Oleh: Apendi Arsyad
Sabtu, 5 Maret 2022 kemaren, bertempat di kampus STIE Ipwija Cikeas Gunung Putri, Bogor Timur (Botim), ICMI Orwilsus Bogor membuat sejarah baru lagi, berhasil menyelenggarakan tugas konstitusi organisasi sesuai AD dan ART ICMI yakni melaksanakan Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) ICMI Orwilsus Bogor.
Muswilub dihadiri lebih dari 2/3 peserta dari unsur Orda (ada 4: Kota Bogor, Cibinong, Bobar dan Botim), unsur Orsat (ada 25) dan unsur Batom (ada 2: Alisah Khadijah dan Masika ICMI). Ruang aula STIE Ipwija yang disiapkan lk 120 kursi oleh Panitia Pelaksana (OC) Muswilub yang dipimpin oleh kang Irwan Kurniawan SE.MM (Ketua ICMI Orda Botim.dan Ketua DMI Kabupaten Bogor) kursi-kursinya terisi penuh bahkan ada yang terpaksa berada di luar ruang sidang, tetapi masih dalam komplek kampus STIE Iptija Cikeas Gn Putri Botim.
Harap maklum antusias para aktivis ICMI di wilayah Bogor ternyata cukup tinggi untuk bersilaturrahmi, prokes pencegahan pandemi Covid 19 tetap ditaati. Apalagi bpk Wakil Gubernur Jawa Barat hadir memberikan pengarahan dan membuka acara Muswilub ke 2 thn 2022 secara resmi. Pada acara pembukaan Muswilub hadir pula Ketua Yayasan BHP STIE Iptija (ibu.Dr.Sri) dan Ketua STIE Iptija, (bpk Dr.Agung), Ketum dan Sekjend MPP ICMI (bpk Prof.Arif Satria dan ibu Dr.Andi Yuliani Paris), Ir. Andi Irman (salah satu Wabendum ICMi Pusat), dan tokoh masyarakat lainnya.
Alhamdulillah, forum Muswilub berhasil mensepakati Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor yang baru untuk masa bakti (periode) tahun 2022-2027, yakni Dr. Ir. Aceng Hidayat MSc.
Alhamdulillah, Muswilub ke 2 ini telah
melahirkan lagi pemimpin baru di ICMI Bogor. Proses regenerasi, estafet dan alih kepemimpinan berjalan aman dan lancar. Prosesnya yang ditempuh musyawarah dan kemufakatan antara para Ketua Orda dan Orsat serta Batom, dimana personal yang ditawarkan kepemimpinan Prof. ASA bisa diterima dengan baik, tanpa ada tuntutan pemungutan suara (voting) untuk memutuskan siapa pengganti mas Prof. ASA.
Saya AA juga sebagai Ketua Pimpinan Sidang Muswilub ke 2 ICMI Bogor, merasa senang dan berbahagia, tugas yg dijalani menjadi “ringan” tidak banyak energi dan waktu digunakan untuk proses pengambilan keputusan.
Saya melihat wajah-wajah musyawirin, ketika saya ketuk palu sidang 3 kali, para peserta berbahagia dan bahkan ada sebagian besar bertepuk tangan sambil memekikan kalimat nan mulia “Allahu Akbar” beberapa kali. Hal ini pertanda adanya sinyal bersyukur kepada Allah SWT atas karuniaNya dan bergembira serta berbahagia. InsyaAllah ini sebuah pilihan dan keputusan yang terbaik telah diambil.
Saya AA, ketika menyimak isi pidato yang bernas tentang pengunduran diri adinda Prof. ASA yang di podium, menjelaskan mengapa beliau mengundurkan diri karena mendapat amanah peserta Muktamar ke 7 Desember 2021 sebagai Ketum MPP ICMI thn 2021-2026 serta beliau menyadari secara jujur ada tugas-tugas KeICMIan yang belum terselesaikan.
Kemudian saya menyimak isi pidato adinda Dr Aceng Hidayat secara seksama, yang baru dipilih dan menerima amanah baru sebagai Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor dari para untusan dan muktamirin Muswilub ke 2. Pidato kedua adikku ini, membuat saya terharu dan meneteskan air mata bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kemurahanNya dan kemudahanNya dalam proses regenerasi kepengurusan dan kepemimpinan tanpa ada protes, perdebatan, ketegangan, walk out, dan apalagi konflik antar peserta dan atau antar peserta dengan pimpinan Sidang Muswilub. Hal-hal seperti itu terkadang bisa saja terjadi.
Hati dan pikiran kami dari semua peserta dalam suasana damai dan tenang (qalbun-salim), sehingga proses pengambilan keputusan strategis berjalan mulus, rukun dan damai, alias “tidak” ada kursi dan gelas melayang diatas meja atau palu sidang hingga patah diketuk untuk menenangkan peserta yang ribut dan gaduh, seperti yang banyak terjadi di forum Ormas yang tidak diridhoi Allah SWT akibat saratnya kepentingan dunia yang saling berbenturan (konflik) misalnya akibat kentalnya transaksional, istilah lainnya terjadinya proses “money politic” untuk meraih dukungan suara. Subhanallah, Muswilub ICMI Orwilsus Bogor yang ke 2 thn 2022 ini, saya bersaksi terhindar dari perilaku jahat, amoral dan haram tersebut.
Jujur, hati saya berkata dan saya utarakan kepada para musyawirin, ketika memimpin sidang bahwa proses regenerasi berjalan baik di Bogor krn peningkatan kualitas SDM kader juga berjalan normal dan lancar di Bogor disebabkan dukungan banyak faktor. Misalnya proses komunikasi antar generasi berjalan solid, atmosfer daerah Bogor yang sangat kondusif dalam pengembangan diri dan wadah ICMI tempat kaum terpelajar dan terdidik berhimpun telah berperan dan berperan menciptkan masyarakat sipil (civil society) dengan pelaksanaan program 5 K (peningkatan kualitas: imtaq, pikir (iptek), karya (inovasi), hidup (kesejahteraan) dan keluarga (sakinah mawaddah warohmah). Lebih jauh, saya merenung dan mengingat-ingat kembali peristiwa lama (nostalgia) di asrama Sanggar Felicia (SF) IPB jln.Sempur No.20 Kota Bogor, dimana saya AA salah seorang penghuni asrama mahasiswa IPB, sekitar tahun 1984, adinda Dr. Ir. Aceng Hidayat, MSc (alumni Gottingen University Germany; dan sekarang menjabat Sekretaris IPB University), pemimpin baru ICMI ini, dibawa kakaknya sahabatku aktivis HMI IAIN Ciputat Jakarta, kang Asep, dimana adik kandungnya Aceng Hidayat baru masuk dan diterima sebagai mahasiswa baru IPB nan “polos”. Kakaknya menitipkan kepada saya AA untuk dikader di HMI Cabang Bogor.
Memang waktu itu periode tahun 1983/1984 saya AA menjabat Sekum HMI Cabang Bogor dibawa kepemimpinan mas Kuswanto (sekarang mantan Direktur LP3ES Jakarta, dan Dosen UIKA Bogor). Kini, sosok muda etnis Sunda asal Sukabumi (Asmi) Jawa Barat, Dr.Aceng Hidayat sdh berhasil menjadi seorang pemimpin (Ketua) yang diharapkan para Musyawirin Muswilub ICMI Orwilsus Bogor tahun 2022.
ICMI Orwilsus Bogor berusia lk 32 tahun, sejak berdirinya 21 Maret 1991, 3 (tiga) bulan setelah ICMI berdiri di Kota Malang tgl 7 Desember 1990, dan lebih beberapa bulan dari pembentukan Orwil ICMI Jawa Barat, apalagi ICMI Orwil Banten.
Alhamdulillah, hingga sekarang (Maret 2022) ICMI Orwilsus Bogor sudah melahirkan 6 (enam) orang Ketua (periode kepemimpinan) yakni alm. Prof. Dr. Ir. H. Sjafri Mangkuprawira (1991-1996 dan 1996-2001); Prof. Dr. Ir. H. Bunasor Sanim MSc (2001-2007); Prof. Dr. H. Muhammad Hasyim Bintoro MSc (2007-2012), Prof. Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto MSc (2012-2016, krn beliau terpilih Waketum ICMI Pusat); Prof. Dr. Arif Satria, SP, MSi (2016-2022); dan terakhir Dr. Ir. Aceng Hidayat MSc (2022-2027).
Saya sangat tahu dan paham dinamika perjalanan kepemimpinan ICMI Orwilsus Bogor ini, sebab dari periode ke periode saya AA terlibat dan diberi amanah sebagai Pengurus Harian, inti (“teras”) seperti Wasek 1, Sekum, dan pernah Wakil Ketua untuk 3 (tiga) periode, terakhir diminta adinda Prof ASA sebagai Ketua Wankar dan bahkan “Kortimses” mas ASA for ICMI One untuk menghadapi kompetisi di arena Muktamar ICMI ke 7 tahun 2021 yang baru lalu di Hotel Asrilia Kota Bandung.
Saya AA bersyukur bahwa Allah SWT telah memberikan kesempatan dan kekuatanNya, sehingga saya bisa berkontribusi dan mengawal proses regenerasi kepemimpinan di ICMI Orwilsus Bogor terlaksana dengan baik sesuai AD dan ART ICMI.
Saya agak prihatin juga, pernah membaca dan mendengar laporan pertanggungjawaban (LPJ) MPP ICMI periode 2015-2021 di Bandung, kepemimpinan abang kita Prof. Dr. H. Jimly Assidiqqie SH, MH, saya baca LPJnya (pada bagian D. Hambatan hal 86-87), banyak yg “mati suri” bahkan masih ada Orwil selama hampir 20 tahun belum menyelenggarakan Muswil sebagaimana ketentuan AD dan ART ICMI. Padahal Muswil ICMI berfungsi strategis untuk suksesi dan regenerasi kepimpinan, juga merupakan tradisi konstitusi yg wajib dilakukan dalam upaya penyegaran kepengurusan sehingga termotivasi melaksanakan program 5K ICMI dan roda organisasi berjalan di wilayah, daerah dan kecamatan serta menyentuh masyarakat akar rumput di desa dan kelurahan dengan program 5 K ICMI.
Hal ini menjadi tugas dan merupakan tantangan Kepemimpinan Prof ASA untuk menertibkan, mendampingi dan membina agar pelanggaran konsitusi (AD dan ART) tidak terjadi lagi dan harapannya semakin tertib berorganisasi kini dan ke depan.
Dengan alih kepemimpinan yg mulus di arena Muswilub ICMI ke 2 kemaren, yang saya saksikan dari meja pimpinan sidang. Saya amati ekspresi “style and gesture” adik-adikku yang cerdas dan percaya diri menerima amanah, maka saya senang dan berbahagia. Subhanallah, saya AA memasuki usia ke 63 tahun (tgl 8 Oktober 2022 mendatang), sdh bertatus lansia, akan tetapi saya AA masih bisa menyaksikan dan bahkan ikut membantu proses regenerasi kepemimpinan di wadah ICMI yg pernah saya dirikan bersama para tokoh muslim 32 tahun yang lalu di Kota Malang Jawa Timur.
Maaf, saya bernarasi singkat agar pembaca artikel ini paham bahwa pendiri.ICMI yang berasal dari Bogor yang hadir di kota Malang saat itu ada 7 (tujuh) orang yakni (1) Prof.Sjafri Mangkuprawira, (2) Prof.Sadan Widharmana, (3) Prof.Abdul Aziz Darwis, (4) Prof.Hj.Aisyah Gerindra, (5) Prof.Aida Vitalaya, (6) Dr.Illah Saillah, dan (7) Dosen muda Ir.Apendi Arsyad (AA). Dari 7 orang tersebut, 4 orang (65 %) telah berpulang kerahmatullah alias wafat. Selanjutnya dari 3 orang yang masih hidup, dan saya AA yang bisa bertahan untuk aktif mengisi kegiatan ICMI Bogor dalam berbagai dinamikanya ICMI baik lokal, regional dan bahkan nasional, hingga saat ini, alhamdullillah.
Saya sering berujar dengan bercanda dan berseloroh dengan para adik-adikku/ Yuniorku di ICMI, bahwa abang AA ini di lingkungan ICMI ibarat emas, yang kadarnya 24 karat, emas murni. Adik-adikku mendengar kata-kata itu lantas tersenyum dan tertawa-tawa. Akhirnya saya AA juga senang dan berbahagia. Saya telah diappresiasi oleh adik-adikku sebagai aktivis Ormas Islam ICMI “sepanjang masa” ha ha he he, horas bah.
Terakhir pada Muswilub ICMI Orwilsus Bogor thn 2022, kemarin saya sudah meminta kedua adikku Dr.Sofyan Syaf (Sekretaris MPW, kini Ketua Majelis Pembangunan Desa Presisi.di ICMI Pusat) dan Dr.Doni Yusri (wakil Ketua bidang OKK MPW ICMI Orwilsus Bogor, kini salah seorang Wakil Sekjen MPP ICMI) untuk memimpin sidang. Mereka tetap meminta manula AA, “tokoh gaek” untuk memimpin sidang pemilihan Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor periode thn 2022-2027, katanya mereka forum-sidang ini strategis dan mengandung “kerawanan-kerawanan”, perlu sosok manusia yang berpengalaman mengelola dan mengakomodasi berbagai kepentingan, jika berbenturan (konflik sosial). Tapi alhamdulillah, yang dikhawatirkan itu tidak sampai terjadi, persidangan yang saya pimpin berjalan tertib sesuai agenda acara yg disepakati dan berlangsung tepat waktu (on time). Kemudian acara persidangannya berjalan dengan cara yang benar (on the track), dan peserta Muswilub hadir lebih dari 2/3, sehingga memenuhi qorum.
Dengan arti kata penyelenggaraan Muswilub ICMI Orwilsus Bogor yang ke 2 ini syah, dan Muswilub yang pertama terjadi lk 5 tahun yang lalu, alih kepemimpinan dari kakanda Prof Herry Suhardiyanto {HS}, Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor, yang juga menjabat Rektor IPB, yang telah terpilih menjadi salah seorang Anggota Formatur Muktamar ICMI ke 6 di Mataram NTB. Konsekwensinya waktu itu, barangtentu harus diganti krn dilarang ART ICMI rangkap jabatan. Muswilub ke 1 tahun 2016 memilih Ketua yang baru mas Prof.ASA, Rektor IPB University yang juga waktu itu beliau baru terpilih menjadi Rektor.
Begitulah ceritanya “success story” yang diperoleh tersebut. Dengan fenomena sosial keberkeberhasilan regenerasi kepemimpinan ICMI Orwil Bogor yang berstatus “khusus”, yang diberikan oleh bpk Prof Dr (ing) BJ Habibie (Ketum MPP ICMI) pada bulan Maret tahun 1991 di Balai Kota Bogor.
Akhirnya saya AA berkesimpulan bahwa almarhum Prof. BJ Habibie, memang beliau benar-benar seorang yang genius, ilmuan sejati dan sangat visioner. Prof. BJ Habibie (BJH), Presiden RI ketiga dan bapak Teknologi Indonesia ini, sempat berkata bahwa ICMI yang lahir di Bogor diputuskan se level wilayah, berstatus khusus karena bukan wilayah Provinsi tetapi kewedanaan regional 2 Bogor.
Alasannya Prof. BJH memutuskan Orwil Khusus bahwa konsentrasi kaum cendekiawan muslim (ilmuan, akademisi, pakar: dosen dan peneliti) cukup banyak bermukim di kawasan Bogor sebagai konsekwensi berada pada posisi daerah penyangga “hinter land”DKI Jakarta dan banyak pusat atau badan penelitian dan pengembangan pertanian (Balitbangtan) dan Universitas/Perguruan Tinggi seperti IPB University. Beliau sempat berseloroh bahwa… “seandainya ada batu yang dijatuhkan di atas langit kawasan Bogor, maka dapat dipastikan akan menimpa kepala para Doktor dan Professor. “,… sergah beliau sambil tersenyum, posisi kepala agak miring, dan melotot matanya pak Habibie menatap para hadirin, yang sdg asyik mendengar dan meniikmati konten pidatonya, termasuk diantaranya saya AA pengagum ketokohan bpk Prof. BJH dalam banyak hal.
Wilayah kerja ICMI Orwilsus Bogor berdasarkan surat MPP ICMI Pusat, yang ditandatangani waktu itu (thn 1991) oleh Ketua Departemen Organisasi, Kelembagaan dan Keanggotaan (OKK), bpk Dr.H.Muslimin Nasution, adalah meliputi Bogor (Kota dan Kabupaten, termasuk Depok), Sukabumi (Kota dan Kabupaten) dan Kabupaten Cianjur. Akan tetapi dalam dinamika perjalanannya Orsat-Orsat ICMI di daerah Sukabumi dan Cianjur dicaplok oleh Orwil ICMI Jawa Barat, sekitar sejak thn 2010, hingga sekarang Orsat-Orsat tersebut masih berinduk ke Orwil Jawa Barat
Saya pun menyaksikan, mendengarkan langsung di ruang acara pelantikan MPW ICMI Orwil Bogor periode pertama 1991-1996, yang diberi status khusus tersebut. Argumentasinya bpk BJH sangat rasional dan faktual, yang merupakan masukan 2 kiyai sepuh yang kharismatik yakni Almukarrom KH.Soleh Iskandar, KH Hasan Basri; dan seorang Prof.Dr.H.Sjafri Mangkuprawira- GB IPB, mereka bertiga diundang bpk Prof. BJH di rumahnya di komplek Patra Jasa Kuningan Jakpus untuk persiapan pengukuhan MPW ICMI Orwilsus Bogor ini.
Ketika itu setelah saya mendengar pidato yang bersejarah tersebut, tepuk tangan dari para hadirin pun bergemuruh, riuh redah dan bergema, media massa pun mempublikasikan “good news” ke khalayak. Belakangan saya baru paham maknanya, dan mengerti faktor keberhasilan suksesi kepemimpinan ICMI Orwilsus Bogor memang terbukti ditentukan faktor kualitas SDM (plural, kreatif dan inovatif) anggota dan personal pengurusnya ICMI yang memang bagus; potensi SDA-jasling yang beragam dan kaya, dan permasalahan yang cukup kompleksitas, yang ada di wilayah Bogor, namun daerahnya indah, aman dan nyaman, semboyannya “Tegar Beriman” (doeloe, daerah ini tempat beristirahatnya para amtenar Hindia Belanda, bernama “Buittenzorg”)
Demikian pun selama ini, jika mencermati kilas-balik kiprah MPW ICMI Orwilsus Bogor, alhamdulillah telah memberikan kontribusi positif yang cukup signifikan, dan faktanya beberapa agenda nasional ICMI seperti kegiatan Silaknas, Rakornas, Rapat MPP ICMI untuk Pra Muktamar thn 2019, dan Muktamar ICMI thn 2010 berhasil diselenggarakan di Bogor, termasuk karya Hyme ICMI yg melegenda itu pun asalnya dari Bogor, karya seorang guru kesenian SMA Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Bogor (pimpinan pendirinya alm. Prof. Dr. H. Hidayat Syarif, MSc, fungsionaris ICMI Pusat), bernama Ruddy A. Fattah. ICMI Pusat pun telah memberikan penghargaan kepadanya. Begitu pun seniman besar legendaris ICMI uda Drs. H. Sutan Ramelius MAg/Pendiri-Ketua Orda Cibinong Kab.Bogor sering menghibur dan menggetarkan forum Muktamar dan Silaknas ICMI dengan pembacaan puisi-puisinya yang menginspirasi, sarat dengan nilai moral dan etika yang bersumber dari Al Quran dan Hadist.
Alhamdullillah, budayawan besar Sutan Ramelius sudah diputuskan pada sidang pleno terakhir Muswilub ke 2 thn 2022 sebagai Sastrawan Legendaris ICMI. Mudah-mudahan usulan dari ICMI Orwilsus Bogor diterima dgn baik oleh ICMI Pusat untuk diberi suatu penghargaan. Dedikasi dan penghikmatan beliau terhadap nasib umat melalui panji-panji ICMI luar biasa.
Beberapa tahun terakhir ini, kader ICMI Bogor yang terbaik (Ketua Orwilnya) seperti kanda Prof.HS dan adinda Prof.ASA bisa naik kelas ke level nasional, diberi amanah oleh para muktamirin ICMI ke 7 untuk duduk sebagai pengurus MPP ICMI, dan bahkan dipilih secara demokratis menjadi Ketua Umum ICMI Pusat, alhamdulillah Prof.ASA posisi dan perannya sekarang adalah Ketum MPP ICMI Periode 2021-2026, makanya Muswilub ini harus dilakukan untuk memilih dan memutuskan penggantinya yakni Dr. Aceng Hidayat, Sektetaris IPB University dan salah seorang Ketua Komisi MPW ICMI Orwilsus Bogor periode tahun 2016-2022.
Harapan kita untuk selanjutnya, semoga narasi bernilai “sejarah” ini bisa dipetik pelajarannya (lesson learn), dan diharapkan pula di era Kepemimpinan MPW ICMI Orwilsus Bogor 5 tahun mendatang, Ormas Islam cendekia ini, insyaAllah tetap eksis dan mampu melahirkan kader-kader pemimpin terbaiknya, didambakan dan bermanfaat bagi rakyat, umat, bangsa dan negara demi tegak-kokohnya NKRI dengan rakyatnya sejahtera yang berkeadilan dan berkelanjutan (sustainability and social equity) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Amiin-3 YRA.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi, menolong hamba-hambaNya yang beriman dan bertaqwa (imtaq), gemar berbuat kebajikan (ahklaq mulia), dan mempercayai kehidupan hari akhirats berdasarkan ajaran Al Quran dan Sunnah Rasullullah, Muhammad SAW, Amiin-3 YRA.
Akhir kata jika ICMI ingin tumbuh besar, jangan melupakan catatan sejarah alias “Jasmerah” kata Bung Karno, pemimpin Revolusi dan Proklamator RI.
Penulis adalah Dosen-Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Ketua Wankar ICMI Orwilsus Bogor/Wasek Wankar MPP ICMI; Konsultan K/L negara; Pegiat dan Pengamat Sosial





