BOGOR (Lead.co.id) — Suara perlawanan terhadap dugaan praktik korupsi dan ketidakadilan kembali menguat dari Kota Bogor. Sejumlah organisasi mahasiswa dan pemuda di Kota Bogor menegaskan sikap untuk melawan segala bentuk impunitas koruptor sekaligus mengawal penegakan hukum dan keadilan sosial.
Pada Kamis, 27 Agustus 2026, aksi unjuk rasa digelar di depan Pintu 1 Istana Bogor. Aksi tersebut melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Bogor, di antaranya PPAK, GEMPAR dan GESTUR, bersama elemen mahasiswa lainnya yang membawa keresahan publik ke ruang terbuka.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa Kajian Akademik Analisis Yuridis, Sosiologis, dan Empiris atas Tuntutan Aksi Unjuk Rasa, dengan mengusung tema “Lawan Impunitas Koruptor, Kawal Keadilan Sosial dari Bogor untuk Indonesia.” Kajian ini menjadi pijakan dalam menyampaikan kritik dan tuntutan agar persoalan korupsi serta ketidakadilan tidak terus dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas.
Mahasiswa menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan bukan sekadar aksi turun ke jalan. Tuntutan tersebut disusun dengan pendekatan yuridis, sosiologis, dan empiris sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan penegakan hukum.
Gerakan mahasiswa tersebut melibatkan sejumlah organisasi, yakni Bogor Melawan, BEM Tanah Air, Forum Mahasiswa Bergerak Indonesia (FMBI), APHB, IKAMSU, Forum Mahasiswa Menggugat, Aktivis Mahasiswa Bogor, PPAK, GEMPAR dan GESTUR.
Mahasiswa menilai pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada pernyataan normatif maupun janji penegakan hukum. Setiap dugaan penyimpangan harus diusut secara transparan, sementara pihak yang terbukti melakukan pelanggaran harus diproses sesuai hukum tanpa melihat jabatan, kedudukan, maupun kekuatan politik yang berada di belakangnya.
Mereka juga menegaskan bahwa hukum tidak boleh tajam ke bawah namun tumpul ketika berhadapan dengan kelompok yang memiliki kekuasaan dan kepentingan. Negara dituntut hadir memastikan hukum bekerja secara adil dan kepentingan masyarakat tidak dikorbankan demi kepentingan segelintir pihak.
Dari depan Pintu 1 Istana Bogor, mahasiswa menyampaikan pesan keras bahwa korupsi bukan sekadar persoalan angka atau kerugian negara. Korupsi menyangkut hak masyarakat, merusak kepercayaan publik, dan memperlebar ketimpangan sosial.
Mahasiswa Bogor menegaskan, impunitas bukan tempat berlindung bagi siapa pun. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, dugaan korupsi harus dibongkar secara terang, dan keadilan sosial tidak boleh hanya menjadi slogan.
Surya Sp





