Keterangan Resmi PARFI Sikapi Situasi Terkini

oleh -331 views

KETERANGAN RESMI PRESIDIUM PARFI MENSIKAPI SITUASI INTERN PARFI TERKINI

Pertama tama, Ijinkan saya pribadi menyampaikan keterangan atas nama presidium, terlebih dahulu mengucapkan rasa keprihatinan yang sangat mendalam. Setelah hampir 2 (dua) minggu lamanya, saya tidak mendapat kabar berita mengenai kondisi Sdr Febryan Adhitya. Entah sedang berurusan dengan pihak berwajib atau pun urusan lainnya sehingga kontak terputus.

Mengenai Islah 30 Agustus 2019, itu sudah “point of no return” atau tidak ada titik untuk mentah kembali. Menginkarinya, berarti kita mengingkari masyarakat perfilman nasional secara keseluruhan. Dan itu sangat tidak mungkin. _The show must go on,_ apapun yang terjadi.

Terkait urusan Sdr Febryan CS dilengserkan begitu saja oleh DPOnya, itu urusan internal PB. Kami tidak memiliki hak campur tangan mendalam secara yuridis, kami hanya sangat menyesalkan sikap DPO mereka secara kemanusiaan dan persahabatan. Berulang kali kami teguhkan ke Sdr Febryan, itu hanya riak riak kecil dari sebuah gelombang samudra.

Baca :  PARFI Gandeng INTARO Gebrak Nusantara dari Bali dengan "PARFI Award"

Mengenai jikalau Sdr Febryan terlibat suatu kasus hukum, kami pun tidak tinggal diam, kami sudah mempersiapkan pengacara untuk membantunya.

Terkait keberangkatan kami ke Bali dalam rangka _Launching_ Parfi Award, kami sudah _sounding_ -baik kala _pressconference_ sebuah film di bilangan Epycentrum maupun via media- bahkan siap memfasilitasi tiket kepada Sdr Yos Santo dan Sdri Lela Anggraini, namun kami pun mahfum situasi kondisi beban moral yang mereka akan hadapi. Jadi kami tetap berangkat dengan komposisi tim seperti yang gegap gempita media beritakan.

Disini kami ingin membuktikan kepada khalayak bahkan dunia bahwa adagium “There is will, there a way” adalah suatu hukum alam yang pasti. Kami, sejatinya ingin mengajak seluruh anggota PARFI yang masih pro kepada kejayaan PARFI kembali. Namun tetap harus kami akui, kami tidak memiliki uang. Uang memang bukan segalanya, tetapi uang sangat diperlukan untuk suatu kesiapan logistik yang tangguh.

Baca :  Menkumham Yasonna Laoly Terima DPP Parfi Pimpinan Soultan Saladin

Jadi dengan tim sangat terbatas, kami tetap harus melaunch Parfi _award_ di Bali, apapun itu caranya, selama halal dan tidak ada yang dirugikan. Kami sangat yakin bahwa kesungguhan niat yang bersih, maka Semestapun akan berpihak pada kita. Presidium 30 Agustus 2019, hanyalah syareat belaka untuk mendapatkan legalitas yang utuh. Semua berpulang pada Allah, Tuhan YME yang selalu bersama kita.

Dipenghujung, mengapa kami bersikeras HARUS me _launching_ Parfi _Award_ di Bali, ini sepola dengan alm Letkol Soeharto dulu di 1948, mengapa beliau dengan segelintir pasukan tetap berupaya menyerang Belanda di DIY pada 1 Maretnya itu? Karena ingin membuktikan bahwa meskipun RI tengah dalam keadaan morat marit, tapi tetap memiliki kekuatan yang cukup tangguh untuk bermarwah. Demikian pula kami di Bali 10 November 2019 kemarin, kita tunjukkan pada masyarakat nasional maupun internasional bahwa PARFI tetap eksis dan bermartabat meskipun ditengah dinamika internal maupun situasi perpolitikan kenegaraan yang tengah diuji persatuan dan kesatuannya. Berjuang untuk kebudayaan yang berkepribadian!

Baca :  Dualisme Berakhir, PB dan DPP PARFI Sepakat Islah !

Mari kita berpikir positif dan bersinergi dangan satu kesungguhan demi Parfi Baru Bermartabat, Insya Allah.

Demikian Keterangan Resmi atas nama Presidium PARFI Islah.

Sentul, 14 November 2019

Soultan Saladin
Dr. Kun Nurachadijat
Ronal Rienaldo
Yos Santo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *