Keluarga Ikhlaskan Eril, MUI Imbau Masyarakat Shalat Ghaib

oleh -371 views
Keluarga Ridwan Kamil, Eril, MUI Jawa Barat, Imbauan MUI, Shalat Ghaib

BANDUNG (Lead.co.id) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat muslim untuk menggelar shalat ghaib untuk Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss.

Imbauan itu disampaikan dalam surat edaran MUI Jawa Barat yang dirilis sesaat setelah pihak keluarga Ridwan Kamil menggelar pertemuan di Kantor MUI Jawa Barat, pada Kamis (2/5/2022).

“Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat menyerukan kepada masyarakat muslim menggelar shalat ghaib atas almarhum Emmeril Kahn Mumtadz pada hari Jumat 3 Juni 2022 di setiap majelis/mushola,” tulis keterangan MUI.

Baca :  Jenazah Putra Ridwan Kamil Ditemukan di Bendungan Engehalde

Dalam surat edaran itu disebutkan, Ridwan Kamil beserta istri sudah mengikhlaskan sepenuhnya dan meyakini bahwa putranya, Emmeril Kahn Mumtadz sudah meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Aare.

KBRI di Swiss juga telah menyampaikan bahwa pihak otoritas setempat sudah mengubah status pencarian Eril dari mencari orang hilang (missing person) menjadi mencari orang tenggelam (drowned person).

Keluarga Ridwan Kamil, Eril, MUI Jawa Barat, Imbauan MUI, Shalat Ghaib
Surat Edaran MUI Jawa Barat menyerukan untuk shalat ghaib atas almarhum Emmeril Kahn Mumtadz

Setelah memperhatikan penjelasan dari pihak keluarga dan ketentuan syara’, maka MUI Jawa Barat meminta untuk segera menshalatkan jenazah almarhum Emmeril Kahn Mumtadz.

Eril hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss pada Kamis (26/5). Pencarian dilakukan oleh Polisi maritim, tim SAR, serta melibatkan komunitas pendayung, para pemancing hingga komunitas berkebun.

Baca :  Jenazah Eril Tiba, Akan Dimakamkan di Cimaung

Sebelumnya, Eril berada di Swiss bersama ibu dan saudaranya untuk melihat sekolah dan peluang mendapat beasiswa setelah lulus kuliah di ITB.

Di sela-sela kegiatan di Swiss, Eril berenang bersama dengan beberapa warga negara Indonesia (WNI) di Swiss sebelum hilang terseret arus sungai Aare.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *