Korban Longsor di Cijeruk Ditemukan, Waspada Bencana Susulan

oleh -615 views
Korban Longsor, Longsor di Cijeruk, Bencana Susulan, Hujan di Bogor

BOGOR (Lead.co.id) – Pencarian korban tanah longsor di Desa Cipelang kecamatan Cijeruk pada Sabtu, 21 Mei 2022 akhirnya membuahkan hasil. Tim pencari telah menemukan seluruh korban yang tertimbun longsoran.

Korban tertimbun longsoran terakhir yaitu Eneng (25) ditemukan pada Minggu, 22 Mei 2022 setelah sebelumnya ditemukan tiga korban lainnya yakni Uum (70), Duduk (43), dan Nafis (4).

Kapolsek Cijeruk, Kompol Sumijo mengungkapkan, pencarian yang dilakukan bersama instansi terkait itu menemukan korban terakhir sekitar pukul 13:00 WIB.

“Korban Eneng ini berhasil kita temukan sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi, sehingga total 4 korban meninggal dunia yang tertimbun tanah longsor berhasil ditemukan seluruhnya,” kata Sumijo, pada Minggu (22/5/2022).

Baca :  Hujan Deras Mengakibatkan Penurunan Tanah di Ciampea

Adapun kempat korban meninggal itu langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, korban akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Kemudian nanti akan diserahkan langsung kepada pihak keluarga untuk langsung dimakamkan,” ungkapnya.

Sementara itu, terdapat lima orang anggota keluarga yang terpaksa mengungsi di rumah saudaranya setelah tempat tinggal mereka rusak akibat longsor.

Sumber Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, peristiwa longsor di Cijeruk, Kabupaten Bogor itu terjadi saat hujan lebat dan kondisi struktur tanah yang labil pada Sabtu (21/5) pukul 18.10 WIB.

Baca :  Koperasi Karya Mandiri Kembali Bantu Korban Longsor di Bogor Tengah

Adapun kerugian materil akibat peristiwa itu adalah dua unit rumah milik korban dan tetangganya mengalami rusak berat.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bogor hingga Selasa (24/5).

Merespons itu, BNPB mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca.

Upaya seperti monitoring kondisi tanggul, tebing, jalan, sungai dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat disarankan perlu dilakukan secara berkala.

Baca :  Diiringi Hujan Deras, Sekda Kota Bogor Sambut Kepulangan 398 Jemaah Haji

Di samping itu, tata kelola permukiman dan lingkungan hidup diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik serta merujuk pada pengurangan risiko bencana.

Apabila terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari satu jam, masyarakat yang tinggal di dekat tebing atau wilayah yang rawan longsor agar melakukan evakuasi mandiri sampai 1-2 jam setelah hujan berhenti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *