Site icon LEAD.co.id

Inmemorial Ustadz Tengku Zulkarnain

Inmemorial, Tengku Zulkarnain, Apendi Arsyad

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Innalillahi wainna illahi Rojiun..
telah berpulang kerahmatullah ustadz Tengku Zulkarnaen, pada Senin malam ini (10/5-2021) menjelang magrib/buka shaum 28 Ramadan 1442 H. Saya baru terbaca berita duka tersebut setelah sholat isya dan dilanjutkan sholat terawih berjemaah bersama keluarga di rumah. Kemudian saya buka beberapa WAG juga memberikan hal yang sama bahwa Sang Ustadz terkenal dengan isi dakwah Islamiyah yg bernas dan kritis merespon perkembangan dinamika ummat Islam Indonesia, kini beliau telah wafat meninggal alam fana ini untuk menghadap Sang Khalik Allah SWT.

Saya sungguh merasa terkejut dan sedih membaca berita duka seperti yang tertulis di.sejumlah WAG ….”telah berpulang kerahmatullah ustadz Tengku Zulkarnaen
di RS Tabrani Rabb Kota Pekanbaru,..”,

Demikian informasi yang sempat saya baca di media sosial-WA, yang disampaikan dr.Diana Tabrani, yang dikutip beritanya breakingnews, medsos Selasar Riau. Almarhum seperti yg diberitakan terkena Covid 19 selama beberapa hari dan dirawat di RS Tabrani Pekanbaru Riau.
Dengan membaca berita yang menyedihkan ini, saya dan kita hanya bisa berucap:

Innalilahi Wa inna Ilahii Rojiun..(sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali, QS Al Baqarah ayat 156).
dengan dilanjutkan membaca ulumul Quran ..Al Fatihah… seraya berdoa, semoga Allah SWT menempatkan arwah almarhum Al Ustadz Tengku Zulkarnaen di tempat mulia di syurga Allah SWT, Surgajannatunnaim, dan semoga almarhum husnul khotimah. Tak lupa kita mendoakan, keluarga yang ditinggal wafat diberikan kesabaran dan tawaqqal illallah..Amiin-3 YRA.

Wafatnya ustadz kondang yang sering kita lihat memakai sorban dan berbaju gamis putih, ketika beliau bertausyiah di TV, arena lapangan yg ditayangkan di sejumlah media sosial, kini telah tiada. Hal ini memberikan pelajaran (ikhtibar) kepada kita manusia makhluk Allah yang masih hidup, pastilah akan menyusul.

Setiap orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT telah meyakini sebagai ayat-2 Allah dalam Al Quran bahwa firman Allah itu pasti benar adanya bahwa ” setiap makhluk yang bernyawa pasti akan menemui dan mengalami kematian”. Kita yang masih hidup di dunia yang fana ini hanyalah menunggu waktu dan giliran kapan waktu dan dimana tempatnya, di darat, di laut, di darat atau di bagian bumi Allah lainnya tidak ada satu
pun manusia yang tahu. Peristiwa kematian setiap makhluk adalah bersifat ghoib, hanya Tuhan Allahlah semata-mata yang tahu.

Kita hanya diingatkan untuk bersiap diri dengan berbekal iman dan taqwa kepada Allah SWT. Iman meyakini ajaran Tauhid (laillahaillah) dan mempercayai Rasullullah Muhammad SAW (Muhammadar Rasullulah), percaya pedoman hidup Al Quran sebagai wahyu Allah SWT, percaya para Malaikat pesuruh dan pembantu Allah, percaya hari akhirat (termasuk hari dan peristiwa Qiamat) dan berkeyakinan adanya takdir (qada dan qadar). Hamba Allah yang mukmin menjalankan semuanya ajaran Dinulislam dengan bertaqwa hanya takut kepada Allah dengan menjalankan.segala yang hak yang diperintahkannya dan menjauhi segala larangannya. Hamba yang mukmin sejati terpancar dari wataknya gemar beramar makruf dan nahi mungkar secara berkeseimbangan yang terkadang terpaksa berseberangan dengan kebijakan regim Pemerintah yg tengah berkuasa. Almarhum inilah salah satu sosok ulamanya yang memerankannya.

