BOGOR (Lead.co.id) – Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) menggelar aksi unjuk rasa meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bertindak tegas untuk menutup Cafe Bajawa, di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah.
Koordinator aksi, Desta Lesmana menjelaskan, meski Cafe Bajawa bisa membantu pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor namun disinyalir terdapat konspirasi antara pihak manajemen dan Dinas terkait terkait izin operasional cafe tersebut.
“Kalau dilihat dari lokasi, tempat ini bisa membantu PAD, akan tetapi yang disayangkan disinyalir terjadinya konspirasi antara pihak manajemen dan dinas terkait,” kata Desta dalam orasinya, pada Senin (30/1/2023).
Ia mengatakan, perusahaan atau cafe yang ingin mengembangkan usaha di Kota Bogor ini, harus mengikuti perizinan dan izinnya itu harus ditempuh terlebih dahulu. Artinya, sebelum melakukan operasi dan baik itu pembangunan harus ditempuh dahulu.
“Kalau memang ingin bantu perubahan, dan perekonomian di lingkungan Kota Bogor, harus ikuti dan menempuh prosuderal,” kata dia.
Untuk itu, kata Desta, aparat Pemerintah Kota Bogor tidak kalah dengan perusahaan atau pelaku usaha. Dirinya juga meminta aparat melalui Satpol PP dan Wali Kota Bogor untuk tegas dengan usaha yang melawan hukum.
“Aturan harus ditempuh, hukum harus ditegakan,” tegas Desta.
Bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam KRB tersebut, pihaknya meminta untuk mengusut tuntas kejadian yang melawan hukum, yang tidak menempuh aturan perizinan.
“Harus di usut tuntas, dan harus ditelusuri, masa belum ada izin tapi sudah beroperasi, sementara mereka seenaknya aja beroperasi dengan mencari keuntungan di wilayah Kota Bogor,” pungkas dia.





