Jawaban Cerdas Sang Imam Penghafal 100 Ribu Hadits Terkait Maulidan

oleh -960 views
Jawaban, Cerdas, Imam, Hadits, Maulid

Oleh: Abdurrachman Asy Syafi’iy

Pertanyaan :
Apa hukum amalan maulid Nabi di bulan rabiul awal ? apakah yang demikian itu terpuji atau tercela ? yang mengamalkan dapat pahala atau tidak.?

Jawaban :
ﻋﻨﺪﻱ ﺃﻥ ﺃﺻﻞ ﻋﻤﻞ اﻟﻤﻮﻟﺪ اﻟﺬﻱ ﻫﻮ اﺟﺘﻤﺎﻉ اﻟﻨﺎﺱ ﻭﻗﺮاءﺓ ﻣﺎ ﺗﻴﺴﺮ ﻣﻦ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺭﻭاﻳﺔ اﻷﺧﺒﺎﺭ اﻟﻮاﺭﺩﺓ ﻓﻲ ﻣﺒﺪﺃ ﺃﻣﺮ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻣﺎ ﻭﻗﻊ ﻓﻲ ﻣﻮﻟﺪﻩ ﻣﻦ اﻵﻳﺎﺕ، ثم ﻳﻤﺪ ﻟﻬﻢ ﺳﻤﺎﻁ ﻳﺄﻛﻠﻮﻧﻪ ﻭﻳﻨﺼﺮﻓﻮﻥ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ – ﻫﻮ ﻣﻦ اﻟﺒﺪﻉ اﻟﺤﺴﻨﺔ اﻟﺘﻲ ﻳﺜﺎﺏ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺻﺎﺣﺒﻬﺎ ﻟﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺗﻌﻈﻴﻢ ﻗﺪﺭ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺇﻇﻬﺎﺭ اﻟﻔﺮﺡ ﻭاﻻﺳﺘﺒﺸﺎﺭ ﺑﻤﻮﻟﺪﻩ اﻟﺸﺮﻳﻒ،

Menurutku, asal amalan maulid, yang mana yang demikian adalah berkumpulnya orang orang dan membaca surat yang mudah dari Al Qur’an dan riwayat khabar khabar yang warid di dalam permulaan sejarah Nabi ﷺ dan apa apa yang terjadi di dalam hari kelahirannya dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kemudian diberikan untuk mereka hidangan makanan, mereka memakan dan mereka pulang tanpa ada tambahan dari yang demikian adalah sebagian dari bid’ah bid’ah hasanah yang mana diberi pahala atasnya orang yang mengadakannya, karena apa apa yang di dalamnya adalah mengagungkan derajat Nabi ﷺ dan menampakkan kegembiraan dan kebahagiaan dengan hari kelahiran nya yang mulia.

Pertanyaan :
Siapa yang pertama kali memulai amalan maulid Nabi ?

Jawaban :

ﻭﺃﻭﻝ ﻣﻦ ﺃﺣﺪﺙ ﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﺻﺎﺣﺐ ﺇﺭﺑﻞ اﻟﻤﻠﻚ اﻟﻤﻈﻔﺮ ﺃﺑﻮ ﺳﻌﻴﺪ ﻛﻮﻛﺒﺮﻱ ﺑﻦ ﺯﻳﻦ اﻟﺪﻳﻦ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺑﻜﺘﻜﻴﻦ، ﺃﺣﺪ اﻟﻤﻠﻮﻙ اﻷﻣﺠﺎﺩ ﻭاﻟﻜﺒﺮاء اﻷﺟﻮاﺩ، ﻭﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﺁﺛﺎﺭ ﺣﺴﻨﺔ، ﻭﻫﻮ اﻟﺬﻱ ﻋﻤﺮ اﻟﺠﺎﻣﻊ اﻟﻤﻈﻔﺮﻱ ﺑﺴﻔﺢ ﻗﺎﺳﻴﻮﻥ، ﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﻛﺜﻴﺮ ﻓﻲ ﺗﺎﺭﻳﺨﻪ: ﻛﺎﻥ ﻳﻌﻤﻞ اﻟﻤﻮﻟﺪ اﻟﺸﺮﻳﻒ ﻓﻲ ﺭﺑﻴﻊ اﻷﻭﻝ ﻭﻳﺤﺘﻔﻞ ﺑﻪ اﺣﺘﻔﺎﻻ ﻫﺎﺋﻼ، ﻭﻛﺎﻥ ﺷﻬﻤﺎ ﺷﺠﺎﻋﺎ ﺑﻄﻼ ﻋﺎﻗﻼ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻋﺎﺩﻻ، ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ ﻭﺃﻛﺮﻡ ﻣﺜﻮاﻩ،

Yang pertama kali memulai perbuatan yg demikian adalah penguasa irbil raja al mudzoffar : abu sa’id kukuriy bin zainuddin aliy bin biktakin. Salah satu dari raja raja yg mulia yg besar namanya lagi yg pemurah. dan ia memiliki rekam jejak yg baik. Beliau adalah raja yg memakmurkan mesjid jami’ al mudzofariy dilembah qasiyun.

Ibnu katsir berkata didalam tarikh nya : beliau mengamalkan maulid as syarif didalam bulan rabiul awal dan merayakannya secara besar besaran. Beliau adalah raja yg bijaksana yg pemberani yg gagah yg cerdas yg alim yg adil. Semoga allah merahmatinya dan memuliakan tempat kembalinya.

Pertanyaan :
Bagaimana jawaban terhadap orang yang mengatakan maulid nabi tidak ada dalilnya ?

Jawaban:

ﻧﻔﻲ اﻟﻌﻠﻢ ﻻ ﻳﻠﺰﻡ ﻣﻨﻪ ﻧﻔﻲ اﻟﻮﺟﻮﺩ،

Ketiadaan ilmu tidak mewajibkan darinya meniadakan wujud.

Penjelasan : Maksudnya tidak tahu dalil tidak mewajibkan seseorang meniadakan amal. Jangan dulu mengharamkan amalan jika alasannya hanya tidak tahu dalil, karena tidak tahu dalil bukanlah dalil untuk mengharamkan amal. Sebagaimana menetapkan itu butuh dalil, maka meniadakannya memerlukan dalil juga. Karena dalil itu bukan hanya Al Qur’an dan hadits, qiyas juga dalil. Tidak ada di dalam Al Quran dan hadits barang kali ada di dalam qiyas. Jika seseorang berhujjah dengan dalil qiyas, maka wajib meruntuhkan dalil qiyas tersebut dengan dalil juga, barulah boleh meniadakan amal.

Baca :  Pemkab Bogor Peringati Maulid Nabi Secara Virtual

ﻭﻫﺬا ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﺮﺩ ﻓﻴﻪ ﻧﺺ، ﻓﻔﻴﻪ اﻟﻘﻴﺎﺱ ﻋﻠﻰ اﻷﺻﻠﻴﻦ

Dan maulid ini sekalipun tidak warid di dalamnya nash, maka di dalamnya adalah qiyas di atas dua asal (hadits sohih).

ﻭﻗﺪ اﺳﺘﺨﺮﺝ ﻟﻪ ﺇﻣﺎﻡ اﻟﺤﻔﺎﻅ ﺃﺑﻮ اﻟﻔﻀﻞ اﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﺃصلا ﻣﻦ اﻟﺴﻨﺔ، ﻭاﺳﺘﺨﺮﺟﺖ ﻟﻪ ﺃﻧﺎ ﺃﺻﻼ ﺛﺎﻧﻴﺎ

Imam para penghafal ratusan ribu hadits Abu Fadhl ibnu hajar telah mengeluarkan baginya asal dari sunnah. Dan aku mengeluarkan baginya asal yang kedua.

ﻭﻗﺪ ﺳﺌﻞ ﺷﻴﺦ اﻹﺳﻼﻡ ﺣﺎﻓﻆ اﻟﻌﺼﺮ ﺃﺑﻮ اﻟﻔﻀﻞ اﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﻋﻦ ﻋﻤﻞ اﻟﻤﻮﻟﺪ…، قال

Syaikhul islam hafidzul ‘ashr Abu Fadhl Ibnu Hajar pernah ditanya tentang amalan maulid… beliau berkata:

ﻭﻗﺪ ﻇﻬﺮ ﻟﻲ ﺗﺨﺮﻳﺠﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺃﺻﻞ ﺛﺎﺑﺖ ﻭﻫﻮ ﻣﺎ ﺛﺒﺖ ﻓﻲ اﻟﺼﺤﻴﺤﻴﻦ ﻣﻦ «ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪﻡ اﻟﻤﺪﻳﻨﺔ ﻓﻮﺟﺪ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﻳﺼﻮﻣﻮﻥ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭاء، ﻓﺴﺄﻟﻬﻢ ﻓﻘﺎﻟﻮا: ﻫﻮ ﻳﻮﻡ ﺃﻏﺮﻕ اﻟﻠﻪ ﻓﻴﻪ ﻓﺮﻋﻮﻥ ﻭﻧﺠﻰ ﻣﻮﺳﻰ ﻓﻨﺤﻦ ﻧﺼﻮﻣﻪ ﺷﻜﺮا ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ فقال نحن أولی بموسی منكم ، ﻓﻴﺴﺘﻔﺎﺩ ﻣﻨﻪ ﻓﻌﻞ اﻟﺸﻜﺮ ﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﻣﻦ ﺑﻪ ﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﻣﻌﻴﻦ ﻣﻦ ﺇﺳﺪاء ﻧﻌﻤﺔ ﺃﻭ ﺩﻓﻊ ﻧﻘﻤﺔ، ﻭﻳﻌﺎﺩ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﻧﻈﻴﺮ ﺫﻟﻚ اﻟﻴﻮﻡ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺳﻨﺔ، ﻭاﻟﺸﻜﺮ ﻟﻠﻪ ﻳﺤﺼﻞ ﺑﺄﻧﻮاﻉ اﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻛﺎﻟﺴﺠﻮﺩ ﻭاﻟﺼﻴﺎﻡ ﻭاﻟﺼﺪﻗﺔ ﻭاﻟﺘﻼﻭﺓ، ﻭﺃﻱ ﻧﻌﻤﺔ ﺃﻋﻈﻢ ﻣﻦ اﻟﻨﻌﻤﺔ ﺑﺒﺮﻭﺯ ﻫﺬا اﻟﻨﺒﻲ ﻧﺒﻲ اﻟﺮﺣﻤﺔ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ اﻟﻴﻮﻡ؟

Telah jelas bagiku takhrijnya di atas asal yang kukuh, dan yang demikian adalah hadits di dalam sohihain dari sesungguhnya Nabi ﷺ memasuki kota Madinah lalu menemukan yahudi, mereka berpuasa pada hari asyuro. Lalu Nabi ﷺ bertanya pada mereka, lalu mereka berkata : Hari Asyuro adalah hari dimana Allah menenggelamkan fir’aun dan menyelamatkan Musa, maka kami menjadikannya puasa sebagai syukur kepada Allah ta’ala. Lalu Nabi ﷺ berkata : kami lebih berhak kepada musa daripada kalian.

Maka bisa diambil faedah darinya : Seseorang melakukan syukur kepada Allah atas apa apa yang Allah anugerahkan di dalam hari yang ditentukan dari memberi ni’mat atau meniadakan siksa (musibah). Dan yang demikian itu diulang ketika melihat hari itu setiap tahun. Dan syukur kepada Allah bisa hasil dengan macam-macam ibadah seperti sujud, puasa, shodaqoh dan membaca Al Quran. Nikmat mana lagi yang lebih besar dari nikmat dengan lahirnya Nabi ini, Nabi pembawa rahmat di hari itu ??

وﺃﺷﺎﺭ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺴﻼﻡ ﺇﻟﻰ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﻫﺬا اﻟﺸﻬﺮ اﻟﻌﻈﻴﻢ ﺑﻘﻮﻟﻪ ﻟﻠﺴﺎﺋﻞ اﻟﺬﻱ ﺳﺄﻟﻪ ﻋﻦ ﺻﻮﻡ ﻳﻮﻡ اﻻﺛﻨﻴﻦ: ” «ﺫاﻙ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﺪﺕ ﻓﻴﻪ» ” ﻓﺘﺸﺮﻳﻒ ﻫﺬا اﻟﻴﻮﻡ ﻣﺘﻀﻤﻦ ﻟﺘﺸﺮﻳﻒ ﻫﺬا اﻟﺸﻬﺮ اﻟﺬﻱ ﻭﻟﺪ ﻓﻴﻪ، ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻧﺤﺘﺮﻣﻪ ﺣﻖ اﻻﺣﺘﺮاﻡ ﻭﻧﻔﻀﻠﻪ ﺑﻤﺎ ﻓﻀﻞ اﻟﻠﻪ ﺑﻪ اﻷﺷﻬﺮ اﻟﻔﺎﺿﻠﺔ

Baca :  Perguruan Pusaka Padjajaran Bogor Peringati Maulid Nabi

Dan Nabi ﷺ memberi isyarat kepada fadhilah bulan ini yang agung dengan sabdanya bagi seorang penanya yang menanyakannya tentang puasa pada hari senin : yang demikian adalah hari aku dilahirkan di dalamnya. Maka memuliakan hari ini mencakup untuk memuliakan bulan ini yang mana Nabi ﷺ di lahirkan di dalamnya, maka seyogyanya kami menghormatinya dengan sebenar benar penghormatan dan kami mengutamakannya dengan amal amal soleh yang mana Allah telah mengutamakan dengannya bulan bulan fadhilah.

Pertanyaan :
Bagaimana jawaban bagi orang yang mengatakan bagaimana mungkin berbahagia di hari lahir Nabi ﷺ sedangkan hari wafatnya sama dengan hari lahirnya ?

Jawaban :
ﺇﻥ ﻭﻻﺩﺗﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻋﻈﻢ اﻟﻨﻌﻢ ﻋﻠﻴﻨﺎ، ﻭﻭﻓﺎﺗﻪ ﺃﻋﻈﻢ اﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ﻟﻨﺎ، ﻭاﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﺣﺜﺖ ﻋﻠﻰ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻜﺮ اﻟﻨﻌﻢ ﻭاﻟﺼﺒﺮ ﻭاﻟﺴﻜﻮﻥ ﻭاﻟﻜﺘﻢ ﻋﻨﺪ اﻟﻤﺼﺎﺋﺐ، ﻭﻗﺪ ﺃﻣﺮ اﻟﺸﺮﻉ ﺑﺎﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻋﻨﺪ اﻟﻮﻻﺩﺓ، ﻭﻫﻲ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻜﺮ ﻭﻓﺮﺡ ﺑﺎﻟﻤﻮﻟﻮﺩ، ﻭﻟﻢ ﻳﺄﻣﺮ ﻋﻨﺪ اﻟﻤﻮﺕ ﺑﺬﺑﺢ ﻭﻻ ﺑﻐﻴﺮﻩ ﺑﻞ ﻧﻬﻰ ﻋﻦ اﻟﻨﻴﺎﺣﺔ ﻭﺇﻇﻬﺎﺭ اﻟﺠﺰﻉ، ﻓﺪﻟﺖ ﻗﻮاﻋﺪ اﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﺤﺴﻦ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺸﻬﺮ ﺇﻇﻬﺎﺭ اﻟﻔﺮﺡ ﺑﻮﻻﺩﺗﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺩﻭﻥ ﺇﻇﻬﺎﺭ اﻟﺤﺰﻥ ﻓﻴﻪ ﺑﻮﻓﺎﺗﻪ، ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ اﺑﻦ ﺭﺟﺐ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻟﻠﻄﺎﺋﻒ ﻓﻲ ﺫﻡ اﻟﺮاﻓﻀﺔ ﺣﻴﺚ اﺗﺨﺬﻭا ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭاء ﻣﺄﺗﻤﺎ ﻷﺟﻞ ﻗﺘﻞ اﻟﺤﺴﻴﻦ: ﻟﻢ ﻳﺄﻣﺮ اﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﺑﺎﺗﺨﺎﺫ ﺃﻳﺎﻡ ﻣﺼﺎﺋﺐ اﻷﻧﺒﻴﺎء ﻭﻣﻮﺗﻬﻢ ﻣﺄﺗﻤﺎ، ﻓﻜﻴﻒ ﻣﻤﻦ ﻫﻮ ﺩﻭﻧﻬﻢ؟

Sesungguhnya kelahiran Nabi ﷺ adalah nikmat yang paling besar bagi kami, dan wafatnya adalah musibah yang paling besar bagi kami. Syari’at telah memerintahkan untuk menampakkan syukur nikmat dan memerintahkan bersabar, diam dan menyembunyikan kesedihan disisi musibah musibah. Syariat memerintahkan aqiqah disisi kelahiran dan aqiqah adalah menampakkan syukur dan kebahagian dengan sebab yang dilahirkan. Dan syariat tidak memerintahkan disisi kematian untuk menyembelih kambing dan juga tidak memerintahkan selainnya, bahkan melarang dari meratapi dan menampakkan kesedihan.

Ibnu Rajab berkata di dalam kitab al lathoif di dalam mencela rofidhoh sekiranya mereka menjadikan hari asyuro sebagai hari berkabung karena alasan pembunuhan Al Husein : Allah dan Rasul Nya tidak memerintahkan untuk menjadikan hari hari musibah musibah para Nabi dan kematian mereka sebagai hari berduka. Lalu bagaimana orang yang derajatnya dibawah mereka ?

Pertanyaan :
Bagaimana tanggapan atas tuduhan bahwa di dalam sebagian amalan maulid ada kemaksiatan seperti bercampurnya laki laki dan perempuan bukan mahrom ?

Jawaban :
ﻫﻮ ﻛﻼﻡ ﺻﺤﻴﺢ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ﻏﻴﺮ ﺃﻥ اﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻓﻴﻪ ﺇﻧﻤﺎ ﺟﺎء ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﻫﺬﻩ اﻷﺷﻴﺎء اﻟﻤﺤﺮﻣﺔ اﻟﺘﻲ ﺿﻤﺖ ﺇﻟﻴﻪ ﻻ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ اﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﻹﻇﻬﺎﺭ ﺷﻌﺎﺭ اﻟﻤﻮﻟﺪ، ﺑﻞ ﻟﻮ ﻭﻗﻊ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﻩ اﻷﻣﻮﺭ ﻓﻲ اﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﻟﺼﻼﺓ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻣﺜﻼ ﻟﻜﺎﻧﺖ ﻗﺒﻴﺤﺔ ﺷﻨﻴﻌﺔ، ﻭﻻ ﻳﻠﺰﻡ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺫﻡ ﺃﺻﻞ اﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﻟﺼﻼﺓ اﻟﺠﻤﻌﺔ، ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻭاﺿﺢ، ﻭﻗﺪ ﺭﺃﻳﻨﺎ ﺑﻌﺾ ﻫﺬﻩ اﻷﻣﻮﺭ ﻳﻘﻊ ﻓﻲ ﻟﻴﺎﻟﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻋﻨﺪ اﺟﺘﻤﺎﻉ اﻟﻨﺎﺱ ﻟﺼﻼﺓ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ، ﻓﻬﻞ ﻳﺘﺼﻮﺭ ﺫﻡ اﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﻟﺼﻼﺓ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ ﻷﺟﻞ ﻫﺬﻩ اﻷﻣﻮﺭ اﻟﺘﻲ ﻗﺮﻧﺖ ﺑﻬﺎ؟ ﻛﻼ ﺑﻞ ﻧﻘﻮﻝ: ﺃﺻﻞ اﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﻟﺼﻼﺓ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ ﺳﻨﺔ ﻭﻗﺮﺑﺔ، ﻭﻣﺎ ﺿﻢ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ اﻷﻣﻮﺭ ﻗﺒﻴﺢ ﻭﺷﻨﻴﻊ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﻧﻘﻮﻝ: ﺃﺻﻞ اﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﻹﻇﻬﺎﺭ ﺷﻌﺎﺭ اﻟﻤﻮﻟﺪ ﻣﻨﺪﻭﺏ ﻭﻗﺮﺑﺔ، ﻭﻣﺎ ﺿﻢ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ اﻷﻣﻮﺭ ﻣﺬﻣﻮﻡ ﻭﻣﻤﻦﻭﻉ،

Baca :  Pemuda Kedunghalang Peringati Maulid Nabi

Yang demikian perkataan yang benar di dalam dzatiyyah kemaksiatannya. Pengecualian : sesungguhnya pengharaman di dalamnya pastinya sudah datang dari permulaan perkara perkara yang diharamkan ini, yang dihimpun kepada amalan maulid, bukan dari sisi berkumpul untuk menampakkan syi’ar maulid. Bahkan seandainya terjadi semisal perkara perkara ini di dalam perkumpulan untuk shalat jumat misalkan, niscaya yang demikian tetap tercela dan sesuatu yg buruk, dan tidak mewajibkan darinya mencela asal berkumpul untuk shalat jumat. Sebagaimana yang demikian adalah sesuatu yang jelas.
Kami pernah melihat kemaksiatan kemaksiatan ini di malam malam bulan Ramadhan ketika orang orang berkumpul untuk shalat taraweh. Lalu apakah tergambarkan celaan berkumpul untuk shalat taraweh karena alasan kemaksiatan kemaksiatan ini yang bersamaan dengan nya ? sekali kali tidak. Tapi kami berkata : hukum asal berkumpul untuk shalat taraweh adalah sunnah dan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah. Dan apa apa yang dihimpun kepadanya dari perkara perkara maksiat ini adalah tercela dan sesuatu yang buruk. Dan sama dengan yang demikian itu kami berkata : hukum asal berkumpul untuk menampakkan syiar maulid adalah sunnah dan qurbah. Dan apa apa yang dihimpun kepadanya dari perkara perkara maksiat ini adalah tercela dan sesuatu yang buruk.

Penjelasan : Maksudnya, seandainya ada maksiat di dalam maulid nabi, cukup dicela dan dilarang maksiatnya, tanpa melarang amalan maulid nabi yang sudah jelas dihukumi sunnah dengan dalil qiyas.

Diringkas dari kitab Al Hawiy Lil Fatawiy. Imam Jalaluddin As Suyuthi.

Demikian hujjah ulama ahlussunnah wal jama’ah terkait hukum maulidan. Maka bagi orang awam yang tidak tahu dalil cukuplah berpegang pada perkataannya sebagaimana firman Allah Ta’ala:

فاسألوا أهل ذكر إن كنتم لا تعلمون

Tanyalah ahli ilmu jika kamu tidak tahu. Al Quran surat Al Anbiya ayat 7.

Syaikh Nawawi Al Bantani berkata :
ﻓﺄﻭﺟﺐ اﻟﻠﻪ اﻟﺴﺆاﻝ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ ﻭﻳﻠﺰﻡ ﻋﻠﻴﻪ اﻷﺧﺬ ﺑﻘﻮﻝ اﻟﻌﺎلم

Allah telah mewajibkan bertanya bagi orang yang tidak tahu, dan mewajibkan darinya mengambil hukum dengan perkataan ulama.
Kitab Nihayatuz Zain.

Mudah mudahan tulisan ini bermanfaat di dalam menjawab golongan yang mengharamkan amalan maulid Nabi di bulan Rabiul Awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *