Kreatif, Limbah Ember Jadi Karya Berharga di tengah Pandemi

0
Kreatif, Limbah, Ember, Karya, Pandemi
Warga Kampung Padabeunghar RT 04/09, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, membuat tempat cuci tangan menarik dari limbah ember.

LEAD.co.id | Kreatifitas warga ‘Kampung Gambar’ atau tepatnya Kampung Padabeunghar RT 04/09, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah ini patut diacungi jempol. Pasalnya, di saat pandemi Covid-19 mereka tetap produktif dengan memanfaatkan limbah ember cat untuk dijadikan tempat cuci tangan.

Kampung padat penduduk yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung tersebut secara swadaya menyulap limbah ember tersebut dengan beragam lukisan yang menarik, mulai dari bunga, ciri khas Kota Bogor hingga pandemi Covid-19 yang kini tengah merebak.

Pelukis atau murales, Fahrudin Ardiansyah (49) menuturkan ide itu bermula saat dirinya melihat beberapa tumpukan limbah cat. Saat itu juga dirinya berinisiatif untuk membuat tempat cuci tangan, lantaran saat ini Covid-19 semakin masif penyebarannya.

Baca :  Pemerintah Siapkan Program Padat Karya Tunai di Tengah Pandemi Covid-19

Berbekal keterampilannya sebagai desain grafis di sejumlah perusahaan di Bogor, sang pelukis menyapukan kuasnya di atas ember cat yang sebelumnya telah dibersihkan.

“Alat cuci tangan ini sekaligus juga buat pemasukan pengurus di sini dan untuk perkembangan kampung gambar ini juga,” ungkap Fahrudin di lokasi workshopnya, Selasa (15/9/2020).

Untuk proses pembuatan, dalam satu hari Fahrudin mampu menyelesaikan dua hingga tiga lukisan dengan tema berbeda. “Yang paling lama kan proses pembersihan medianya itu sendiri,” terangnya.

Kreatif, Limbah Ember Jadi Karya Berharga di tengah Pandemi
Warga Kampung Padabeunghar RT 04/09, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, membuat tempat cuci tangan menarik dari limbah ember.

Selain gambar yang ia tentukan sendiri, Fahrudin juga mengaku bisa menerima pesanan dengan tema sesuai permintaan. Namun hal itu, kata Fahrudin tentunya harganya berbeda sesuai dengan kerumitan gambar atau desainnya.

Baca :  Bupati Bogor: Gerakan Pramuka Harus Produktif, Inovatif dan Kreatif

Meski bisnis tersebut baru berjalan dua pekan lalu, kini dirinya mulai kebanjiran pesanan. Tak tanggung-tanggung hasil karyanya telah merambah wilayah Jabodetabek.

“Untuk pemasarannya, melalui media sosial atau dari mulut ke mulut. Harga dari 75 ribu hingga 350 ribu per ember,” ungkap dia.

Meski begitu, saat ini dirinya mengatakan tengah kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. “Untuk kesulitan tidak begitu banyak, hanya kadang terkendala bahan baku saja,” tutupnya.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here