Kawasan Industri Hijau Mulai Dibangun di Kaltara, Terbesar di Dunia

oleh -614 views

KALTARA (LEAD.co.id) – Presiden Jokowi melakukan groundbreaking atau mulai membangun proyek Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), pada Selasa, (21/12/2021).

Melalui kegiatan tersebut, Indonesia diharapkan akan memulai proses transformasi ekonomi dan masuk kepada hilirisasi serta industrialisasi.

Kawasan yang diharapkan menjadi lokasi industri terbesar di dunia itu mendapatkan apresiasi dari PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN). Perusahaan tersebut akan berinvestasi dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mentarang, Kabupaten Malinau.

Direktur Utama PT KHN, Antony Lesmana mengaku bangga karena event ini dihadiri oleh Presiden yang telah mengucapkan hal sama di beberapa event dunia. Menurutnya, ini sebagai mimpi besar Indonesia untuk mewujudkan kawasan REBID terbesar di dunia.

Baca :  Bandara Ngloram Blora Diresmikan, Komitmen Pemerintah Membangun Daerah

“Jadi menurut saya, ini awal dari mimpi besarnya Indonesia untuk mewujudkan kawasan REBID di Indonesia, dan ini pun akan menjadi REBID terbesar di dunia juga,” kata Antony dalam keterangan persnya.

Antony menambahkan, PLTA yang akan dibangun PT KHN di Sungai Mentarang diharapkan dapat mengeluarkan listrik pertamanya pada tahun 2029 mendatang. Perusahaan itu menyatakan berkomitmen untuk terus memberikan supply energi hijau ke kawasan industri tersebut.

“Jika ini dibangun, ini akan menjadi salah satu dam tertinggi di Indonesia dan nomor dua tertinggi di dunia juga. Kita akan menyuplai listrik untuk dari energy green-nya dari renewable energy-nya untuk ke kawasan industri di Tanah Kuning ini melalui PT Kelik,” ujar Antony.

Baca :  Jokowi Resmikan Tujuh Pelabuhan Penyebrangan di Kawasan Danau Toba

Hal senada juga disampaikan oleh PT Adaro Energy yang turut berkomitmen untuk masuk dan membangun industri alumunium dalam negeri. Selain bermanfaat untuk mengurangi impor, industri alumunium di Kaltara juga diharapkan dapat mendatangkan banyak investasi dan lapangan kerja.

“Apabila kita memiliki industri alumunium, kami juga berharap nantinya industri otomotif seperti body, sasis, yang membutuhkan alumunium bisa dibuat juga di Kaltara ini,” ungkap Ario Rachmat, Wakil Presiden Direktur PT Adaro Energy.

Masyarakat sekitar kawasan industri juga antusias dengan adanya pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kabupaten Bulungan, Kaltara. Mereka berharap pembangunan kawasan industri itu dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Baca :  Pasca Putusan MK, Presiden Jokowi ajak Kembali kepada Persatuan Indonesia

“Memang sangat diharapkan supaya Kaltara ini bisa maju dari, atau minimal sama dengan provinsi-provinsi yang lain,” kata Datu Yasir Arafat, Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *