Jatim Institute Minta Tindak Tegas Warga yang Berkumpul

oleh -514 views
Jatim Institute, Corona, Yudo Adianto Salim
SekJend Jatim Institute, Yudo Adianto Salim, SH., M.H.

LEAD.co.id | Jatim Institute merespon maraknya penyebaran Virus Corona (COVID-19) di Wilayah Jawa Timur (Jatim). Pihaknya menyatakan mendukung aparat kepolisian menindak tegas warga yang masih berkumpul dalam kerumunan berjumlah besar.

“Mendorong aparat kepolisian untuk menindak tegas pada masyarakat yang masih ‘keluyuran’ atau berkumpul dengan jumlah besar didalam waktu tertentu, untuk menekan penyebaran virus corona yang sekarang sedang melanda indonesia, khususnya di Jawa Timur,” tegas SekJend Jatim Institute, Yudo Adianto Salim, SH., M.H. kepada LEAD.co.id, Sabtu (21/3/2020).

Pernyataan Jartim Institute ini sesuai dengan arahan Pemerintah, agar sementara masyarakat tinggal di rumah guna menekan dampak penyebaran Covid-19 yang semakin hari semakin bertambah korban.

Baca :  Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah Terkait Penanganan Corona

“Tentunya, peraturan dan himbauan pemerintah adalah untuk menyelamatkan masyarakat dari ganas nya virus ini yang sudah masuk di indonesia,” kata Adi, sapaan akrabnya.

Dengan adanya kumpul-kumpul masyarakat dengan jumlah yang besar,lamjut dia, tentu peluang penyebaran virus ini juga semakin besar. Sehingga, semakin banyak yang terdampak virus ini, efeknya juga semakin besar. Karenanya, dia mengaku tidak ingin virus covid-19 ini menyebar secara massif akibat kumpul masyarakat dalam jumlah yang banyak.

Pihaknya mengibaratkan, misalnya ada demonstrasi dengan jumlah massa 200-300 orang, lalu dari pihak aparat pengamanan ada 200 orang juga, jika dalam massa aksi tersebut ada yang positif terkena corona, lalu menyebar, maka berapa jumlah yang terdampak?.

Baca :  Cekal Corona, DMI hingga Balai Kota DKI Dipasang Body Chambers

“Karena virus corona ini ada juga yang mengalami tidak ada gejala atau tanda-tanda terkena virus ini,” terang dia.

Lebih lanjut, Adi juga mendukung himbauan Menko Polhukam Mahfud MD mengambil langkah tepat, mendorong aparat kepolisian menindak hal-hal yang dianggap perlu. Untuk itu, dia mengharapkan peran pihak Kepolisian, khususnya di Jawa Timur, segeramenindak masyarakat yang masih “ngeyel” untuk berkumpul dan keluyuran dalam jumlah besar atau banyak.

“kami juga menghimbau masyarakat, Khususnya di Jawa Timur untuk tetap di rumah dan selalu menerapkan gaya hidup sehat dengan selalu menjaga jarak (social distance) guna memperkecil ruang gerak virus ini. Serta untuk menunda semua hal-hal yang berbau kumpul dengan jumlah banyak dan besar,” imbau Adi.

Baca :  PSI Minta Wali Kota Bogor Dirawat di RS Rujukan Pemerintah

Selain itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan patuh serta membantu semua pihak yang bekerja keras dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19.

Hingga berita ini diturunkan, sudah ada 450 orang dinyatakan positif terkena virus covid-19 di indonesia. Sedangkan di Jawa Timur, update terbaru (21/3) positif Covid-19 berjumlah 26 orang.

Reporter: Hasannudin
Editor : Fardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *