernah menjadi Dirjen PerUU KemenKumHam RI dan terakhir kariernya Hakim Agung MA RI, beliau diminta bantuannya sebagai konsultan hukum dan “lobbist” untuk mencari terobosan dan solusi keabsaan landasan hukum terhadap perubahan status dan fungsi penggunaaan asset negara di IPB dari fokus sosial (nirlaba) mulai bergeser ke usaha-bisnis tersebut. Alhamdulillah berkat keteguhan hati, ketekunan dan kesabaran almarhum Rektor Prof.Dr.Ir H Ahmad Ansori Mattjik.MSc menghadapi semua kritik dan protes para aktivis BEM IPB tersebut, maklumlah suasana kebebasan mahasiswa di era pasca Reformasi. Akhirnya berhasil dijalankan pembangunan pusat bisnis Mal Botani Square di atas lahan bangunan TPB IPB doeloe di Br Siang Kota Bogor, dan bukti buah karyanya salah satunya diantaranya berdirilah institusi koorporasi bisnis PT. BLST IPB sebagai holding companynya IPB University, sebuah inovasi pioner yang pantas menjadikan kebanggaan Civa dan alumni IPB, yang banyak dicontoh modelnya oleh berbagai PT lain. IPB University tetap menjadi “trend setter dan exellence University”.
Jika ada yang bertanya, PTN (Universitas) mana yang memiliki “mal yang modern” sebagai pusat perbelanjaan dan bisnis?, ya hanya ada di IPB University yang punya mal “Botani Square” yang dilengkapi ruang konperensi bertarap internasional (ICC IPB), juga mal Sukasari. PTN yang mana yang memiliki karya inovasi yang terbanyak?, ya iPB lah sebagai pemenang satunya, dan termasuk IPB University berhasil meraih banyak penghargaan nasional dan bahkan internasional, diantaranya IPB University berhasil meraih penghargaan peringkat satu Pendidikan Tinggi (PTN dan PTS) terbaik se Indonesia versi Kemendiknas RI, dan banyak lagi prestasi-2 lain yg mendapat penghargaan hingga kepemimpinan Rektor IPB University mas Arif Satria sekarang, dipertahankan dan dikembangkan lebih progresif lagi.
Jujur kita berkata bahwa prestasi demi prestasi IPB University adalah akumulasi dari beberapa kesuksesan kepemimpinan Rektor sebelum dan sesudah Almarhum. Tapi mata rantai kesinambungan suksesi kepemimpinan IPB berjalan baik dan mulus. Itulah salah satu kebaikan almarhum bapak dan Kanda Prof. AA Mattjik.
Berdasarkan data, almarhum pernah memangku berbagai jabatan penting dan strategis di IPB. Pada posisi dan peran jabatan itu, beliau mendapat banyak pengalaman, mengerti dan paham perubahan lingkungan strategis, berani dan berhasil membuat keputusan-2 untuk menuju perubahan ke arah kemajuan IPB. Diantaranya jabatan yg pernah almarhum pangku yaitu sebagai Rektor IPB (2902-2007), sebelumnya Wakil Rektor IPB bidang Akademik, Dekan Fakultas MIPA, Wakil Dekan dan Ketua Prodi Statistika FMIPA IPB. Walaupun menjabat struktural IPB dan bahkan juga menjabat sebagai Komisaris dan Komut di PTPN BUMN-perkebunan/pertanian, serta sejumlah jabatan organisasi profesi di luar kampus. Saya mendapat informasi, peran dan fungsi pendidikan tidak beliau tinggalkan atau abaikan.
Beliau terus aktif mengajar dan membimbing melayani mahasiswa S1, S2 dan S3 IPB, dan almarhum telah meluluskan dan mencetak ratusan Sarjana, Magister dan Doktor yang kini mereka anak didikan almarhum berkiprah sukses di masyarakat. Hal ini membuktikan almarhum bapak AA Mattjik adalah dosen/ guru besar yang berdedikasi tinggi semasa hidupnya. Alm Bapak dan Kakanda Prof.AA Mattjik menekuni betul bidang keahliannya sebagai Dosen Biometrika di Bagian Biometrika Faperta IPB, yang sekarang telah berkembang menjadi Departemen Statistika Fakultas MIPA IPB sejak 1999. Almarhum AA Mattjik adalah salah satu kader dari ilmuan terkemuka Statistik Indonesia bapak Prof.Dr.H.Andi Hakim Nasution, Rektor IPB yang melegenda tersebut.
Alm. AA Mattjik, kuliah dan lulusan Jurusan Teknik Pertanian IPB (1965-1971), kemudian dilanjutkan pendidikan Magister di University of Minnesota USA di bidang statistika selama tahun 1975-1977 dan dilanjutkan pendidikan Doktor di Colorado State University USA di bidang Statistika Terapan selama tahun 1977-1980.
Sejak tahun 2000 alm. Bapak AA Mattjik menjadi Guru Besar bidang Biometrika. Almarhum telah menulis beberapa buku teks bidang keahliannya, yang saya tahu antara lain berjudul Perancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab (thn 2000); Pemodelan Additive Main-effect and Multiplicative Interaction (AMMI): Kini dan Ya g Akan Datang (thn 2011); dan Sidik Peubah Ganda dengan Menggunakan SAS (thn 2011), ketiga buku ini diterbitkan IPB Press.
Prof. AA Mattjik di kampus, semasa saya berstatus mahasiswa dan berkuliah di IPB adalah Dosen Statistik di TPB IPB thn 1980an. Mata kuluah Statistika tergolong ‘berat’ dan menjadi ‘momok’ serta ‘palang pintu’ bagi kami mahasiswa baru IPB, terutama yang berasal dari luar Jawa, seperti saya ini. Oleh karena itu jika berada di kampus, saya memanggilnya bapak Prof.Mattjik. Sedangkan di luar kampus, saya memanggil beliau Kakanda AA Mattjik karena beliau adalah salah seorang alumni HMI Cabang Bogor senior dan sesepuh yang memiliki perhatian yang besar terhadap program pengkaderan adik-2 HMI. Bahkan almarhum Kanda AA Mattjik pernah mendapat amanah dari musyawarah warga alumni
HMI, Korps Alumni HMI (KAHMI) Daerah Bogor, beliau terpilih menjadi Ketua MD KAHMI Bogor. Jadi sejak saya menjadi mahasiswa IPB dan ikut serta menjadi anggota, aktivis dan pengurus HMI baik di Komisariat, Cabang Bogor, Badko Jawa Barat dan PB HMI (1981-1988), konsekwensinya saya sering bertemu dengan beliau di sejumlah acara HMI dan Kahmi Bogor. Apalagi semasa amarhum sebagai Ketua Umum Korps Alumni HMI (KAHMI) Daerah Bogor, dan bersama saya, alm. Prof. Sjafri Mangkuprawira, alm. Prof. Soleh Solahudin, alm. Prof. Syarufudin Baharsyah, Prof. Sitanala Arsyad, Prof. Hidayat Syarif, Ir. H. Abas TS dll ikut mendirikan Yayasan Pengembangan Insan Cita (Yapic) Bogor.
Yapic memiliki misi untuk membantu penyediaan fasilitas sarana dan prasarana pengkaderan adik-2 HMI Cabang Bogor. Dalam kepengurusan Yapic saya diberi amanah dan kuasa menghadap notaris H.Azhar Alia.SH di Jakarta untuk pendirian Yayasan, kemudian ditunjuk sebagai Ketua Umum Badan Pengurus sejak didirikannya thn 1994, dan saya menjalankan tugas lk 22 tahun (1994-2016), Ketua Dewan Penasehat Yapic alm.Kanda Prof.Soleh Solahudin (Rektor IPB waktu itu), Ketua Dewan Pembinanya Kanda alm Prof.
Sjafri Mangkuprawira dibantu para anggotanya, diantaranya alm.Kakanda Prof. AA Mattjik, Kanda Ir.vH. Abas TS, Prof. Hidayat Syarif dan lain-lain. Selama menjalani tugas pengabdian di Yayasan inilah, membuat saya banyak kesempatan berinteraksi langsung dengan alm.Kanda AA Mattjik, terakhir kali ketika almarhum sakit sehari sebelum alm. masuk Rumah Sakit Mapadaya Tanggerang Banten untuk menjalani operasi (syaraf dan tulang belakang kejepit). Saya ke rumahnya menjenguk dan sekalian konsultasi untuk pemecahan permasalahan sistem kelembagaan Yapic Bogor.
Alhamdulillah alm. banyak memberikan pemikiran berupa saran dan nasehat, yang seharusnya saya jalankan. Sejak beliau telah menjalani operasi itulah derajat kesehatannya terus menurun, sehingga 2-3 kali ke rumahnya tidak berhasil bertemu muka, beliau sdg istirahat dan terkadang di RS sedang dirawat. Begitulah hubungan saya cukup dekat dengan almarhum Prof.AA Mattjik dalam mengemban tugas Yayasan, baik di masa jabatan Ketua Pengurus maupun di masa jabatan sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina YAPIC Bogor.
Terakhir komunikasi saya dengan beliau secara langsung (face to face), ketika bersilaturrahmi ke rumahnya, sehari sebelum beliau masuk Rumah Sakit Mayapada di Tanggerang, Banten. Setelah itu saya datang ke rumahnya lagi mengantar surat Ketua Pembina Yayasan Yapic Bogor bpk Ir. H. Abas TS tapi saya tidak bertemu, karena beliau masuk lagi dirawat di RS BMC Bogor. Namun saya dapat titipan surat dari beliau lewat ibu pembantu rumahnya. Isi surat alm.Prof.AA Mattjik berisikan sbb :
“..Saya nama A Ansori Mattjik, anggota Dewan Pembina YAPIC Bogor, …menyetujui pengunduran diri Ir.H.Abas TS sebagai Ketua Pembina YAPIC Bogor diserahkan kepada Dr.Ir.Apendi Arsyad.”,..begitulah bunyi surat ditulis tangan dan tanda tangan basah oleh almarhum, beliau dalam kondisi sakit. Surat tertanggal 21 April 2021.
Itulah amanat terakhir beliau yang sempat saya terima, dan beberapa hari kemudian saya sudah laporkan kepada bpk.Ir.H.Abas TS, dan tak berapa hari berselang Bapak dan Kakanda Prof.AA Mattjik pun wafat.
Saya mengenal alm. Prof. AA Mattjik sebenarnya sudah cukup lama, sejak saya kuliah di TPB IPB thn 1980. Saya semakin tahu dan mengenalnya dekat, ketika saya bertemu dan berkonsultasi dengan Ketua Pembina YAPIC Bogor Kakanda Prof.Dr.Sjafri Mangkuprawira (suaminya ibu Prof.Aida Vitayala Hubeis) di rumahnya jln Raya Gunung Batu 81 Bogor, untuk suatu urusan pengelolaan Yayasan (Yapic) yang tengah giat-2nya membangun Gedung Serbaguna Mahasiswa Islam (GSMI), jika ada sesuatu informasi penting yang segera diputuskan bapak Prof.Sjafri Mangkuprawira (Ketua SA dan atau GB IPB) selaku Ketua Pembina YAPIC Bogor selalu berkomunikasi dan menelepon Kakanda Prof.AA Mattjik (Rektor IPB, Ketua MD KAHMI Bogor waktu itu) untuk meminta saran dan pertimbangan beliau, selain Kanda Prof.Soleh Solahudin (Rektor IPB, Mentan RI era Presiden BJ Habibie) yang juga suka ditelepon bpk Prof.Sjafri. Saya menyaksikan sendiri begitu akrab, kompak dan harmonis hubungan mereka bertiga para senior KAHMI Bogor itu untuk menyiapkan fasilitas pengkaderan HMI. Mereka sering juga bermain golf di daerah Pasir Angin-Sentul Bogor bersama bpk Ir.H.Abas TS (Dirut Perhutani), dan saya suatu ketika pernah diundang di situ (rest area Golf) untuk membicarakan dan mengevaluasi proses pembangunan fisik GSMI-Yapic, dan penggalangan dana.
Alhamdulillah, salah satu hasilnya kepedulian dan komitmen almarhum kanda AA Mattjik yang patut disyukuri, YAPIC berhasil membangun komplek wakaf GSMI-Yapic di atas tanah wakaf seluas 2500 meter persegi di Desa Margajaya Kota Bogor Barat ke arah kampus IPB Dramaga Bogor. Letak GSMI persis disamping SMA BBS, di situ telah dibangun beberapa fasilitas dengan 2 gedung berlantai 2 untuk markaz/ sekretariat HMI dan KAHMI Bogor (ada ruang rapat, ruang tamu, ruang administrasi perkantoran) dan 10 kamar sebagai asrama yang penghuninya para aktivis-pengurus inti HMI Cabang Bogor, dan satu lagi gedung berhasil dibangun gedung Pusdiklat HMI Cabang Bogor berkapasitas 30-40 orang peserta diklat. Gedung Pusdiklat HMI Cabang Bogor wakaf dari kanda alm.Prof.Syarifuddin Baharsyah bersama istrinya ibu Prof.Hj.Yustika Baharsyah (keduanya mantan Mentan RI era bpk Suharto dan bpk Prof.BJ Habibie).
Alhamdulillah komplek wakaf GSMI-Yapic telah difungsikan oleh pengurus HMI Cabang Bogor sebagai pusat aktivitas pengkaderan adik-2 HMI, baik tingkat lokal, regional (Badko) dan bahkan pengkaderan tingkat nasional (PB HMI). Hal ini membuat HMI Cabang Bogor bermarwah dan bisa dibanggakan, karena salah satu cabang HMI yang memiliki sekretariat yang bagus dan modern. Ini berkat adanya dukungan yg serius dari Kakanda Prof. AA Mattjik dan para sahabatnya.
Demikianlah catatan singkat tentang sosok vigur kepemimpinan alm. AA Mattjik, jika di kampus saya memanggilnya Bapak Professor AA Mattjik karena beliau Rektor IPB, guruku dan dosen untuk mata kuliah Statistika, yang saya ambil SKSnya pada program S1 dalam semester 2 dan 3, dan juga statistika pada studi S2 saya. Juga beliau Rektor sewaktu saya berkuliah di Sekolah Pascasarjana IPB. Sedangkan diluar kampus IPB, saya memanggilnya almarhum adalah Kakanda (Kanda) AA Mattjik karena kami sama-2 pernah menjadi anggota HMI, tetapi berlainan angkatan dan jauh masanya periodesiasinya, dan kami banyak mengenyam kegiatan program pengkaderan Kepemimpinan (LDK, intermediate training dan advance training) di wadah organisasi kemahasiswaan ekstra universiter Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan setelah lulus IPB dan bekerja, saya sebagai yuniornya (Yunda) aktif dalam kepengurusan Korps Alumni HMI (KAHMI) Daerah Bogor, dimana alm. Kakanda AA Mattjik pernah menjadi Ketuanya KAHMI Daerah Bogor, memanfaatkan sela2 waktunya bertugas di IPB.
Pada hari Rabu malam tanggal 19 Mei 2021 sekitar pkl 20.13 Wib di RS Fatmawati Jakarta, sosok vigur Pemimpin yang amat kita hormati itu, yang sungguh telah banyak berjasa dan berkarya untuk kemajuan masyarakat-bangsa, negara dan agamanya, telah menghembuskan napas terakhirnya. Banyak hal berupa pola berperilaku kebaikan-2nya dan warisan karyanya yang patut kita suritauladani dan lestarikan untuk keberhasilan kehidupan di dunia yang fana ini untuk bekal pahala menuju hari akhirats.
Saya sependapat dengan Rektor IPB University, mas Prof. Dr. Arif Satria SP. MSi dalam sambutannya dalam acara pelepasan jenazah, bertempat di halaman kampus IPB University Baranangsiang Kota Bogor Kamis pagi (20/5-2021) yang menyebutkan sambil berkata tersendu-sendu karena kesedihan, bahwa alm. Prof. Dr. Ir. H. AA Mattjik, MSc adalah seorang sosok pemimpin yang visioner, open mind, pro-perubahan ke arah kemajuan, berientasi masa depan dan berani serta tegas dalam mengambil keputusan penting dan strategis untuk sebuah raihan kemajuan (progressif), serta mengayomi para yuniornya agar sukses mengemban amanah.
Kepemimpian almarhum mengikuti konsep dan ajaran kepemimpinan bapak pendidikan nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara..”ing ngarso sung Tulodo (di depan memberi contoh yang baik dan layak ditiru), Ing madio mbangun karso (apabila ditengah memberikan dorongan dan motivasi); tut wuri handayani..(mengikuti dari belakang dengan memberikan kekuatan.”). Itulah yang dirasakan oleh mas Prof. Arif Satria, Rektor IPB University melihat sosok vigur kepemimpinan alm.Prof.AA Mattjik, katanya semasa hidupnya beliau selalu memberikan energi dan aura positif baik ke samping kanan dan ke kiri, maupun keatas/kedepan dan kebawah/ke belakang sebagaimana isi dan makna konsep kepemimpinan Ki Hajar Dewantara, demikan kata Prof.Arif Satria dalam sambutan perpisahannya.
Beberapa yuniornya dosen IPB yg pernah dibimbing dan mendampinginya, juga sukses melanjutkan kepemimpinan alm.Prof.AA Mattjik, sebut saja seperti mas Prof.Dr.Ir.Herry Suhardiyanto,MSc Rektor IPB, sukses memimpin IPB 2 periode, yang menjadikan IPB sebagai kampus inovasi terbaik-terunggul di Indonesia, yang sebelumnya mas Herry adalah Wakil Rektor IPB bidang SDM, Keuangan dan Asset mendampingi Rektor Prof.AA Mattjik, selain itu kang Prof. Dr. Ir. Asep Seafudin MSc, GB Statistika FMIPA IPB, sukses menjadi Rektor Universitas Trilogi dan Universitas Al Azhar Indonesia di Jakarta, yang sebelumnya beliau kang Asep Saefuddin adalah Wakil Rektor bidang Kerjasama di masa kepemimpinan Rektor AA Mattjik, ada lagi Prof. Dr Yoni Kusmaryono Dekan FMIPA IPB, menggantikan almarhum, dan kemudian menjadi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB yang sukses mendampingi Rektor mas Herry, dan banyak lagi kader-2 almarhum yang lainnya yang sukses. Paling tidak ada beberapa orang inilah, ditambah yg lain, al spt kanda Prof. Chozin, add. Prof. Hermanto Siregar, Dr.Arif Imam Suroso (Warek) serta Kanda Prof Tridoyo Kusumastanto, Prof.Didik J Rahbini dkk di MWA IPB setahu saya, yang berperan membantu Prof.Herry dan almarhum bpk AA Mattjik sebagai “dream team” yg sukses mentrasformasikan IPB menjadi kampus yang kaya riset-inovatif dan pelopor sosio-enterpreunership di Indonesia.
Bapak dan Kakanda Prof. Dr. Ir H. Ahmad Ansori Mattjik MSc, yang lahir di Jakarta 26 Juni 1946, telah berpulang kerahmatullah, meninggalkan seorang istri tercinta Ibu Prof. Dr. Ir. Hj. Nurhayati MSc (Guru besar Prodi Lanscap Faperta IPB University) memiliki 2 orang anak, seorang anak putrinya bernama Mirna bermukim di USA, mendampingi suaminya berprofesi dosen di sana, dan seorang lagi Andri Badrudin sudah mendahuluinya, almarhum pada thn 1994 disebabkan musibah kecekaaan lalu lintas di kota Bogor.
Alhamdulillah almarhum Sang Professor AA Mattjik mempunyai generasi penerus, meninggalkan 4 orang cucu yang sehat dan cerdas, semuanya sedang bersekolah di Amerika Serikat, hingga kini, kakeknya pun wafat. Alm. Prof. AA Mattjik telah dimakamkan umum TPU Blender Kota Bogor, Kamis pagi 20/5-2021, beliau wafat dalam usia 75 tahun, letak makamnya persis berdampingan di sebelah pusara putra kandungnya Andri Badrudin bin Ahmad Ansori Mattjik.
Mari kita berdoa, diawali dengan membaca ulumul Quran Al Fatihah, semoga Allah SWT menempatkan arwah alm Bapak dan Kakanda Prof.Dr.Ir.H.AA Mattjik.MSc ditempatkan yang terbaik dan mulia disisiNya: Surgajannatunnaim dan husnul khotimah. Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan tawakkal kpd Allah SWT.. Amiin-3 YRA.
Allahu maghfirlahuu warhamhu Wa’afi’i wa’fuanhuu. Wassalam.
Penulis adalah Sekwanhat MD Kahmi Bogor, dan Wakil Ketua Pembina Yapic Bogor, Pendiri-Ketua Wankar ICMI Orwil Khusus Bogor; dan Pendiri-Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, serta aktivis HMI selama menjadi mahasiswa S1 IPB





