Jadilah Caleg yang Produktif

0

Oleh : Ryanti Suryawan

Partai Politik (Parpol) adalah sebuah wadah Demokrasi, ajang kompetisi calon legislatif dimulai dari sirkulasi Parpol. Dimana, baik buruknya sebuah Demokrasi terletak pada kualitas parpol, sejauh mana peran parpol dalam menyiapkan calon legislatif dan menyeleksinya agar dapat dipilih rakyat untuk menjadi Wakil Rakyat.

Parpol sangat berperan dalam mengkaji dan merumuskan ideologi partai kepada caleg calegnya agar ditawarkan kepada konsituen agar dipilih dan menjadi wakil rakyat, dan dapat menjalankan amanah rakyat dan bertanggung jawab bila nanti terpilih dan diharapkan juga dapat menjaga marwah partai. Karena parpol adalah jembatan demokrasi antara rakyat dan negara. Untuk itu parpol peserta pemilu diharapkan dapat meyakinkan masyarakat untuk memilih caleg calegnya dengan menawarkan visi, misi dan program dan juga calon yang mempunyai rekam jejak serta intergritas.

Baca :  Kontroversi Omnibus Law

Didalam demokrasi perwakilan, kehadiran anggota legislatif sangat berarti dan penting, mengingat fungsi dari sebuah lembaga yang mempunyai fungsi legislasi, anggaran, serta pengawasan yang berkonstitusionalisme, untuk itu jangan pernah menganggap enteng sebuah visi misi serta program dari para caleg.

Caleg dengan program dan visi misi ini telah diatur dalam UU no 7 tentang pemilu dimana setiap caleg diwajibkan mempunyai visi misi serta program partai sebagai salah satu bahan atau materi kampanye, akan tetapi yang terjadi saat ini kebanyakan para caleg melaksanakan kampanye pribadi dan mengabaikan visi misi serta program partai. Lalu mengapa ini semua bisa terjadi, Apakah karena rumusan dari visi misi terlalu umum yang berisi preskripsi ideal suatu negara.

Baca :  Demokrasi Elektoral di tengah Pandemi COVID-19

Caleg terkadang tidak memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat, dan ini terlihat dari caleg yang tidak mempunyai kemampuan untuk menjawab setiap persoalan yang dihadapi konstituen, seperti kemiskinan, pengangguran, harga kebutuhan yang melambung lalu semua permasalahan masyarakat ini dapat diselesaikan dengan cara formulasi program seperti apa?

Persoalannya sebagaian besar calon anggota DPR dan DPRD ini tidak melalui proses perkaderan, tidak sedikit yang maju dan menjadi caleg adalah kader karbitan yang tentu tidak memahami ideologi partai, dan tidak sedikit pula caleg ini berfikir bila suara dapat dibeli sehingga yang ditawarkan bukan visi misi atau program partai akan tetapi uang dan bahan pokok.

Persoalan diatas dapat diselesaikan dengan cara para caleg menyusun rencana program yang dapat ditawarkan kepada pemilih serta para caleg diharapkan dapat melaksanakan program partai yang ditawarkan kepada masyarakat untuk itu para caleg diharapkan faham ideologi partai agar dapat menyelaraskan antara visi misi dalam materi kampanye.dan tidak lagi hanya mengkampanyekan dirinya semata tanpa melibatkan visi misi serta program partai. Dan kedepan diharapkan agar ada regulasi untuk para caleg menyerahkan visi misi serta program kerja pada saat mendaftar ke kpu dan diharapkan parpol untuk menyeleksi caleg caleg dalam kaderisasi agar terhindar dari caleg karbitan yang tidak faham visi misi serta ideologi partai.

Baca :  Polemik RKUHP dan UU KPK

Oleh Ryanti Suryawan
Penulis adalah Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here