Inmemorial Mas Untung Wahono

0
Inmemorial, Untung Wahono, Apendi Arsyad
Pamflet Ucapan Belasungkawa kepada almarhum Ir H. Untung Wahono, MSi [File: KB PKS]

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Inalillahi wainna illahi rojiun… pagi ini saya baca WAG alumni IPB ada berita duka bahwa mas Ir H. Untung Wahono MSi (61 tahun 5 bulan), Selasa subuh tadi telah menghembuskan napas terakhir di ICU RS UI dengan tenang, setelah beberapa lama menderita sakit.

Saya, keluarga dan teman-teman alumni aktivis BKI IPB tentunya merasa kehilangan atas wafatnya almarhum. Saya turut berduka cita yang mendalam atas berpulang kerahmatullah sahabat/ikhwan kita mas Untung Wahono yang berakhlaq baik. Almarhum dengan saya atau kami pernah sama-sama menjadi aktivis dakwah kampus di BKI IPB tahun 1980-an.

Saya tahun 1981-1982 mendapat amanah sebagai Sekum BKI IPB salah unit UKM dakwah yang cukup berpengaruh di IPB, yang kemudian banyak melahirkan kader-kader dakwah Islamiyah yang cukup menonjol antara lain seperti alm bang Ir Idris Zaini MM, mas Dr H Suswono, Dr Nurmahmudi Ismail, Dr Adian Husaini, Dr Hasyim, Prof Ujang Sumarwan, almarhum Prof Ahmad, almarhum Drh Hasan Rifai, dan banyak lagi nama-nama beken yang lain.

Saya dengan almarhum cukup dekat dan akrab, mengenal almarhum mas Untung orangnya baik, taat dan disiplin menjalankan syariah agama (sholeh), tutur katanya halus dan lembut dan santun apabila berbicara sesuai kultur jawanya.

Almarhum pada tahun 1981 merupakan salah seorang peserta latihan kader dakwah (ldk) di masjid Salman ITB Bandung bersama saya dan kawan kawan. Selama hampir 5 hari kami digembleng oleh para ilmuan dan dai muslim ITB sebagai pemateri seperti alm Prof Ahmad Sadali, Prof Hermawan, Dr KH Miftah Farid, alm KH Rosyad Nurdin dll tentang aqidah Tauhid, syariah, muamalah dan metodologi dakwah Islam, yang belakangan setelah lulus dari IPB semua ilmu tersebut sangat bermanfaat dan mewarnai kehidupan serta kiprah kami di lingkungan masyarakat.

Baca :  Inmemorial Ir. H. Idris Zaini: Sosok Aktivis Dakwah Kampus IPB University

Almarhum mas Untung Wahono semasa hidupnya ssngat dikenal sebagai aktivis, pendiri dan politisi senior dari partai dakwah Islam PKS, sehingga alhamdulillah pernah duduk di parlemen sebagai anggota DPR RI. Di masyarakat selain beliau sebagai Dosen di UIKA Bogor, aktif berdakwah di tengah-tengah masyarakat dan bahkan terus bergiat dan berhikmat di Yayasan Pendidikan Dakwah Islamiyah yang memiliki beberapa sekolah, terutama yang saya lihat di dekat rumahnya sekokah PAUD buat anak balita. Sedang istrinya almarhum mbak Iim Rohimah juga aktivis sosial dan politik, terutama dalam membantu kaum dhuafah, dan pernah menjadi caleg DPR RI pada pemilu yg lalu, dan untuk dimaklumi bahwa almahum suaminya mas Untung pernah pula menjabat salah seorang petinggi partai sebagai Ketua Wantim PKS.

Atas wafatnya almarhum, mari kita bacakan ulumul Quran surat Al Fatihah.. semoga Allah SWT menempatkan arwah almarhum di tempat mulia syurga Jannatunnaim dan husnul khotimah. Amiin YRA. Kemudian keluarga yang ditinggalkannya mbak Iim Rohimah beserta keluarganya diberikan kesabaran, ketabahan, dan senantiasa bertawakkal kepada Allah SWT.

Sungguh berat memang ditinggal suami tercinta, yang telah memberikan kebahagiaan dan kasih sayang, yang tulus dalam bingkai keluarga sakinah mawaddah warohmah. Kini alm suami tiada lagi di tengah keluarga dan pergi untuk selama-lamanya, dan padahal 2-3 tahun lalu juga yang saya tahu bahwa mbak Iim mendapat ujian dari Allah SWT, dimana putra sulung tersayangnya Dr. Ir. Ismail Faruqi, MSc (menantu bpk Prof. AM Saefudin) ahli ITC lulusan salah satu Universitas di Jepang juga telah dipanggil Allah SWT Sang Pencipta dan Pemilik jagat raya beserta isinya untuk menghadapNya.

Tentu rasa sedih ditinggal orang-orang tercinta sungguh berat, menghadapi musibah yang tengah dihadapi. Tapi saya dan kita yakin dengan modal iman taqwa kepada Allah SWT dan paham akan sunnatullah, maka mbak Iim dan keluarga bisa menjalaninya dengan baik dan penuh ketenangan. Sekali lagi kita doakan semoga keluarga tetap tabah dan sabar dalam menerima ujian dan cobaan ini.

Baca :  Inmemorial Almarhum Endik Mawardi

Izinkan saya bercerita sekilas tentang kebaikan almarhum mas Ir.H. Untung Wahono.MSi dimasa-masa saya bergaul dan berinteraksi sosial dengannya.

Mas Untung yang saya kenal waktu itu adalah salah seorang mahasiswa IPB Jurusan Agromet Faperta IPB (skrg sdh berganti FMIPA IPB), beliau angkatan 16 masuk IPB thn 1979, setahun diatas saya (angkatan 17). Almarhum sering datang ke asrama mahasiswa IPB, Sanggar Felicia (SF) yang berlokasi di jalan Sempur 20 Kota Bogor, tempat tinggal saya sebagai salah seotang penghuni tetap asrama. Kehadiran mas Untung ke asrama selain untuk bersilaturrahmi sebagai aktivis ukm BKI IPB dan HMI Cabang Bogor, juga beliau mengikuti pengajian keislaman namanya kegiatan Copy Morning SF IPB dengan mengundang narasumber para mubaliq dakwah Islam terkemuka di Bogor, antara lain seperti alm ajengan KH Soleh Iskandar, almaehum KH Dadun Abdul Kohar, alm KH Hasan Basri, alm KH Istiqori, alm Prof Abdul Azis Darwis, almarhum Prof Supan Kusumamihardja, alm bpk Ahmad Djuwaini dll. Almarhum mas Untung rajin dan tekun mengikuti, menyimak materi-materi pengajian dari program Copy Morning SF IPB tersebut, yang digelar setiap minggu pagi. Juga terkadang beliau hadir dalam forum diskusi pada kegiatan diskusi study club Forum Latihan Muslim Intelektual (Folapmi) yang pernah saya pimpin di SF IPB, acaranya digelar pada malam hari di asrama.

Almarhum mas Untung yang saya kenal, orangnya juga rajin dan rutin membaca kitab suci Al Quranulkarim dan Hadist Rasulullah serta kitab kuning spt Riyadhus Shalihin karangan Imam Nawawi dll, dengan memahami arti dan maknanya.

Baca :  Renungan Bagi Para Koruptor dan Ingat Amanah Rakyatmu

Pada suatu ketika saya pernah berdiskusi dengan beliau alm. mas Untung di SF IPB, dan beliau saya kenal, kurang setuju dan bahkan menolak mempelajari buku-2 filsafat (karangan ilmuan kafir dan sekular), karena hal itu dianggap bisa menyesatkan pola pikir dan keimanan bertauhid, katanya. Begitulah sikap beliau diwaktu berstatus mahasiswa IPB, saya pun tidak tahu lagi kemudian, apakah sikap itu masih beliau pertahankan hingga akhir hayatnya ? wallahua’lambissawab..

Begitulah gambaran singkat sosok almarhum mas Untung Wahono, yg saya tahu begitu kuat komitmen dan ketaatannya (keislaman) terhadap pemahaman isi kandungan Al Quranulkarim, yang ajaran Dinnulislam diamalkannya sehari-hari dengan baik, bersungguh-sungguh, yang terrefleksi dari gaya dan pola hidupnya yang cukup sederhana, bersahaja dan penuh kejujuran serta keikhlasan untuk berhikmat dalam menegakkan syiar Islam di tengah kehidupan masyarakatnya secara konsisten. Almarhum seorang mujahid dakwah Islam yang berada di panggung politik nasional sebagai anggota parlemen di Senayan Jakarta, hal ini barangtentu patut kita jadikan suritauladan bagi mereka yang masih hidup untuk terus berjuang menegakkan “amar makruf nahi mungkar”.

Akhirulkalam, saya menyimpulkan bahwa almarhum mas Untung, insyaAllah adalah orang baik (khair) dan soleh, hidupnya lurus2 saja dan -bergaya hidup sederhana.

Selamat jalan mas Untung menempuh jalan keabadiannya, dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan menghadap Sang Khalik Allah SW yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang… Amiin YRA.

Mohon maaf apabila ada narasi ini yang kurang berkenan di hati para pembaca.

Penulis adalah Pendiri-Dosen/ Assosiate Professor pada Prodi Agribisnis Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, dan Aktivis Ormas di Bogor al. Kahmi, ICMI dll.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here