LEAD.co.id | Kota Bogor masih mempunyai potensi pengembangan peternakan dengan kelebihan dari sisi hilir. Hal itu disampaikan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian (Kementan), Ir. Sugiono, MP saat kunjungan kerja dalam rangka pembinaan dan silaturahim dengan peternak kambing domba se-Kota Bogor.
Sugiono menyampaikan, potensi pengembangan peternakan Kota Bogor bisa dilihat dari populasi sapi potong sebanyak 216 ekor, sapi perah sebanyak 1.129 ekor, kerbau 162 ekor, kambing 2.594 ekor dan domba sebanyak 13.463 ekor. Kota Bogor juga mempunyai lahan perkebunan seluas 539 Ha, yang berpotensi sebagai lahan peternakan kurang lebih 53 ha.
Menurutnya, kelebihan peternakan di wilayah perkotaan yaitu mempunyai kemudahan dari sisi hilirnya, banyak masyarakat yang membutuhkan konsumsi daging kambing domba sehingga penjualan mudah. Namun demikian, kendala yang sering muncul adalah kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan karena keterbatasan lahan. Kota Bogor bisa meminimalisir kesulitan tersebut dengan memanfaatkan lahan lahan perkebunan menjadi sumber hijauan pakan ternak.
“Tahun 2021, pemerintah akan memberikan bantuan kepada 12 kelompok ternak yang ada di Kota Bogor. Masing-masing kelompok akan mendapat 20 ekor kambing atau domba. Harapan kedepannnya Kota Bogor dapat berperan menjadi lokasi eduwisata peternakan baik ternak kambing, domba, sapi maupun produk olahannya” kata Sugiono.
Kunjungan kerja berlangsung di kediaman peternak muda potensial bernama Eki, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Senin, 12 April 2021. Lokasi ini sengaja dipilih untuk menunjukkan peran serta milenial dalam mengembangkan peternakan di Kota Bogor.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Wina, MM yang mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor serta Kepala Balai Embrio Ternak Cipelang, drh. Oloan Lubis.
Wina menyampaikan bahwa, Kota Bogor melalui DKPP turut andil dalam meningkatkan produksi ternak melalui kegiatan pembinaan peternak, budidaya pakan ternak serta kegiatan Transfer Embrio (TE) yang bekerja-sama dengan Balai Embrio Transfer (BET) Cipelang Bogor.
Menurutnya, transfer embrio merupakan teknik memasukkan embrio ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat (resipien) dengan alat tertentu dengan tujuan ternak menjadi bunting. Sejauh ini, transfer embrio telah diaplikasikan pada 14 ekor sapi perah dan telah menunjukkan hasilnya yang ditunjukkan dengan buntingnya 5 ekor sapi.
Kegiatan lain yang dilakukan DKPP adalah peningkatan produksi ternak melalui Inseminasi Buatan (IB) pada sapi Belgian Blue. Sapi jenis ini mulai dikembangkan karena seperti diketahui bahwa produksi karkas sapi Belgian blue bisa mencapai 70%, sedangkan sapi lokal hanya 55%. Melalui bidang peternakan dan keswan Kota Bogor bersama penyuluh pertanian, DKPP terus mendampingi peternak dalam memonitor kesehatan ternaknya.
“Harapan kami peningkatan produksi ternak juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak. Tentunya hal ini sejalan dengan visi misi Kota Bogor yaitu mewujudkan Kota Bogor yang sehat dan sejahtera” pungkas Wina.
Pada kesempatan ini, Sugiono juga bertukar pikiran dan diskusi dengan Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kota Bogor, H. Dundun serta para peternak kambing, domba dan sapi perah yang hadir.
Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: DKPP