Apa yang saya ungkapkan mengenai sistem norma dan nilai-2 keislaman seperti yang tertuang dalam Al Quran dan As Sunnah, saya melihat dalam sosok vigur ulama Al ustadz Tengku Zulkarnen ini tersimpan karakter tersebut. Selama ini saya dan kita sering mengikuti ceramah-nya beliau yang viral di media sosial, dan juga dulu Al Ustadz sering aktif tampil diundang di siaran Indonesia Lawyer Club (ILC) asuhan wartawan senior terkemuka bang Karni Ilyas (siarannya sdh almarhum itu).

Ustadz Tengku Zulkarnaen hadir di acara ILC mewakili tokoh ulama dari MUI Pusat karena memang beliau adalah salah seorang pengurus MUI Pusat.

Terus terang, saya adalah salah seorang pengagum ceramah-2 dari Al Ustadz Tengku Tanjung selama ini..Ketika saya mendengar uraian-2nya kandungan isi Al Quran dan Al Hadist kita yang mendengarkan tercerahkan, tergugah, terbuka wawasan keislaman yang kontektual dengan persoalan dan problematika ummat dan bangsa, insyaAllah kita menyimaknya semakin meningkatkan izzah untuk menjaga marwah ummat Islam Indonesia jangan sampai terpinggirkan (marginal).

Terlebih lagi ustadz Tengku Zulkarnaen, beliau seorang ulama yang intelek (cerdas) keturunan Ulama besar Nusantara yang sangat paham dan mengerti sejarah perjuangan ummat Islam Indonesia dengan pengorbanan para ulama dan santri dalam merebut dan menegakkan kemerdekaan seperti yang sering dia sampaikan. Dengan uraian ceramahnya itu, kita sebagai ummat muslim meyakini bahwa kita adalah anakkandung bangsa Indonesia, warga Indonesia asli, selain warga mayoritas juga berkewajiban mempertahan produk warisan “maha karya” dari para leluhur kita, yang namanya NKRI. Dengan ceramah beliau kita semakin sadar bahwa kita warga nusantara yang berasal dari kerajaan2-islam Nusantara yang begitu besar peran para sultan dan para raja-2 Melayu se nusantara dari Aceh hingga Papua bahkan kerajaan melayu Islam juga tersebar pengaruhnya di beberaoa negara di benua Asia dan Afrika (Madagaskar).

Dalam suatu ceramahnya almarhum Ustadz Tengku Zulkarnaen mengingatkan kita sebagai kaum muda-generasi penerus bangsa bahwa tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah kontribusi dan jasa besar para ulama dan santri merintis, menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan RI.
Almarhum Ustadz Tengku Zulkarnaen memiliki jiwa dan semangat nasionalisme religius yang sangat kuat. Dari uraian ceramahnya yang sangat mendalam itu, beliau senantiasa mengungkapkan sejarah pergerakan dan mengemukakan bahwa munculnya gerakan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia untuk mendirikan dan menegakkan NKRI berkat adanya kepepoloran Organisasi Islam yang lahir jauh sebelum event Proklamasi Kemerdekaan RI tgl 17 Agustus 1945, Ormas Islam tersebut antara lain seperti Muhammadyah, NU, Persis, MatulAnwar, Al Irsyad, Tarbiyah, Husbulwathan, Al Wasiyah, dan banyak lagi yang lain yang bermunculan di seluruh daerah wilayah Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Dengan mendengar materi-2 ceramah agama yang kontektual dengan dinamika sejarah nasional Indonesia, membuat kita sadar dan peduli NKRI adalah rumah kita yang harus kita rawat dan kita lestarikan, jangan sampai bubar dan hancur (ambyar).

Materi tausyiah almarhum Ustadz Tengku Zulkarnaen yang begitu berkesan dan sangat menarik pesan-2 moralnya adalah beliau mengingatkan kita semua akan bahaya ideologi komunisme (kaum ateis) yang pernah diusung Partai Komunis Indonesia (PKI). Sejarah pemberontakan PKI di Indonesia, peristiwa berdarah sebelum Proklamasi, peristiwa Madiun, G 30 S PKI di Jakarta, pernah beliau tuturkan dengan gamblang dan mudah dicerna ummat Islam Indonesia, ceramah yang beredar dan viral di media sosial itu mengingatkan akan bahaya laten dan manipest komunisme dan sekularisme-liberal, jangan sampai bangkit lagi di Indonesia.

Materi-2 ceramahnya almarhum ustadz Tengku Zulkarnaen seperti yang didengar di medsos (WA, Yortube dll).sangat relevan dan dibutuhkan ummat dan bangsa yang pro NKRI yang berideologi dan berfalsafah Pancasila, yang kini ada berbagai gejala dan tanda-2 bangkitnya new PKI dan new Nasakom yg gagal itu mulai muncul ke permukaan dan wajib diwaspadai seperti arah kiblat politik negara dan bisnis cenderung berat ke RRC, munculnya usulan RUU HIP yang telah digagalkan menjadi UU di DPR RI, adanya wacana Pancasila dirubah menjadi Trisila-kemudian diperas lagi menjadi ekasila (gotong royong), Sila Ketuhanan yang Maha esa ingin diganti “Ketuhanan yang berkebudayaan”?, hilangnya prasa agama di dalam dokumen Roadmap pendidikan nasional, perubahan kurikulum yg mengabaikan pendidikan agama dan Pancasila, memusuhi ulama dan tokoh umat dengan memberikan stigma dan tuduhan terpapar radikalisme dan intolerans, upaya penyimpangan penulisan buku sejarah nasional (tokoh komunisme muncul sedangkan pahlawan muslim hilang spt KH Hasyim Asari, Lafran Pane dll), terakhir ini muncul pula kebijakan penggabungan program pembangunan pendidikan, kebudayaan dan riset menjelma menjadi institusi “BRIN” yang disinyalir merupakan upaya deHabibiesasi, dan sejumlah isu-2 lainnya yg merugikan ummat Islam, dsb. Hal-2 tersebut direspon secara cerdas oleh Ustadz Tengku Zulkarnaen dalam berbagai materi tausyiahnya.

Almarhum Ustadz Tengku Zulkarnaen adalah salah seorang ulama yang kritis, cerdas, humoris, berjiwa seni suara-bisa memetik gitar sambil bernyanyi, dan berani bicara lugas dan
lantang sesuai karakter etnis Melayu-Medan/Deli (egaliter dan demokratis) mengenai sejumlah gejala-2 sosial politik yang bermunculan belakang ini yang membahayakan ummat, bangsa dan negara (NKRI). Almukarrom Al-ustadz Tengku Zulkarnaen yang saya tahu adalah ulama yang sangat paham bahaya komunis dan almarhum semasa hidupnya sudah menempatkan dirinya “perisai”, ummat Islam Indonesia, salah seorang pemimpin laskar jihat dari unsur ulama untuk setia menegakan NKRI dari ancaman bahaya gerakan anti agama dan anti Pancasila.

Akan tetapi sayang ketika ummat dan bangsa ini sedang membutuhkan vigur, sosok- tokoh ulama yg inspiratif dan membangkit kesadaran dalam mewaspadai dan menangkal gerakan laten dan manifest komunisme di wilayah NKRI, dan Al Ustadz ini pun berpulang kerahmatullah. Kita sangat merasa kehilangan, dan penuh harap dan berdoa, semoga Allah melahirkan para ulama pengganti yang sekelas seperti almarhum di negeri ini, yang paham ilmu sejarah, punya sikap yang jelas dan tegas dalam berjuang dan berani bicara dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar. Save Dinnulislam dan Save NKRI berdasarakan Pancasila dan UUD 1945.

Demikian inmemorial sosok seorang ulama panutan yang kritis dan pemberani, yang telah meninggal kita buat selama-lamanya untuk bertemu dengan Tuhannya Allah SWT. Selamat jalan Al Ustadz dengan penuh kedamaian menuju keabadian. Allaahum maghfirlahu waarhamhu Wa’afi’i wa’fuanhuu… Wabillahit taufiq walhidayah wr wb
Wasallam..

Penulis adalah Pendiri ICMI, Ketua Dewan Pakar ICMI Orwilsus Bogor

Exit mobile version