Mengenang 40 hari wafatnya Ibuku, Hj. Daranah Djamin Tercinta

oleh -489 views
Apendi Arsyad
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MS.i (Penulis di LEAD.co.id)

Oleh: Dr. Apendi Arsyad

Alhamddulillah, subhanallah…
Tepat pada hari Sabtu tanggal 3/4-2021 yang lalu, insyaAllah 40 hari wafatnya, berpulang kerahmatullah almarhumah ibuku (omakku), ino dan niniak Hj. Darana binti Djamin, yang tercinta dan kami sayangi. Acara 40 hari ini diisi dengan serangkaian acara tahlilan-Yasinan, dan doa, membaca surat Yasin dan juz ammah secara bergantian anak, cucu, cicit dan para menantu almarhumah ibuku di rumahnya di Desa Kp Baru (Bukik Gudang) Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau bagi mereka bermukim di kampung. Sedangkan mereka para dunsanak yang berada di perantauan, tahlilannya dan bertadarus dikerjakan masing-masing di rumahnya.

Ada acara tahlilan-Yasinan doa selamat, adalah sebuah tradisi budaya Masyarakat Melayu Cerenti yang “berlandaskan syarak dan kitabullah (QnS), yang dilaksanakan turun temurun. Event budaya religi ini sebagai wujud untuk mengenang dan mengingat jasa almarhumah Omak dan Ino (nenek) kami sekeluarga. Dan kami juga telah membuat sebuah buku mungil Yasinan bersumber dari Al Quran, dengan gambar ibuku yang cantik terpajang di cover buku Yasinan tersebut.

Baca :  Catatan Singkat Webinar Oligarki dan Pilpres 2024, Cides ICMI

Dalam buku kenangan itu, kami susun, diantaranya isi (content) kami muat silsillah keturunan alm. Hj. Darana binti Djamin dengan alm.H.Arsyad bin Kahar, suaminya dan ayah kami. Ibuku meninggal Rabu 25/2-2021, sedangkan alm. H. Arsyad bin H. Kahar berpulang kerahmatullah pada hari Selasa tgl 21/3-1971, jauh jaraknya.

Akibat wafatnya, saya bersama kakak dan.adikku.menjadi anak yatim. Tetapi peran ibuku luar biasa membesarkan dan mendidik kami, sehingga menjadi hidup seperti saat ini, alhamdulillah dapat dikatakan sukses melalui berbagai.kesulitan hidup.

Alhamdulillah alm.ibuku dapat juga dikatakan begitu “kaya” dan diberi rezeki yg cukup banyak. Orangtua kami memiliki anak, cucu, cicit dan cangkang yg banyak dan kian berkembang, ada lk 80-90 org cucu, 100-120 org cicit, dan 1 org cangga.

Baca :  Pengenalan Seputar ICMI dan Program Kerjanya

Jadi populasi the Arsyad Family sangat besar warganya. Oleh karena itu perlu diinventarisasi dan tercatat pada buku Yasinan tersebut.
Dengan adanya daftar nama dalam susunan Silsilah yang telah didokumentasikan tersebut, maka warga the Arsyad Family saling mengenal (taawun dan litaaropu) satu dengan yang lainnya dalam sebuah persaudaraan yang baik dan utuh, tidak bercerai-berai.

Anak keturunannya (zuriatnya) saling tahu dan kenal mengenal (taawun dan taaruf). Memang alm.ibu berpesan kepada kami agar kami hidup rukun dan saling tolong menolong. Inilah salah satu nasehat dari ibundaku Hj.Darana binti Djamin (106 thn) yang insyaAllah akan tetap kami amalkan.

Baca :  Paradox dan Anomali Sektor Pertanian

Mohon doanya buat orang tua kami yang sangat cintai dan sayangi, semoga Allah SWT menempatkan arwah almarhum ayah dan ibu (omak, ino dan niniak) kami berada di tempat mulia Syurga jannatunnaim. Amin-3 YRA.. Kami sangat berharap para Warga the Arsyad Family tetap hidup rukun, damai dan saling menolong antar sesama atas landasan ukhuwah Islamiyah dan Imtaq kepada Allah SWT. Syukron atas kerjasamanya, barakallah. Wassalam.

An. The Arsyad Family: H.Apendi Arsyad (Ciawi Bogor). Penulis adalah putra ke 8 the Arsyad-Darana Family

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *