Covid 19 dan Ketahanan Masyarakat di tengah Pandemi

0
Apendi Arsyad, Kasih, Sayang, Ibu
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi (Pendiri-Dosen Assosiate Profesor pada Prodi Agribisnis UNIDA Bogor, Konsultan dan Aktivis Ormas di Bogor)

Oleh: Dr. Apendi Arsyad

InsyaAllah pagi ini Ahad 3/1-2021 mengawali gerak tahun baru 2021, Forkom IKKS kembali menggelar webinar dengan topik sebagai judul tulisan saya ini. Kita menyambut baik kegiatan webinar ini, agar kita tahu persis pososi dan kondisi eksisting mengenai wabah corona virus (covid) yang tengah terjadi di Riau, khususnya kawasan Rantau Kuansing dari nara sumber juru bicara Covid 19 Provinsi Riau.

Walaupun terkadang kita mendapat informasi tentang data korban pandemi Covid 19 dari pemberitaan resmi Pemerintah dan sebagai di medsos secara umum, tidak terinci. Ada webinar Forkom IKKS se Indonesia ini hendaknya bisa memberikan informasi yang jelas selain data korban yg konon katanya semakin meningkat. Kita juga berharap adanya informasi yang clear tentang apa-2 saja langkah-2 dan tindakan Pemerintah lokal bersama Tokoh masyarakat/Ormas-2 dan LSM (NGO) untuk mencegah dan menanggulangi pandemi Covid 19 di rantau Kuansing. Juga yang tak kalah pentingnya sejauhmana program-2 bantuan sosial dari pemerintah Daerah dan Ormas/LSM untuk membantu rakyat kecil (kelas menengah ke bawah) yg rentan dan terdampak pandemi Covid 19, terutama dalam masalah sosial-ekonomi keluarga.

Saya melihat nara sumber dari Pejabat Pemda Riau dan atau dari Pemkab Kuansing dari sisi pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak ada dalam acara webinar ini. Apalagi kita akan membicarakan tenyang “Ketahananan masyarakat terhadap pandemi.Covid 19”.
Berbicara tentang ketahanan masyarakat sangat memungkin kita membahas dalam berbagai sudut pandang (perspektif).

Kita sudah tahu bahwa dampak pandemi Covid-19 memang luar biasa akibat negatifnya dari semua bidang dan sektor kehidupan, terutama sektor kesehatan dan ekonomi menjadi “lumpuh”, yang kemudian merembeskan ke sektor-2 kehidupan lainnya. Dampak negatif yg amat terasa adalah angka-2 kematian dan terkontaminasi (OTG) semakin meningkat.

Baca :  Arab Saudi Kembali Buka Penerbangan Internasional

Fenomena pandemi Covid mengglobal, semua negara baik negara maju, berkembang dan terbelakang terkena wabah ini. Yang.menarik para elite pemimpin negara maju, pemimpin berkelas dunia, regional, nasional.dan lokal terkena Covid 19. Ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi Covid 19 tidak satupun orang bisa menentukan, termasuk ahli virologi sekalipun. Vaksin anti covid 19 ada beberapa sudah ditemukan, tetapi banyak juga diskursus keefektifan vaksin dalam penanggulangan virus. Bahkan berita terakhir ini, virus Covid 19 bermutasi lagi ke dalam bermacam turunannnya.

Sebelum setahun lamanya pandemi Covid 19 terjadi, tetapi dampak buruknya terhadap perekonomian negara-2 di dunia termasuk Indonesia tengah berlangsung, dimana pertumbuhan ekonomi 2-3 kuartal negatif, sehingga resesi ekonomi terjadi di sejumlah negara. Pengangguran bertambah-tambah, membengkak dan daya beli masyarakat menurun drastis, serta bisnis dan investasi tersendat-sendat. Kebijakan lockdown, PSBB dll terpaksa diambil, penerapan protokol kesehatan mencegah dan menanggulang pandemi Covid 19 diterapkan.

Masyarakat wajib mematuhi pola adaptasi hidup yang baru (new normal) dengan hidup bersih dgn mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer, memakai masker dan menjaga jarak, serta “dilarang” berkerumun (social distancing). Warga masyarakat dilarang keluar rumah, dan kantor Pemerintah dan Swasta mengharuskan bekerja dengan pembatasan-2 sesuai protokol kesehatan Covid 19. Bahkan untuk tetap menjadi produktitas pada sektor tenaga kerja formal terpaksa bekerja dan belajar di rumah (work and learn from home/wfh and lfh). Wfh dan lfh membuat pusat-2 keramaian seperti pasar, mal dan sekolah-2 menjadi sepi, sehingga mobilitas manusia dan barang-2 terganggu. Kondisi masyarakat dari dampak pandemi Covid 19 membuat berbagai permasalahan sosial di masyarakat menjadi komplek dan rumit.

Salah satu aspek yg dibahas dalam webinar ini, sejauh mana kesiapan dan ketahanan masyarakat masyarakat menghadapi pandemi Covid-19?

Baca :  Paradox dan Anomali Sektor Pertanian

Saya ingin berkontribusi pemikiran dalam forum Webinar ini dengan menampilkan artikel saya yg pernah beredar dan terpublish di beberapa medsos. Saya mengusulkan untuk menciptakan ketahanan masyarakat terhadap pandemi Covid 19 yang perlu dilakukan secara personal dan kolektif adalah sbb:

1. Banyak-2lah minta ampun kepada Allah SWT (astaghfirullah), karena selama ini kita dan ummat manusia banyak yg beperilaku ingkar akan ayat-2 Allah: kafir, munafik, musrik dan fasik. Kita dan mereka telah banyak membuat kerusakan di muka bumi, sehingga Allah SWT menjatuhkan musibah dan azab, seperti yg pernah juga diberikan dan dialami kepada para zholimun ummat-2 terdahulu dalam beberapa abad yg lalu, baca kitab suci Al Quranulkarim, peristiwa pengikut nabi Nuh, Ayub, Luth, Suaib, Musa (bani Israil) versus Firaun, dan banyak lagi yg lain dalam sejarah ummat manusia (SM dan Masehi).

Walaupun kita pernah membaca dan mendengar ada teori konspirasi tentang munculnya Covid-19 tetapi cara berpikir tersebut hilangkan saja, itu kontra produktif karena keyakinan beragama kita Islam, juga ada pemahaman bahwa semuanya kejadian di alam ini Tuhan Allah yang Maha Mengatur; takdir datang Allah; dan

2. Kita harus dan wajib berikhtiar sekuat tenaga dengan mematuhi Peraturan-2 dan Kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah (Ulil Amri) diantaranya mematuhi protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid 19 seperti yg saya sebutkan cara-2 diatas. Dengan kata lain kita sebagai warga negara Indonesia yg baik harus mau dan mampu hidup normal baru (new normal society) dengan tetap menjaga ketenangan batin (tidak panik), dalam suasana hidup dan bekerja di rumah (WFH) dengan melakukan hal-2 yang kreatif dan inovatif untuk mengisi waktu luang bersama keluarga di rumah.

Baca :  Paguyuban Batacigor Bagikan Nasi Box Gratis

Soal pola adaptasi berperilaku dalam masyarakat era “new normal” saya punya kiat-2 seperti artikel yg pernah saya tulis yaitu beribadah yang rajin dan tepat waktu dengan anggota keluarga di rumah (sholat berjemaah), menata tanaman pekarangan yg indah berestetika, membaca kitab suci Al Quran (bertadharus) dan baca terjemahannya/pahami dengan benar dan hayati kandungan isi firman Allah tsb, membaca buku-2 yang bermutu dan menulis artikel hasil perenungan dan refleksi, menyisihkan sebagian rezeki untuk berbagi dengan tetangga dan kerabat/dunsanak (berinfak dan bersedekah), tetap berkomunikasi dengan para sahabat secara online (WAG) dan atau virtual dengan bahasa-2 yang positif dan edukatif, menyiapkan dan menyempurnakan materi kuliah, memberikan kuliah virtual karena memang profesi saya dosen, narsum webinar, bersilaturahmi di resto-2 yg urgen dgn sahabat tapi patuh protokol kesehatannya utk menghilangkan kejenuhan di rumah, menyetel TV mendengarkan tausyiah dakwah Islam; dsb.

Alhamdulillah saya dengan berbagai kesibukan tersebut, kita tetap produktif dan bermanfaat bagi lingkungan keluarga dan masyarakat, serta hiduppun tenang (tidak panik) menghadapi wabah Covid 19 bahkan bisa “lupa” akan hal itu. Karya tulisan yg saya karang di masa pandemi Covid 19, alhamdulilah sudah hampir mencapai seratusan artikel, dan lk 40-50 % terpublikasi media online (Lead.com id dan Amanahnews.com.id). Untuk jelasnya para Sahabat silakan baca postingan 2-3 artikel saya berikut.

Demikian terima kasih atas perhatiannnya dan selamat Webinar Forkom IKKS untuk menimbah ilmu pengetahuan untuk kebaikan kita bersama, syukron, barakallah. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua dan terhindar dari penyakit akibat pandemi Covid 19. Amin-3 YRA.
Wassalam..

Dr.Ir.H.Apendi Arsyad,MSi (Pendiri-Dosen/Assosiate Profesor pada Prodi Agribisnis Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L dan Aktivis di beberapa Ormas di Bogor dan Nasional)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here