KTT ASEM ke-13, Indonesia Siap Bantu Rakyat Afghanistan

oleh -387 views
KTT ASEM, Pemerintah Indonesia, Afghanistan, Kemanusiaan

BOGOR (LEAD.co.id) – Presiden Jokowi menyoroti situasi kemanusiaan di Afghanistan yang memburuk karena pemerintahan inklusif belum terwujud. Terkait hal itu, pemerintah Indonesia akan ikut memberikan bantuan bagi rakyat Afghanistan.

“Sekitar 23 juta rakyat Afghanistan terancam krisis pangan. Bantuan kemanusiaan menjadi prioritas. Kami berkomitmen memberikan bantuan, termasuk untuk bantuan kapasitas,” ujar Jokowi saat berbicara pada Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, pada Jumat (26/11/2021).

Selain isu kemanusiaan, ada dua isu yang jadi perhatian Indonesia. Pertama, pemberdayaan perempuan. Jokowi mengingatkan bahwa, penghormatan hak-hak perempuan adalah salah satu janji Taliban.

Baca :  Community Festival 2021, DD Apresiasi Komunitas yang Peduli Kemanusiaan

Terkait itu, Indonesia ingin berkontribusi agar janji tersebut dapat dipenuhi, antara lain melalui Indonesia-Afghanistan Women Solidarity Network yang akan dimanfaatkan untuk kerja sama pemberdayaan perempuan ke depan.

“Kami juga siap memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan Afghanistan. Kami akan terus lanjutkan upaya pemberdayaan perempuan Afghanistan melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.

Kedua, kerja sama antar ulama. Presiden Jokowi memahami betul peran penting ulama di masyarakat. Pada tahun 2018, Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia untuk mendukung proses perdamaian.

Baca :  Kirim Logistik ke Harkat Jaya, Angga : Lebih Penting Kemanusiaan Daripada Membahas Politik

“Meskipun situasi Afghanistan sudah berbeda, namun ulama tetap berperan penting. Kami siap memfasilitasi dialog antara ulama, termasuk ulama Afghanistan,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri I Gede Ngurah Swajaya.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *