Kadin, HIPMI dan PWI Jatim Jalin Kolaborasi Penguatan UMKM

oleh -254 views
Kadin Jatim, PWI Jatim, Kolaborasi, Penguatan UMKM, UMKM
Penandatanganan MoU Penguatan sektor UMKM oleh Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, dan Ketua HIPMI Jatim Rois Maming saat pembukaan Expo INAPRO, di GandCity Surabaya, Kamis 25 November 2021 [File: PWI Jatim]

SURABAYA (LEAD.co.id) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dan Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) Jawa Timur menjalin kolaborasi untuk penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) demi percepatan pemulihan ekonomi.

MoU kerja sama tersebut ditandatangani oleh Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim dan Ketua HIPMI Jatim Rois Maming di sela pembukaan Expo INAPRO, di GandCity Surabaya, pada Kamis (25/11/2021).

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid.

Baca :  Peran Alisa Khadijah Kota Bogor dalam Memajukan UMKM Halal dan Toyib

Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengungkapkan، kerjasama dengan PWI Jatim sebagai dukungan atas Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI. Peran media sangat penting karena mereka adalah ujung tombak yang bisa mengubah opini masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri.

“Kami berharap, para awak media juga akan tertarik menjadi enterpreneur, menjadi wirausaha di masa kini dan masa depan,” kata Adik.

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menambahkan, sebagai tindaklanjut dari kerjasama tersebut PWI Jatim akan menyelenggarakan kelas khusus pelatihan bagi jurnalis untuk memahami lebih jauh tentang UMKM.

Baca :  Kolaborasi Projo, GM FKPPI dan GBK Gelar Vaksinasi 1000 Warga Kota Bogor

“Apakah itu soal-soal peran UMKM yang besar terhadap ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusinya yang signifikan terhadap rata-rata GDP dan PDRB daerah per tahun, meski di sisi lain kerap mengalami sulitnya akses pembiayaan modal perbankan, serta rendahnya peran pemerintah dalam menembus pasar baru ekspor,” imbuh Lutfi.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: PWI Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *