JAKARTA (Lead.co.id) – Belakangan, ruang publik sedang ramai membicarakan bukan hanya harga BBM, tapi juga tempat mengisinya. Sejumlah pemberitaan menyoroti SPBU swasta seperti Shell dan BP yang ramai dikunjungi pelajar serta komunitas otomotif di Depok dan Bandung. Minimarket bersih, toilet gratis, dan suasana santai disebut menjadikannya ruang sosial baru. Narasi ini seolah menyindir SPBU Pertamina yang dianggap kurang ramah, terutama di mitra yang masih mengenakan biaya toilet. Kritik tersebut menjadi tamparan halus bagi BUMN energi terbesar negeri ini untuk terus berbenah.
Namun, jika dilihat secara proporsional, skala operasional Pertamina sangat berbeda. Dengan lebih dari 38.000 SPBU di seluruh Indonesia, tanggung jawab Pertamina tak hanya soal kenyamanan, tetapi juga pemerataan energi dan subsidi BBM sebesar Rp102 triliun per tahun bagi rakyat. Karena itu, kritik yang muncul seharusnya dijadikan masukan konstruktif, bukan cibiran, untuk meningkatkan layanan publik.
Menjawab hal itu, PT Pertamina Patra Niaga resmi meluncurkan Tim Serv-Q (Service & Quality) pada 17 Oktober 2025 di seluruh wilayah operasionalnya. Tim ini bertugas memastikan kualitas layanan di SPBU berjalan sesuai standar, termasuk kebersihan toilet, musala, area pengisian, hingga ketepatan takaran BBM. Selain itu, pengawasan mutu juga melibatkan lembaga audit independen seperti Bureau Veritas dan TUV Rheinland, guna memastikan setiap SPBU Pertamina mematuhi standar keselamatan dan pelayanan global. “Serv-Q memastikan standar layanan terbaik, kritik publik kami terima sebagai cermin pembenahan, untuk mendekatkan Pertamina kepada masyarakat,” ujar Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga.
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai bahwa peluncuran Serv-Q adalah contoh komunikasi publik yang sehat. “Kritik media justru mendorong perubahan positif. Langkah Pertamina ini bukan respons defensif, tapi cara elegan menjawab kritik dengan kerja nyata,” ujarnya Romadhon dalam keterangannya, Selasa (21/10/2025).
Tim Serv-Q dilengkapi peralatan pengujian standar industri, seperti alat cek densitas, nozzle, temperatur, dan kadar air BBM. Hasil pengujian akan dipajang di papan informasi SPBU setiap hari sebagai bentuk transparansi kepada pelanggan. Program ini memperkuat Pertamina Way SPBU, standar nasional yang menjaga konsistensi pelayanan dari Sabang sampai Merauke.
Fenomena SPBU swasta yang menjadi tempat nongkrong anak muda sebenarnya bisa dijadikan inspirasi. Pertamina menyadari pentingnya membangun SPBU sebagai ruang publik yang nyaman dan ramah masyarakat. “SPBU bukan sekadar tempat isi BBM, tapi ruang sosial yang bisa mendekatkan energi dengan kehidupan sehari-hari,” tutur Romadhon Jasn, menegaskan pentingnya transformasi layanan BUMN di era digital.
Kebijakan toilet gratis yang dulu sempat digalakkan tetap berlaku, namun beberapa SPBU mitra diketahui belum sepenuhnya menerapkan aturan tersebut. Melalui Serv-Q, Pertamina menargetkan 10.000 inspeksi tahunan untuk memastikan seluruh mitra mematuhi standar pelayanan. Langkah ini diharapkan menekan praktik pungutan liar dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap BUMN.
Selain aspek kebersihan, Serv-Q juga memperkuat interaksi publik melalui aplikasi MyPertamina, di mana pelanggan dapat memberikan masukan langsung dan menilai kualitas layanan. “Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari proses perbaikan Pertamina,” ujar Mars Ega, menegaskan semangat kolaborasi dalam menjaga kualitas energi nasional.
Romadhon Jasn menilai pendekatan ini mencerminkan semangat BUMN sejati. “Pelayanan publik tidak hanya diukur dari kebersihan toilet, tetapi dari kesungguhan mendengarkan suara rakyat dan menjawabnya dengan tindakan nyata,” ujarnya.
Ke depan, Pertamina berencana menjadikan SPBU sebagai ruang publik yang edukatif dan produktif. Dengan infrastruktur bersih dan aman, anak muda bisa menjadikan SPBU sebagai tempat nongkrong positif, ruang kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan energi nasional. “Kritik adalah bahan bakar perubahan. Semakin tajam kritik, semakin kuat alasan untuk melaju. Dan Pertamina sedang membuktikan, bahwa pelayanan publik bisa menjadi cermin kemajuan bangsa,” pungkas Romadhon Jasn.





