Inmemorial Sahabat Kita Dr. Elis Dihansih

0
Inmemorial, Sahabat, Elis Dihansih
Pamflet ucapan belasungkawa atas meninggalnya Wakil Rektor I Universitas Djuanda, alm. Dr. Ir. Elis Dihansih, M.Si [File: LLDikti Wilayah IV]

Oleh: Dr. Apendi Arsyad

Innalillahi wainnaillahi rojiun. Saya beserta keluarga turut berduka cita atas berpulangnya kerahmatullah Sahabat kita yang baik dan santun ibu Dr.Ir.Elis Dihansih MSi (Dosen TNK Faperta dan kini juga sebagai Warek Satu bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIDA Bogor).

Saya agak kaget, terperanjat dan sedih membaca isi WAG dari teman-2 dosen Faperta UNIDA, dimana kawwn-2 mengucapkan belangsungkawa bahwa tadi malam Selasa 12/1-2020 di RSUD Ciawi Bogor ibu Dr.Elis Dihansih dirawat, beliau telah menghembuskan napas terakhir dengan tenang.

Alllahumaghfirlaha warhamha Wa’afiiwa’fuanha..
Kita doakan, semoga Allah SWT menempatkan arwah almarhumah disisiNya yg terbaik Surjannatunnaim dan husnul khotimah. Amin-3 YRA. Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dsn bertawakal hanya kepada Allah SWT.

Sungguh saya pribadi sebagai dosen ‘senior’ (pendiri) Universitas Djuanda (UNIDA) thn 1986, sangat merasa kehilangan seorang sosok yg ramah, santun, baik hati telah mendahului kita; dan bersedih satu persatu teman-2 seperjuanganku telah mendahului kita. Beberapa hari lalu bpk. Dr. H. Komari SH.,MH salah seorang arsitek pendiri Fakultas Hukum (FH) UNIDA Bogor, juga berpulang kerahmatullah di rumahnya kawasan Condet Jakarta, dan jauh sebelum mantan Dekan Faperta UNIDA bpk Dr. Reky Wicaksono, dan ibu Ir. Mira Suprayatmi berusia muda dan energik serta baik hati, juga mendahului kita.

Belum hilang kesedihan terhadap alm bpk Komari, pagi Selasa ini tgl 12/1-2021 saya membaca lagi khabar duka di WAG Faperta, kolega kerja saya, dosen senior Faperta UNIDA Bgr ibu Dr.Elis Dihansih meninggal dunia. Tentunya mendapat berita duka tersebut rasa sedih dan duka kita semakin bertambah-tambah, menyelimuti kita warga UNIDA. Hal ini semakin mengingatkan dan menyadarkan kita bahwa proses regenerasi dosen di kampus bertauhid UNIDA sdh mutlak segera dilakukan, demi menjaga keberlanjutan institusi pendidikan tinggi itu, yang pernah kami bidani lahirnya. Karena sdh semakin terasa di usia kami dosen senior rata-2 berkepala 60an dan telah bertugas rata-2 diatas 30 tahun, tidak bisa dipungkiri estafet kepemimpinan seharusnya telah dilaksanakan.

Baca :  Inmemorial Alm. Ibu Astuti Rais Ahmad

Izinkan saya membuat narasi mengenang sahabat kita ini. Almarhumah Dr. Elis Dihansih Dosen PNS dpk UNIDA memdapat tugas sebagai Dosen Tetap Program Studi Peternakan (TNK) Faperta UNIDA sekitar tahun 1990an. Ketika saya sebagai Wadek (1,2 dan 3) Faperta thn 1988-1994, ibu Dr. Elis telah berhikmat dan berjibaku untuk pembinaan dan pengembangan prodi TNK baik sbg dosen tetap maupun sbg Ketua Prodi TNK bersama teman-2 lainnya.

Saya catat prestasi beliau bersama kawan-2 team kerja Dosen yg solid untuk proses evaluasi akademik dan akreditasi pertama kali oleh Dikti Kemendiknas ketika itu, alhamdullilah sukses mendapatkan predikat Akreditasi prodi TNK peringkat baik (B). Bahkan ketika beliau melanjutkan tugas struktural sebagai Dekan Faperta pada periode berikutnya (2004-2009) setelah Dekan bpk Dr. Dede Kardaya dan sebelumnya saya sbg Dekan Faperta (1999-2001) peringkat akreditasi Prodi TNK tetap baik. Bahkan ketika almarhum mendapat amanah sebagai Warek 1 bidang akademik dengan Rektor bpk Dr. Dede Kardaya prodi TNK melenjit prestasi akreditasinya menjadi Sangat Baik (A). Jujur saya berkata, ini tentunya tidak terlepas dari sentuhan tangan halus dan hasil kerja keras ibu Dr.Elis Dihansih almarhum. Semoga semua almarhum selama hidupnya menjadi amal soleh yang melapangkan kehidupannya di alam kubur, alam barzah dan akhirats.. Amin-3.YRA.

Sewaktu saya mendapat amanah sbg Warek 3, Warek 1 dan pernah juga sebagai Direktur Program Pasca Sarjana UNIDA (thn 2002-2010), saya mencermati cara kerja dan dedikasi almarhum Dr.Elis Dihansih, beluau adalah salah seorang mitra kerja saya (dream team) yang baik. Almarhumah banyak memberikan pemikiran-2 yang positif, inovatif dan konstruktif yang beliau berikan selama mengabdi di Universitas Djuanda Bogor.

Baca :  Presiden Jokowi Lantik 12 Dubes LBBP untuk Negara Sahabat

Sepuluh tahun terakhir dimana saya sdh “pensiunan” dari jabatan struktural, mundur dari jabatan Warek Satu thn 2010, sekarang mengajar dan membimbing mhs saja, terkadang menulis. Frekwensi bertenu dgn almarhum amat jarang. Tapi dari kejauhan, saya berusaha melihat dan mengamati sekilas pengabdian alm. ibu Dr. Elis orangnya cukup sibuk, dan melanjutkan estafet kepemimpinan pengembangan bidang Akademik UNIDA. Dr. Elis Dihansih bersama koleganya ” the Four person of dream team from Faperta UNIDA” yakni bpk Dr.Dede Kardaya (Rektor), Dr.Elis Dihansih (Warek Satu), Ir. Himatul Miftah MSi (Warek Tiga) dan Dr.Setiyono (Warek “4” bidang ITC), dimana yg saya sebutkan nama-2 ini personal yang pernah bekerjasama dengan saya membesarkan Faperta, dan Saya diberi amanah sebagai Wadek Faperta UNIDA tahun 1999 dst.

Berkat kerja keras almarhumah Dr.Elis Dihansih bersama kawan-2, dan juga saya kenal baik almarhum merupakan salah satu sosok pemikir dan tergolong dosen yang tidak banyak bicara (bicara seperlunya) agak “pendiam” dan banyak bekerja, tetapi jika kita ngumpul-2 almarhumah Dr.Elis terkadang masih bisa bercanda, menebar senyum dan tertawa-tawa, jika para dosen berkumpul santai di ruang dosen. Artinya almarhumah masih sering tersenyum dan tertawa bersama kawan-2 seperjuangannya. Hal yang sungguh terkesan dengan kepribadiannya, almarhumah pandai memasak dan cukup sering makan-2 di Fakultas dengan suguhan masakan ibu Dr. Elis yang enak dan lezat. Jika kami beecanda, sering saya guyonan bersama teman-2 dosen dan staf TU Faperta bahwa karena ada dosen Elis yang pintar (jago) memasak, kita sebutkan ibu Dekan Kuliner atau Fakultas “Kuliner”, almarhum ibu Elis pun tersenyum renyah.

Baca :  Tujuh Negara Sahabat Berikan Kepercayaan ke Presiden Jokowi

Jadi wajar kiranya karier jabatan strukturalnya terus meninggi, terakhir beliau almarhum menjadi Warek Satu.membidangi tugas akademik (jika tak salah thn 2016-skrg, menggantikan Dr. Endin Mujahidin sekarang Rektor UIKA Bogor) dengan agenda kerja yg cukup padat. Akhir-akhir ini karena kesibukan almarhum dengan tugasnya yg berat, saya pun jarang bertemu, kecuali terkadang bertemu di arena pesta/resepsi perkawinan anak-2 teman Dosen. Terakhir saya mengobrol sebentar ketika pesta putri ibu Dr. Arifah Rahayu, saya melihat beliau fisiknya agak mulai berubah kesehatannya mulai “menurun”, beliau ada keluhan kesehatan penyakit maag. Maaf saya spontan beri saran kepada almarhumah waktu itu, agar berupaya kurangi ritme kegiatannya, usahakan bekerja rileks (kendalikan stress) dan jangan banyak pikiran serta kurangi hidup dibawah tekanan (underpressure) etc.

Saya pun tidak tahu lagi perkembangan berikutnya, dan tidak bertemu lagi, hingga Dr.Elis Dihansih orang yang saya hormati berpulang kerahmatullah menghadap Tuhannya Allah SWT yang Maha pengasih dan Maha Penyayang untuk beristirahat selama-lamanya.

Selamat jalan Sahabat, menghadap Sang Khalik dan Sang Pemilik langit, bumi dan seisinya dengan tenang dan damai. Kami ikhlas melepas dan mendoakan sahabat kita yg baik, almarhumah Dr.Elis Dihansih ditempatkan Allah SWT ke dalam golingan orang-2 Solehah. Amin-3 YRA. Wassalam..

Saya dan Keluarga yang berduka, Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi, Sudarijati Arsyad, SE., MSi dan anak-anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here