Ismatul Hakim : Rommy Prasetya Kader NU Tulen

oleh -384 views

LEAD.co.id | Sejak kepemimpinan Rommy sebagai ketua Ansor Kota Bogor, Ansor dan Banser menjadi besar, bahkan bisa membuat sejarah perayaan akbar Hari Santri Nasional. Hal ini menjadi modal sosial besar bagi Rommy untuk bisa meningkatkan lagi pengabdiannya kepada masyarakat menjadi pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) di kota Bogor dengan baik dan benar sesuai tuntutan zaman. 

NU sendiri harus di pimpin oleh kader NU tulen, yang jelas jenjang kaderisasi nya seperti PMII dan Ansor. Sosok Rommy sendiri  sudah tidak diragukan lagi ke NU anya yang mana jelas latarbelakang mampu membesarkan PMII di masa nya dan Ansor berjuang membawa nama baik temen-temen organisasi NU. Komitmen kedepan agar PMII dan Ansor menjadi pusat penyemaian kader-kader NU selanjutnya.

Baca :  Perusahan asal Prancis Sebut Trem Layak di Kota Bogor

Ismatul Hakim sebagai mantan ketua PCNU dikota bogor menyampaikan dan  memberi suport kepada Rommy untuk bisa memimpin NU kedepan nya. Agar NU kedepan lebih besar lagi. “Saya berharap, sekarang pencalonan harus lebih terbuka. karena dilihat waktu saya ketua PCNU kota Bogor saya tidak pegang kuasa karena NU bukan otoritas kekuasaan,” terangnya.

Menurutnya, PC NU harus berani menjadi persemaian dengan calon-calon yang mampu dan mau, seperti Rommy. Bukan sekedar mau saja, tapi perlu juga orang-orang yang punya kemampuan mumpuni agar NU nya besar, jadi ketua NU orang yang harus punya jalur-jalur pengalaman kepemimpinan juga di lapangan yang kuat seperti PMII dan Ansor.

Baca :  Meski Diguyur Hujan, Relawan CTC Tetap Bersih Bersih Lapangan Sempur

“Saya yakin, Rommy sendiri baik sekali untuk bisa membesarkan NU karena pernah menjabat sebagai ketua PMII di jamannya dan Ansor di kota Bogor,” kata dia.

KH. Ismet juga mengatakan Tidak ada alasan masih muda, sekarang orang jadi menteri aja umur nya 30 an, bahkan Rommy udah 40 tahun ya, saya saja jadi ketua NU kota bogor umur 28 saat tahun 1986-1990. Yang paling penting PCNU jangan otoriter nunjuk sana-sini karena NU bukan milik pribadi”, ujar KH. Ismatul Hakim yang juga mantan Ketua Umum PP LP2NU PBNU tahun 1994-1999. (AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *