Ketum PGI Apresiasi Napak Tilas Rasul Jawa oleh Pewarna

oleh -342 views
Ketum PGI, PGI, Program NTRJ, Napak Tilas Rasul Jawa, Pewarna

JAKARTA (Lead.co.id) – Pimpinan Pusat Pewarna Indonesia berkunjung ke kantor PGI, jalan Salemba Raya No 10 Jakarta Pusat, pada Kamis (21/4/2022). Kunjungan yang dikomandani oleh ketua umum Pewarna, Yusuf Mujiono disambut hangat Ketum PGI Pdt Gomar Gultom.

Dalam pertemuan tersebut, Yusuf Mujiono menyampaikan tentang kegiatan Pewarna Indonesia baru-baru ini, yaitu diskusi lintas agama yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta serta Napak Tilas Rasul Jawa (NTRJ) yang sudah dilaksanakan dari tanggal 28 Maret hingga 3 April 2022.

Merespons itu, pdt Gomar menilai program NTRJ adalah langkah yang baik untuk mengangkat kembali tentang kiprah penginjil bumi putera atau penginjil nusantara.

Menurutnya, dengan NTRJ yang mengangkat sosok penginjil asli tersebut bisa mengangkat kembali percaya diri sebagai Kristen Indonesia di tengah maraknya kristen ala Amerika, Korea dan ke Yahudi Yahudian.

Ke depan Pewarna Indonesia diharapkan bisa memunculkan kembali penginjil dari berbagai daerah nusantara misalnya Batak, Papua NTT, dan daerah lainnya.

Baca :  Konferda I, Kefas Hervin Devananda Pimpin Pewarna Jabar

Seperti di tanah Batak, yang menonjol Nomensen, terapu sebaliknya tokoh lokal seakan tersembunyi, juga di Papua, yang menonjol Otto dan Geissler. Padahal tokoh lokal juga diyakini banyak dalam penginjilan itu, seharusnya ikut diangkatlah, harapan pdt Gomar.

Selain Yusuf Mujiono ketum Pewarna hadir di kantor PGI, didampingi beberapa pengurus seoertu , Ronald Stevly Onybala selaku sekjen Pewarna, Ana Kezia, Christy, Rikardo Marbun, Maruap Sianturi, Joe Loing.

Dalam pertemuan tersebut serasa pertemuan keluarga, karena memang antara Yusuf dan Pdt. Gomar sudah termasuk sahabat lama, yang menambah kesejukan dalam suasana bincang-bincang.

Di kesempatan bincang tersebut, pdt Gomar juga memberikan pandangan sebagai lanjutan apresiasinya tentang kegiatan NTRJ, yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak Nusantara. Menurutnya, Kristen di Indonesia dinilai seperti kurang percaya diri dengan bangsanya sendiri.

Baca :  Napak Tilas Sejarah Konferensi Bogor 1954

“Kenapa tidak, kan ada bahasa kita selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam, tetapi, dalam setiap pembukaan ibadah, kenapa memakai kata shaloom?,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa, tanpa disadari, hal itu sudah terjajah secara imani. Terjajah oleh lembaga lembaga misi dari luar, “mungkin didukung karena mereka banyak uang”.

“Kita harus akui, bahwa gereja-gereja dan yayasan-yayasan Pekabaran Injil di Indonesia sekarang ini sudah menjadi bonekanya orang luar. Dan ini sesuatu yang bagus untuk diangkat oleh Media,” tegasnya.

Gomar menegaskan, kalaupun mereka mempunyai kekayaan (misionaris luar,red), namun juga punya banyak kekayaan, cuman, kita yang menggadaikan kekayaan kita kepada negara-negara asing.

Menurutnya, lebih berbahaya lagi adalah sekarang sangat tergantung kepada teologi baru yang lebih berakar kepada kejahudian. Dikit-dikit Israel, seolah-olah Israel itu menjadi skalanya. Sudah banyak gereja dan media-media Kristen yang ikut dalam arus itu.

Baca :  PPM Kabupaten Bogor Napak Tilas ke Bojong Kokosan, Jalan Kaki 47 Km

“Kalau saya baca di media-media Kristen sekarang ini, banyak mengagungkan Israel. Karena iklan-iklannya lebih banyak travel biro ke Holyland,” ungkapnya.

Hal ini, kata dia, juga tanpa disadari kawan kawan media sekarang ini, sedang menjadi alat dari sebuah aliran teologi baru yang disebut teologi tradisi. Menurut dia, ini sebuah warning juga bagi semua pihak.

Satu warning lagi dari Pdt Gomar, bahwa di Papua dan Minahasa sudah mulai berkibar bendera sciencentik. Menurutnya, media juga harus ikut mendidik tentang hal itu.

Di akhir kesempatan, Yusuf meminta pihak PGI agar menyampaikan ke gereja gereja yang berbasis dengan suku Jawa agar memperkuat literasi tentang para tokoh tokoh penginjil jawa sehingga jemaat mudah mendapatkan informasi tentang kiprah para penginjil tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *