Kementerian PUPR Dukung Aksi Dompet Dhuafa Peduli Saluran Irigasi

oleh -312 views
Kemen PUPR, Mengecek saluran Irigasi, dompet dhuafa
Kepala Sub Direktorat Irigasi dan Rawa Kementerian PUPR, Muhammad Tahid saat mengecek saluran irigasi, di Rejosari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020).

LEAD.co.id | Kepala Subdirektorat Perencanaan, Direktorat Irigasi dan Rawa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muhammad Tahid, mengecek saluran irigasi, di Rejosari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020). Saluran irigasi tersebut diketahui telah mengalami pendangkalan dan penyempitan.

Pada kunjungannya, Tauhid beserta rombongan dari beberapa Dinas terkait berdiskusi bersama para petani terkait sistem pengairan saat ini. Banyak aspirasi yang disampaikan kepada pihak pemerintah itu.

Mananggapi hal itu, Ditjen Sumber Daya Air langsung merespon dengan usaha-usaha yang konkrit. Bahkan, dalam waktu dekat, akan dilakukan pengerukan endapan-endapan di sepanjang saluran menggunakan excavator.

Sementara itu, Kholid Abdillah selaku pimpinan cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur turut mendampingi rombongan dari Kementrian PUPR. Dia mengatakan bahwa, saat ini para petani mengalami beberapa masalah, diataranya kesulitan mendapatkan akses pengairan karena aliran irigasi tidak sederas beberapa tahun silam.

Baca :  Cekal Corona, DD Jatim Sterilisasi Kantor Media Massa

Lanjut dia, mereka terpaksa membuat sumur tanah. Tentu Hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga, hanya petani yang berkecukupan saja yang bisa melakukannya.

“Adapun petani miskin, mereka harus rela memangkas keuntungan hasil taninya untuk mendapatkan air Dari sumur tanah yang dialirkan menggunakan sibel,” sambung Kholid.

Kepala Sub Direktorat Irigasi dan Rawa Kementerian PUPR, Muhammad Tahid bersama instansi terkait saat mengecek saluran irigasi, di Rejosari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020).

Slamet, petani binaan Rumah Belajar Dompet Dhuafa (RB DD) mengatakan, “Kami berharap segera dilakukan pengerukan dan pembersihan saluran irigasi agar air kembali lancar dan jika hujan turun dengan intensitas tinggi tidak menyebabkan banjir. Dengan irigasi lancar, kami bisa berhemat dan tidak mengeluarkan banyak biaya”.

Baca :  Waspada Lonjakan Pengangguran Akibat Pandemi Covid-19: Lima Rekomendasi Core

Usai mengecek lokasi, rombongan mengunjungi RB DD, zona mandiri dan berdaya yang diinisiasi oleh jurnalis senior Parni Hadi. RB DD melalui Parni Hadi adalah instansi yang pertama kali berinisiatif mengatasi permasalahan irigasi yang ada di sekitar kecamatan Sawahan dan menghubungi pihak-pihak terkait.

Konsep pengembangan holistic RB DD Rejosari setelah normalisasi saluran irigasi adalah, melakukan penanaman pohon buah atau bunga sepanjang pinggir saluran, penebaran benih ikan, pembuatan sumur biopori, embung, PAH (penampung air hujan) untuk bantu pengairan.

Selain itu, mendirikan unit usaha pembuatan pupuk organik dalam skala kecil dan makanan ternak (memanfaatkan sisa batang padi pasca panen), pengembangan demplot pertanian ramah lingkungan, kursus atau diklat untuk pertanian, seni budaya, bahasa Inggris, jurnalistik, home industries, kuliner, kepramukaan, relawan sosial, kader sehat dan tentunya wisata desa dengan atraksi alami (air, ikan, tanaman) seni budaya lokal.

Baca :  Gubernur Riau Gandeng DD dalam Gerakan Ketahanan Pangan

Parni Hadi menegaskan, untuk mewujudkan semua kegiatan tersebut memerlukan kerja sama multi sektor pemerintahan atau dinas serta pelibatan masyarakat dan komunitas pendukung. (Humas DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *