Oleh: Apendi Arsyad
Syukron kmd Sepniwati, AMd dari Perawang Kabupaten Siak Sri Indrapura, Riau telah memposting narasi “Waspadai Hari Arafah”, dengan uraian penuh pesan-pesan moral, peningkatan kualitas iman taqwa kita kepada Allah SWT.
Kemudian selama ibadah wukuf di padang Arafah, apa-apa yang harus kita amalkan untuk kita memanfaatkan waktu beribadah wukuf dalam rangka menambang pahala dari Allah SWT.
Bagus postingan tersebut, untuk dibaca dan dipelajari guna menambah pengetahuan agama Islam (Dinnulislam) kita.
InsyaAllah juga pada sore hari nanti diperkirakan Jumat 8 Juli 2022, waktu besoknya berdasarkan kalender, yakni tanggal 9 Zulhijjah jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli 2022, merupakan hari raya Idul Adha 1443 H. Maka, bagi mereka yang berkesempatan menunaikan ibadah haji, kini sedang melakukan ibadah wukuf di padang Arafah sebagai salah satu rukun haji.
Sedangkan mereka tidak menunaikan haji, dianjurkan untuk berpuasa (shaum) Arafah, dalam upaya menambang pahala yang datang dari Allah SWT sebagaimana isi QnS, kemudian kita berusaha berbuat kebajikan dengan berinfaq, beramal sholeh karena Allah Taalah (Lillahi taalah).
Pada hari Arafah ini (pada tgl 9 Dzulhijjah 1443 H) semua jemaah haji berasal dari seluruh dunia telah wajib berkumpul di padang Arafah sejak siang dan sore kemaren.
Mereka berpakaian ihram (berpakaian jubah warna putih dan tanpa dijahit) berangkat dari Kota Suci Mekkah Al Mukarromah menuju padang Arafah dan harus tiba hari ini, dengan menempati tenda-tenda, berkemah yang telah disediakan dan diatur Panitia Hajji Pemerintah Saudi Arabia, sesuai dengan pembagian maktabnya negaranya masing-masing.
Untuk saat ini (thn 2022), pada suasana era pandemi Covid-19 dengan dilaksanakan pembatasan prokes pencegahan pandemi Covid-19, (era new normal) hanya diquota sebanyak 60 ribu orang calhaj (calon haji) dengan seleksi dan pengawasan yang sangat ketat. Barang tentu kepadatan jalan raya dan hunian kemah-kemah (camps) yang mengisi kawasan padang Arafah tidak begitu “crawded”, longgar-berjarak, dan hilir-mudik-derubkenderaan bus yang mengangkut jemaah haji di jalan raya pun tidak akan sepadat, sebising pada waktu hajji biasa, yang normal.
Aktivitas musim haji situasi normal, kota suci Mekkah / Masjidil Haram bisa menampung tamu Allah sebanyak 2.5 sd 3 juta orang jemaah hajji. Sebelumnya lk 2 tahun, tertutup akibat mewabahnya (pandemi) Covid-19 di seantero dunia, termasuk Arab Saudi.
Sejak kemarin dan hingga pagi hari pada tgl 9 Dzulhijjah 1443 H itu, menurut syariatnya jemaah hajji akan berkumpul di padang Arafah. Setibanya di tenda-tenda (camp) para jemaah wajib melakuan ibadah wukuf selama di padang Arafah, yang merupakan salah satu rukun haji.
Wukuf adalah berada di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah 1443 H (menuru kalendernya akan diperkirakan jatuh pada hari Jumat 8/7-2022) dari saat tergelintir matahari sampai waktu fajar tgl 10 Dzulhijjah. Wukuf dinilai syah, walaupun dilaksanakan hanya sesaat selama rentang waktu tersebut, akan tetapi diutamakan mendapat sebagian waktu siang dan waktu malam (Buku Pedoman Bimbingan Manasik Hajji dan Umrah, KBIH Syamsul Huda Al Amaliyah, Ciawi Bogor, 2013).
Kemudian waktu wukuf nanti telah tiba, diperkirakan Jumat tgl 8/7-2022 menurut kalander, pada malamnya, setelah selesai menunaikan ibadah wukuf, para jemaah hajji dari seluruh dunia berangkat menuju Mina, meninggalkan Arafah {Al Quran 2 (199)} Dugaan saya penyelenggaraannya, insyaAllah akan berjalan lancar, dan tidak akan berdesak-desakan (crowded), disebabkan anggota jemaah haji, jumlahnya sangat sedikit. Jika dibandingkan dengan kondisi berhaji pada delapan tahun lalu, sangat jauh berbeda.





